METODE PEMBELAJARAN PADA KELAS MULTIKULTURAL DALAM FILM FREEDOM WRITERS

Afria Dian Prastanti

Abstract


Perbedaan latar belakang sosial seperti budaya, etnis, ras, dan agama kerap menjadi pemicu konflik atar etnis, ras dan agama di dalam kelas. Usaha untuk meminimalisir konflik seperti di atas dapat diupayakan melalui berbagai macam segi. Salah satunya adalah melalui pengajaran di dalam kelas. Semangat persatuan dan persaudaraan yang terbangun dari lingkup kecil dunia pendidikan di dalam kelas diharapkan dapat tumbuh ke lingkup yang lebih luas: universitas, bangsa, dan negara. Representasi konflik di dalam kelas multikultur yang disebabkan oleh keanekaragaman latar belakang termuat dalam film yang diangkat dari kisah nyata: Freedom Writer. Metode-metode pembelajaran dalam film tersebut terbukti dapat mengatasi konflik yang disebabkan oleh perbedaan latar belakang seperti budaya, etnis, ras, dsb. Metode pembelajaran yang digunakan dalam film tersebut adalah metode Suggestopedia dan Participatory Approach. Suggestopedia memberikan solusi pendekatan yang efektif terhadap murid-murid sehingga mereka termotivasi untuk belajar dan percaya serta yakin akan kemampuan mereka. Participatory menawarkan pembelajaran yang sesuai dengan konteks kehidupan para murid.


Keywords


metode pembelajaran, multikultural, Freedom Writer

References


Abrams, M.H., 1981. A Glossary of Literary Terms. Australia, Canada, Mexico, Singapura, United Kingdom, United States:Heinle & Heinle Thomson Learning.

Brown,H. Douglas, (2001). Teaching by Principle An Interactive Approach to Language Pedagogy. San Francisco: Longman

Damono, Sapardi Djoko, 1984. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Singkat. Cetakan ke-3. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Faridi, Abdurrahman, 2012. Language Teaching Theory. Semarang: UNNES Press.

Harahap. A.R, 2006. Multikulturalisme dalam Bidang Sosial. Jurnal Etnovisi Vol. II, No. 4, hal. 32-35

Hartoko, Dick dan B.Rahmanto, 1986. Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta: Kanisius.

Heckmann, Frederick, 1993. “Multiculturalism Defined Seven Ways”. dalam TheSocial Contract. Musim Panas. hlm. 245-246

Noor, Redyanto, 2009. Pengantar Pengkajian Sastra. Semarang: Fasindo.

Saifuddin, A.F, 2006. Membumikan Multikulturalisme di Indonesia. Jurnal Etnovisi Vol. II, No.1, hal 3-11

Saleh, Mursid. 2012. Beginning Research in English Language Teaching. Semarang: Widya Karya Semarang.

___________. 2011. Enam Tradisi Besar: Penelitian Pendidikan Bahasa. Semarang: UNNESS Press.

Watson C.W., 2002. Multiculturalism. Buckingham-Philadelphia: Open University Press

Wolfreys, Julian, 1999. Literary Theories: A Reader and Guide. New York: New York University Press.

http://chalimatoes.blogspot.co.id/2013/06/pluralitas-dan-konflik-etnik-dan-ras.html

http://kajiansastra.blogspot.co.id/2009/04/sosiologi-sastra-sebagai-pendekatan.html

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/daerah/15/07/17/nrmprs-ini-kronologi-pembakaran-masjid-di-tolikara

http://news.liputan6.com/read/2898273/demo-tolak-pembangunan-gereja-di-bekasi-ricuh-5-polisi-terluka




DOI: http://dx.doi.org/10.36597/jellt.v2i1.2705

Article Metrics

Abstract view : 297 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 225 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JOURNAL OF ENGLISH LANGUAGE AND LANGUAGE TEACHING (JELLT)

Creative Commons License
JELLT (Journal of English Language and Language Teaching) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JELLT. JELLT Stats