Menanamkan karakter tanggung jawab pada siswa SMP melalui pembelajaran IPA bermuatan domain applications and connections

Widodo Setiyo Wibowo, Yuni Arfiani

Abstract


Menjadi orang yang bertanggung jawab merupakan hal yang penting dalam hidup sehingga hal ini perlu ditanamkan kepada siswa melalui pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan pembelajaran IPA yang bermuatan domain applications and connections dalam penanaman karakter tanggung jawab siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent posttest control group. Populasi yang digunakan adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Yogyakarta, sedangkan sampel sebanyak dua kelas, yaitu kelas VIII B sebagai kelas kontrol dan kelas VIII C sebagai kelas eksperimen. Pengambilan sampel memakai teknik random sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan angket dan lembar observasi penanaman karakter tanggung jawab. Data penelitian bersifat kuantitatif, yaitu skor pencapaian karakter tanggung jawab siswa. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengubah skor menjadi nilai skala lima untuk mendeskripsikan tingkat pencapaian karakter tanggung jawab setiap siswa. Selanjutnya dilakukan uji independent sample t-test untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pencapaian karakter tanggung jawab antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pem-belajaran IPA bermuatan domain applications and connections efektif dalam menanamkan karakter tanggung jawab siswa SMP.

References


Seven Character Traits in Education. (2004). (www.beaconlearningcenter.com), diakses 12 September 2018.

Carpenter, J.P & Pease, J.S. (2013). Preparing Students to Take Responsibility for Learning: The Role of Non-Curricular Learning Strategies. Journal of Curriculum and Instruction (JoCI), 7(2), 38-55.

Chamberlin, L.J. & Chambers, N.S. (1994). Developing Responsibility in Today's Students. The Clearing House, 67(4), 204-206.

Derlina, Sabani, & Mihardi, S. (2015). Improved Characters and Student Learning Outcomes Through Development of Character Education Based General Physics Learning Model. Journal of Education and Practice, 6(21), 162-170.

Depdiknas. (2010). Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. Jakarta: Depdiknas.

Dwianto, A., Wilujeng, I., Prasetyo, Z. K., Suryadarma, I.G.P. (2017). The Development of Science Domain Based Learning Tool Which is Integrated with Local Wisdom to Improve Science Process Skill And Scientific Attitude. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6 (1), 23-31.

Eliasa, E.I. (2014). Increasing Values of Teamwork and Responsibility of The Students Through Games: Integrating Education Character in Lectures. Procedia - Social and Behavioral Sciences 123(2014), 196–203.

Fatmawati, E. T., & Sujatmika, S. (2018). Efektivitas Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar IPA Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis. WACANA AKADEMIKA: Majalah Ilmiah Kependidikan, 2(2), 163-171.

Character Education. (2010). (www.apsva.us/page/5410), diakses 12 September 2018.

McCormack, A. J. (1995). Trends and Issues in Science Curriculum. New York: Kraus International Publications.

Pala, A. (2011). The Need for Character Education. International Journal of Social Sciences and Humanity Studies, 3(2), 23-32.

Sriningsih, R.R. & Wijayanti, A. (2018). Bagaimana cara mengembangkan LKS IPA berbasis inquiry untuk SMP? Natural: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA, 6(1), 34-42.

Rolina, N. (2014). Developing Responsibility Character for University Student in ECE through Project Method. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 123(2014), 170–174.

Rumini, S., Mahmud, M.D., & Sundari, S. (1995). Psikologi pendidikan. Yogyakarta: UPP Universitas Negeri Yogyakarta.

Sari, D.S., & Wulanda, M.N. (2019). Pengembangan lembar kerja mahasiswa berbasis proyek dalam meningkatkan kemampuan berfikir kreatif mahasiswa. Natural: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA, 6 (1), 20-33.

Sardjijo & Ali, H. (2017). Integrating Character Building into Mathematics and Science Courses in Elementary School. International Journal of Environmental & Science Education, 12(6), 1547-1552.

Sarkim. (1998). Humaniora dalam Pendidikan Sains. Suwarno dkk. (Ed). Pendidikan Sanis yang Humanis (hlm.127-145).Yogyakarta: Kanisius.

Sauri, S. (November 2009). Revitalisasi Pendidikan Sains dalam Pembentukan Karakter Anak Bangsa untuk Menghadapi Tantangan Global. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Sains, di Universitas Negeri Yogyakarta.

Solihin, A.M., Prabowo, Y.T., Zakaria, M.Z., Hayati, L. (2016). Mengembangkan Tanggung Jawab Pada Anak. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sukardjo. (2008). Hand Out Evaluasi Pembelajaran Sains. Yogyakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.

Sumaji. (1998). Dimensi Pendidikan IPA dan Pengembangannya sebagai Disiplin Ilmu. Suwarno dkk. (Ed). Pendidikan Sanis yang Humanis (hlm.31-39).Yogyakarta: Kanisius.

Sumara, D., Humaedi, S., & Santoso, M.B. (2017). Kenakalan Remaja dan Penanganannya. Jurnal Penelitian dan PPM, 4(2), 246-353.

Wibowo, W.S. (2014). Peningkatan Hasil Belajar IPA Domain Application and Connection Siswa SMP Melalui Pembelajaran berbasis Model Learning Cycle Karplus. Proceeding Seminar Nasional Pendidikan Sains VI,582-587, Surabaya, Universitas Negeri Surabaya.

Yager, R.E. (1987). Assess All Five Domains of Science. The Science Teacher, 54(7), 33-37.




DOI: http://dx.doi.org/10.30738/natural.v6i2.5891

Article Metrics

Abstract view : 215 times
PDF (Bahasa Indonesia) - 112 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.