Baganisasi Petani Garam Desa Karanganyar Sumenep

Abd Salim, Campina Illa Prihantini, Hajjatul Mabruroh

Abstract

Bagi masyarakat Desa Karanganyar, Garam adalah satu-satunya yang paling berharga sedangkan Potensi laut yang ada belum dikelola secara baik salah satunya dengan menjadi Nelayan dengan mengelola Bagan. ketergantungan masyarakat Desa Karanganyar terhadap produksi garam sangat tinggi. Padahal produktivitas lahan garam hanya bisa dikerjakan di saat musim kemarau saja, praktis petani hanya bisa menggarap lahan/tambak garam berkisar 4-5 bulan saja di mulai sekitar bulan 6 sampai dengan bulan 10 (sesuai kebiasaan musim di madura) dan jika sudah masuk musim penghujan maka petani mulai menganggur, sesuai kebiasaan mayoritas masyarakat Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget ketika masuk musim penghujan petani garam menjadi pekerja serabutan, menjadi tukang becak, kuli angkut, atau pekerja kasar lain yang sekiranya bisa memenuhi kebutuhan. Jika petani garam tidak mendapatkan pekerjaan sampingan setelah musim penghujan tiba bisa di pastikan pendapatan petani garam yang selama 4-5 bulan tersebut adalah satu-satunya harapan untuk bertahan hidup. Bagi masyarakat Desa Karanganyar, Garam adalah satu-satunya yang paling berharga sedangkan Potensi laut yang ada belum dikelola secara baik salah satunya dengan menjadi Nelayan dengan mengelola Bagan.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.