Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Campuran Abu Sekam Padi Dan Kapur Padam Terhadap Uji Batas-Batas Atterberg

Rika Ardianti, Zainul Faizien Haza, Dewi Sulistyorini

Sari


Tanah lempung ekspansif atau tanah yang mudah mengalami kembang susut banyak dijumpai di daerah Indonesia. Tanah ekspansif (expansive soil) adalah istilah yang sering digunakan pada tanah yang mempunyai potensi pengembangan dan penyusutan yang tinggi oleh pengaruh perubahan kadar air. Tanah ekspansif akan menyusut bila kondisi kadar airnya berkurang, dan sebaliknya akan mengembang jika kadar air nya bertambah.

Stabilisasi tanah menjadi hal yang penting dan harus dilaksnakan dalam persiapan tanah dasar. Salah satu metode stabilisasi adalah dengan mencampur dengan bahan tambah yang mampu merubah sifat sifat tanah secara kimiawi. Abu sekam padi mengandung silika dan material pozzolan yang merupakan hasil dari pembakaran kulit padi yang umumnya hanya dibuang dan tidak dimanfaatkan.

Oleh karena sifat fisis dan mekanis tanah ekspansif tersebut, maka harus diperbaiki. Perbaikan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mencampur bahan stabilisasi abu sekam padi dan kapur dengan presentase penambahan abu sekamĀ  0%, 5%, 10% dan 15% sedangkan kapur 0%, 5%, 8% dan 10% dengan pengujian Atterberg limits.

Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan abu sekam padi dan kapur terbukti mengubah karakteristik sifat fisis tanah lempung ekspansif menjadi lebih baik dari kondisi awal. Presentase optimal didapat dari variasi campuran (tanah lempung ekspansif + abu sekam padi 10% + 8% kapur).


Kata Kunci


Tanah lempung ekspansif, Stabilisasi, Abu sekam padi

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##