Pengaruh Penambahan Kapur Padam Dan Abu Sekam Padi Pada Tanah Lempung Ekspansif Terhadap Nilai Pemadatan

Riki Uning, Zainul Faizien Haza, Dimas Langga Chandra Galuh

Sari


Tanah lempung ekspansif adalah tanah yang memiliki sifat kembang susut yang besar dan perilakunya sangat dipengaruhi oleh air. Uji pemadatan sering digunakan untuk menentukan hubungan kadar air dan berat volume, dan untuk mengevaluasi tanah agar memenuhi syarat kepadatan, maka pada umumnya dilakukan uji pemadatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kapur padam dan abu sekam padi yang digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah lempung yang berasal dari Godong, Grobogan, Jawa Tengah, terhadap nilai pemadatan, kemudian dicari prosentase variasi campuran kapur padam dan abu sekam padi yang menghasilkan nilai kepadatan maksimum. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sifat-sifat fisis dan pengujian pemadatan. Prosentase campuran yang digunakan adalah 0%, 5%, 8%, 10%,15% untuk kapur padam sedangkan 0%, 10%, 12%, 15%, 18% untuk abu sekam padi. Hasil pengujian sifat-sifat fisis yaitu diperoleh berat jenis 2,498gr/cm3 dan lolos saringan No.200 adalah 96,71%. Adapun hasil menurut sistem klasifikasi AASHTO tanah ini termasuk dalam kelompok A-6, sedangkan menurut klasifikasi USCS tanah tanpa campuran tergolong dalam tanah lempung tak organik. Prosentase campuran kapur padam dan abu sekam padi yang optimal untuk stabilisasi tanah ekspansif adalah 5% kapur dan 10% abu sekam padi dengan perolehan nilai berat volume kering maksimum sebesar 2,292gr/cm3 dan kadar air optimum sebesar 28,079%. 


Kata Kunci


Lempung Ekspansif, Kapur Padam, Abu Sekam Padi, Pemadatan

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##