Pengaruh Komposisi Agregat Kasar Terhadap Campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC)

Desi Ariyanti, Widarto Sutrisno, Zainul Faizien Haza

Sari


Aspal material utama pada konstruksi lapis perkerasan lentur (flexible pavement) jalan raya, yang memiliki fungsi sebagai bahan campuran bahan pengikat agregat karena mempunyai daya lekat yang kuat, mempunyai sifat adhesive yaitu kedap air dan mudah untuk dikerjakan. Aspal merupakan bahan yang plastis yang dengan kelenturannya akan mudah untuk dicampur dengan agregat. Aspal sangat tahan terhadap asam, alkali dan juga garam-garam, pada suhu atmosfir aspal akan berupa benda padat atau semi padat dan bersifat termoplastis. Jadi aspal akan mudah mencair jika dipanaskan dengan temperatur tertentu dan kembali jika temperatur turun, pada saat aspal menjadi lunak atau cair aspal akan mudah untuk membungkus partikel agregat pada pembuatan aspal beton.

Agregat adalah salah satu dari bahan material beton yang berupa sekumpulan batu pecah, kerikil, pasir baik berupa hasil alam atau lainnya. Agregat merupakan material yang digunakan dalam adukan beton yang membentuk suatu semen hidrolis. Agregat yang digunakan dalam campuran beton dapat berupa agregat alam atau buatan.

Oleh karena itu pengujian agregat yang dilakukan penelitian ini adalah keausan, berat jenis dan penyerapan kelekatan terhadap aspal. penelitian ini adalah mencampur bahan agregat dan aspal dengan presentase 40%, 40%, 42% dan kadar aspal 5%, 5,5%, 5,8%, 6%, dan 7% dengan pengujian marshall.

Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh proporsi agregat mengakibatkan  mengubah karakteristik marshall naik tetap baik dari kondisi awal. Campuran terbaik didapat dai variasi campuran (agregat kasar + kadar aspal 42% + 5,8%) campuran ini mampu menurunkan rongga didalam agregat (VMA).


Kata Kunci


Aspal, Agregat, Marshall

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##