Model Hujan-Aliran Terdistribusi Berbasis Analisis Dan Interpretasi Parameter Fisik DAS (Studi Kasus DAS Kali Belik Hulu, Daerah Istimewa Yogyakarta)

Saifurridzal, Rachmad Jayadi, Joko Sujono

Sari


Limpasan hujan pada studi kasus DAS Kali Belik Hulu D.I. Yogyakarta lebih mengarah kepada proses dan mekanisme limpasan permukaan (surface runoff) apabila dilihat dari kondisi fisik DAS tersebut (urban) yang didominasi oleh kawasan terbangun (perumahan) kedap air (impervious) dan aliran air lebih banyak terjadi di atas permukaan lahan/tanah (overland flow) sebagai komponen penyusun limpasan. Analisis model limpasan permukaan DAS urban (event) menerapkan metode Hidrograf (lumped/black-box) dan ModClark (distributed/grey-box)dengan parameter masukan un-tuk struktur modelnya dari hasil analisis parameter fisik DAS seperti data geometri (luas, panjang, le-bar, keliling) DAS, kemiringan lereng (slope) DAS, luas klasifikasi tata guna lahan dan jenis tanah. Prinsip fisik yang berlaku dalam sistem seperti kontinuitas dan konservasi massa (konsep determinis-tic) ikut diperhitungkan untuk kedua model tersebut. Hidrograf limpasan langsung dari hasil analisis kedua model dengan data RSS dan proses pengerjaan GIS di softwareWMS menunjukkan kesamaan yang cukup ideal dan identik terhadap hasil interpretasi secara langsung terkait pola dan sifat limpa-sannya dari data parameter fisik DAS seperti bentuk radial dari pola aliran (alur sungai) dan bentuk DAS, indeks nilai kerapatan sungai dari alur sungai dan sistemnya (orde), serta aspek kajian daerah resapan DAS. Hasil analisis dan interpretasi tersebut memperlihatkan pola dan sifat limpasan dengan reaksi yang cepat (jarak antara waktu turunnya hujan menjadi limpasan hampir bersamaan) hingga mencapai debit puncak, waktu konsentrasi (waktu yang dibutuhkan untuk air hujan mengalir dari lo-kasi terjauh dalam DAS menuju ke titik outlet) cepat dan singkat dengan bentuk hidrograf runcing/lancip serta waktu berlangsungnya limpasan (time base) cukup pendek (durasi kejadiannya singkat).

Limpasan hujan pada studi kasus DAS Kali Belik Hulu D.I. Yogyakarta lebih mengarah kepada proses dan mekanisme limpasan permukaan (surface runoff) apabila dilihat dari kondisi fisik DAS tersebut (urban) yang didominasi oleh kawasan terbangun (perumahan) kedap air (impervious) dan aliran air lebih banyak terjadi di atas permukaan lahan/tanah (overland flow) sebagai komponen penyusun limpasan. Analisis model limpasan permukaan DAS urban (event) menerapkan metode Hidrograf (lumped/black-box) dan ModClark (distributed/grey-box)dengan parameter masukan un-tuk struktur modelnya dari hasil analisis parameter fisik DAS seperti data geometri (luas, panjang, le-bar, keliling) DAS, kemiringan lereng (slope) DAS, luas klasifikasi tata guna lahan dan jenis tanah. Prinsip fisik yang berlaku dalam sistem seperti kontinuitas dan konservasi massa (konsep determinis-tic) ikut diperhitungkan untuk kedua model tersebut. Hidrograf limpasan langsung dari hasil analisis kedua model dengan data RSS dan proses pengerjaan GIS di softwareWMS menunjukkan kesamaan yang cukup ideal dan identik terhadap hasil interpretasi secara langsung terkait pola dan sifat limpa-sannya dari data parameter fisik DAS seperti bentuk radial dari pola aliran (alur sungai) dan bentuk DAS, indeks nilai kerapatan sungai dari alur sungai dan sistemnya (orde), serta aspek kajian daerah resapan DAS. Hasil analisis dan interpretasi tersebut memperlihatkan pola dan sifat limpasan dengan reaksi yang cepat (jarak antara waktu turunnya hujan menjadi limpasan hampir bersamaan) hingga mencapai debit puncak, waktu konsentrasi (waktu yang dibutuhkan untuk air hujan mengalir dari lo-kasi terjauh dalam DAS menuju ke titik outlet) cepat dan singkat dengan bentuk hidrograf runcing/lancip serta waktu berlangsungnya limpasan (time base) cukup pendek (durasi kejadiannya singkat).

Limpasan hujan pada studi kasus DAS Kali Belik Hulu D.I. Yogyakarta lebih mengarah kepada proses dan mekanisme limpasan permukaan (surface runoff) apabila dilihat dari kondisi fisik DAS tersebut (urban) yang didominasi oleh kawasan terbangun (perumahan) kedap air (impervious) dan aliran air lebih banyak terjadi di atas permukaan lahan/tanah (overland flow) sebagai komponen penyusun limpasan. Analisis model limpasan permukaan DAS urban (event) menerapkan metode Hidrograf (lumped/black-box) dan ModClark (distributed/grey-box)dengan parameter masukan un-tuk struktur modelnya dari hasil analisis parameter fisik DAS seperti data geometri (luas, panjang, le-bar, keliling) DAS, kemiringan lereng (slope) DAS, luas klasifikasi tata guna lahan dan jenis tanah. Prinsip fisik yang berlaku dalam sistem seperti kontinuitas dan konservasi massa (konsep determinis-tic) ikut diperhitungkan untuk kedua model tersebut. Hidrograf limpasan langsung dari hasil analisis kedua model dengan data RSS dan proses pengerjaan GIS di softwareWMS menunjukkan kesamaan yang cukup ideal dan identik terhadap hasil interpretasi secara langsung terkait pola dan sifat limpa-sannya dari data parameter fisik DAS seperti bentuk radial dari pola aliran (alur sungai) dan bentuk DAS, indeks nilai kerapatan sungai dari alur sungai dan sistemnya (orde), serta aspek kajian daerah resapan DAS. Hasil analisis dan interpretasi tersebut memperlihatkan pola dan sifat limpasan dengan reaksi yang cepat (jarak antara waktu turunnya hujan menjadi limpasan hampir bersamaan) hingga mencapai debit puncak, waktu konsentrasi (waktu yang dibutuhkan untuk air hujan mengalir dari lo-kasi terjauh dalam DAS menuju ke titik outlet) cepat dan singkat dengan bentuk hidrograf runcing/lancip serta waktu berlangsungnya limpasan (time base) cukup pendek (durasi kejadiannya singkat).


Kata Kunci


model hujan-aliran terdistribusi, ModClark, WMS, parameter fisik DAS, RSS, GIS

Teks Lengkap:

PDF

Article Metrics

Sari view : 91 times
PDF - 109 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##