Pengaruh Pengecoran Beton Normal Di Tanah Lempung Terhadap Kuat Tekan Beton

Gregorius Aditya Baskara, Ida Bagus Agung, Lilik Hendro Widaryanto

Sari


Beton menjadi bahan material bangunan yang paling banyak digunakan, maka dari itu kualitas beton yang baik akan sangat mendukung keamanan dari segi ketahanan struktur. Elemen penting dalam membentuk campuran beton adalah bekisting Pada proyek drainase, begisting dinding drainase sering kali diabaikan dan akibatnya pada saat pengecoran, campuran beton tersebut langsung bersentuhan dengan lapisan galian tanah (tanpa begisting).Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan kuat tekan beton normal (silinder) dengan beton yang dicor langsung ke tanah lempung (tanpa silinder).

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbandingan kuat tekan beton normal (silinder) dengan beton yang di cor langsung pada galian tanah (tanpa silinder) pada umur beton 28 hari. Pengujian dilakukan menggunakan metode eksperimen di laboratorium.

Sebelum melakukan pengujian kuat tekan beton, lokasi tanah lempung yang akan digunakan untuk sampel diuji terlebih dahulu dan mendapatkan hasil pengujian fisis tanah di Desa Tamantirto, Kasihan, Kabupaten Bantul yaitu kadar air tanah pada metode pengecoran langsung di tanah sebelum dilakukan pengecoran nilai rata-rata 11,24 % dan sesudah dilakukan pengecoran nilai rata-rata 22,3 %, berat jenis tanah sebesar 0,48, batas cair sebesar 69,59%, batas plastis sebesar 57,31%, plastic indeks sebesar 12,28 % dan koefisien permeabilitas 0,0004088 cm/s. Kemudian, hasil pengujian pengaruh pengecoran beton normal di tanah lempung terhadap kuat tekan beton di dapat kuat tekan beton dengan metode silinder rata-rata 19,3 MPa sedangkan kuat tekan beton dengan metode pengecoran langsung di tanah rata-rata 9 MPa.

Kata Kunci


kuat tekan, campuran beton, tanah lempung

Teks Lengkap:

PDF

Article Metrics

Sari view : 10 times
PDF - 6 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##