PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HASIL PELATIHAN DI BALAI LATIHAN KERJA

Sumini Sumini

Sari


Kebutuhan tenaga kerja yang handal dan siap pakai merupakan kebutuhan pokok untuk membangun bangsa Indonesia. Pada Agustus 2017, Badan Pusat statistik mencatat masih adanya tingkat pengangguran terbuka, hal ini salah satunya dikarenakan tidak adanya sistem pembelajaran yang link and match dengan kebutuhan industri. Penyelenggaraan program pelatihan oleh Balai Latihan Kerja memiliki peranan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia. Balai Latihan Kerja harus selalu melakukan terobosan agar menghasilkan lulusan yang berkualitas, materi yang diajarkan disusun berdasarkan SKKNI dan hasil analisis kebutuhan industri. Pengembangan modul pelatihan merupakan salah satu cara untuk menjembatani kesenjangan antara pencari kerja dan industri. Modul pelatihan berorientasi pada pelatihan berbasis kompetensi yang diformulasikan menjadi tiga buku yaitu buku informasi, buku kerja dan buku penilaian. Pengembangan modul pelatihan terdiri dari empat tahap. (1) Tahap perencanaan meliputi penyiapan SKKNI atau standar kompetensi yang akan dibuat dan penyiapan referensi terkait. (2) Tahap penulisan modul dilakukan dengan penyusunan dan pengorganisasian materi/substansi pelatihan. (3) Tahap review dan uji coba dilakukan untuk memperoleh masukan dalam upaya perbaikan modul. (4) Tahap finalisasi merupakan tahap akhir pengembangan modul setelah dilakukan revisi. Penetapan modul pelatihan dilakukan oleh institusi yang bertangung jawab terhadap penyelenggaraan pelatihan.

Kata kunci : Pelatihan, Pengembangan Modul


Teks Lengkap:

PDF

Article Metrics

Sari view : 40 times
PDF - 1527 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.