KONSEP TUT WURI HANDAYANI DALAM PEMBELAJARAN PRAKTIK DI SMKN 5 YOGYAKARTA

Tin Dels Marce Ndawu

Sari


Konsep Tut wuri handayani tidak lepas dari Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, yang berarti di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, dan di belakang memberi dorongan. Ketiga konsep ini dikenal dengan Trilogi Ki Hajar Dewantara, menjadi satu kesatuan yang membentuk seorang pemimpin atau pendidik dalam perusahaan atau sekolah. Hubungan konsep Tut wuri handayani dalam praktik pembelajaran yaitu, mengarahkan peserta didik pada kemandirian yang kelak akan mampu berkarya dan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan deskriftif, observasi, wawancara, dan dokumen. Pendekatan ini meninjau suatu permasalahan yang ditimbulkan saat pembelajaran praktik berlangsusug. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Tutwuri handayani relevan digunakan dalam pembelajaran praktik di SMKN 5 Yogyakarta. kelemahan konsep Tut wuri handayani karena menggunakan bahasa Jawa, karena Indonesia terdiri dari berbagai suku dan bahasa. Meskipun demikian, seorang pemimpin yang baik akan cenderung menggunakan konsep yang telah ditetapkan oleh Ki Hajar Dewantara. Kata Kunci : Konsep Tut wuri handyani, Pembelajaran Praktik

Teks Lengkap:

PDF

Article Metrics

Sari view : 78 times
PDF - 274 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.