PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF KI HADJAR DEWANTARA DALAM MEMBENTUK GENERASI UNGGUL ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Heri Maria Zulfiati

Sari


Era revolusi industri 4.0 yang terjadi saat ini di ditandai dengan serbuan digitalisasi dan otomatisasi yang menyebabkan manusia tidak lepas dari gawai dan internet. Manusia merupakan subyek yang berperan mengatur dan menentukan konektivitas itu. Orang yang memiliki karakter kuat akan sukses membangan konektivitas dalam jejaring berbasis internet. Sifat-sifat inovatif, kreatif, jujur, disiplin sangat dipersyaratkan untuk eksis dalam suatu jaringan. Itulah sebabnya pendidikan karakter bagi siswa kita sangat diperlukan.  Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran dan pemikiran Ki Hadjar Dewantara atau ajaran Tamansiswa masih sangat relevan dengan pendidikan saat ini, hal ini dikarenakan Ki Hadjar Dewantara  mengajarkan berbagai hal dalam pembentukan karakter bangsa dan sangat membumi serta berakar pada budaya nusantara antara lain Tutwuri Handayani, Pancadharma, Among, yang berbasis pada Trikon (kontinuitas, konvergensi, dan konsentrisitas), Tripusat pendidikan (keluarga, sekolah, masyarakat), Tringga (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni)

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Agus, C (2017). Revitalisasi Ajaran Luhur Ki Hdjar Dewantara: Pendidikan Karakter bagi Generasi Emas Indonesia. Jurnal Sejarah Abad, 1 (1), 49-64.

Barmawi dan M. Arifin. (2012). Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media

Dewantara, K. (1977). Bagian pertama: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

_________ (1977) Karya Ki Hadjar Dewantara, bagian kedua: Kebudayaan. Yogyakarta Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

_________ (1951). Hal Pendidikan; Diktat K.H.D. Pusara. Djilid XIII No.3, 59-64

__________(2009), Menuju Manusia Merdeka. Yogyakarta: Leutika.

Muthoifin, & Jinan, M. (2015). Kritis Pemikiran Karakter Dan Budi Pekerti Dalam. Profetika Jurnal Studi I Slam, 16(2), 167–180.

Tilaar. H.A.R. (2002). Pendidikan, Kebudayaan dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung, PT Remaja Rosdakarya.

____________. (2012). Perubahan Sosial dan Pendidikan, Pedagogi Transformatif untuk Indonesia. Yogyakarta, Rineka Cipta.

Lickona, T.. (2004). Educating for character. New York: Bantam Books.

Moh Yamin. (2009). Menggugat Pendidikan Indonesia; Belajar dari Paulo Freire dan Ki Hadjar Dewantara. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Subekti, N. B. (2015). No Title. Sindonews.Com. Retrieved from https://nasional.sindonews.com/read/980100/162/memaknai-kembali-konsep-pendidikan-ki-hadjar-dewantara-1427086654.

Sopindi. (2014). Integrasi Modal Sosial dan Budaya dalam Pengembangan Nilai-nilai Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Modern Aas-Sakinah Sliyeg Indramayu. Jurnal Holistik. Volume 15 Nomor 02. (287-293).

Winarno Surakhmad, dkk. (2003). Mengurai Benang Kusut Pendidikan. Jakarta: Transformasi.

Wulandari, N. R. (2016). Implementasi Sistem Among dalam Penanaman Karakter di Kelas IV SD Taman Muda Ibu Pawiyatan. Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 33(5), 360–373.


Article Metrics

Sari view : 195 times
PDF - 166 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.