PENGUATAN LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI KUNJUNGAN PERPUSTAKAAN

Andika Aldi Setiawan, Anang Sudigdo

Sari


Artikel ini mendeskripsikan tentang penguatan literasi siswa sekolah dasar melalui kunjungan perpustakaan. Sekolah dasar dipilih sebagai sarana penanaman literasi karena diharapkan dengan pembiasaan literasi sejak usia dini, siswa dapat memperoleh kebiasaan berliterasi sebagai bekal untuk menghadapi masa yang akan datang. Terdapat banyak kebijakan pemerintah yang diterapkan di sekolah dasar mengenai literasi. Pemerintah sadar akan pentingnya literasi bagi siswa sekolah dasar karena semakin baik pendidikan di suatu negara semakin baik pula kemampuan literasi di negara tersebut. Literasi meliputi empat aspek kemampuan berbahasa yaitu membaca, menulis, menyimak, dan berbicara.  Salah satu penunjang literasi yang paling umum adalah perpustakaan. Sekolah dapat menerapkan program kunjungan perpustakaan. Program kunjungan perpustakaan adalah kegiatan yang sudah tersusun dan terencana yang di terapkan kepada siswa secara wajib untuk mengunjungi perpustakaan dan melaksanakan kegiatan literasi. Literasi dianggap penting karena dengan literasi akan membuka wawasan dan pengetahuan yang lebih luas. Artikel ini juga menjelaskan bagaimana tahap-tahap penanaman literasi.

 

Kata kunci: literasi, perpustakaan, Sekolah Dasar

 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abidin, Yunus. dkk. (2017). Pembelajaran Literasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Bafadal, Ibrahim. (2015). Pengelolaan Perpustakaan Sekolah.Jakarta: Bumi Aksara.

Dalman. (2013). Ketrampilan Membaca . Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Dikdasmen. (2016). Panduan gerakan Literasi Sekolah . Jakarta: Kemendikbud.

Dewi Utami Faizah. dkk. (2016). Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan.

Fransiska, Carolina. (2013). “Peningkatan Kemampuan Menyimak Isi Cerita Dengan Menggunakan Media Audio Storytelling Terekam di Kelas V SDN 3 Panarung Palangka Raya”. Jurnal Pendidikan Humaniora. (Vol.1 Nomor 3). Hlm 289-287.

Iskandarwassid dan Danang Sunendar. 2009. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mangnga, A. (2015). Peran Perpustakaan Sekolah Terhadap Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jupiter Vol.17 Nomor 1, 38-41.

Mabruri, Zuniar Kamaluddin dan Ferry Aristya. (2017). Peningkatan Ketrampilan Berbicara Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas IV melalui Penerapan Strategi Role Playing SD Negeri Ploso 1 Pacitan, Naturalistic, Vol .1 Nomor 2. 112-117.

Permatasari, A. (2015). Membangun Kualitas Bangsa dengan Budaya Literasi. Prosiding Seminar nasional Bulan Bahasa UNIB”, 146-156.

Priyatni, E. T. (2015). Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Rahim, Ffarida. (2008). Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Sismulyasih, Nugraheti. (2015). Peningkatan Keterampilan Menulis Manuskrip Jurnal Imliah Menggunakan Strategi Synergetic Teaching Pada Mahasiswa PGSD Unnes. Jurnal Primary Programe Study Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, Vol.4 Nomor 1, 64-70.

Sudiati dan Nurhidayah. (2017). Pengembangan Bahan Ajar Membaca Pemahaman Berdasarkan Stategi PLAN (Predict, Locate, Add, Note) Untuk Siswa Kelas VII. LITERA, Vol. 16 Nomor 1, 114-128.

Tarigan, Henry Guntur. (2008). Berbicara sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.

Umar, Touku. (2013). Perpustakaan Sekolah dalam Menanamkan Budaya Membaca. KHIZANAH AL-HIKMAH, Vol.1 Nomor 2, 123-130.

Wandasari, Y. (2017). Implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) Sebagai Pembentuk Pendidikan Berkarakter. JMKSP, Vol.1 Nomor 1, 325-343.


Article Metrics

Sari view : 78 times
PDF - 54 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.