Kebijakan sekolah berwawasan lingkungan dan mitigasi bencana (SWALIBA) di SMA Negeri 2 Klaten

dianita hastiningrum

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Mengapa perlu Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana (Swaliba) di SMA Negeri 2 Klaten 2) Tujuan Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana 3) Program Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana 4)  Pengelolaan program Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana 5) Sarana yang diperlukan dalam program Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana 6) Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan program Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu usaha untuk mengungkap fakta, keadaan, fenomena dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru dan siswa SMA Negeri 2 Klaten. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk memeriksa keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian ini adalah 1) Mengapa perlu Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana (Swaliba) di SMA Negeri 2 Klaten  sebagai sekolah percontohan dilatarbelakangi keberadaan wilayah Klaten pada jalur patahan di daratan ditandai perbukitan patahan Baturagung. Klaten juga berada di wilayah gunung Merapi yang aktif 2) Tujuan Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana adalah gerakan ini diharapkan akan memunculkan para siswa dan guru lebih aktif dalam melakukan aktivitas mitigasi bencana serta pengelolaan lingkungan hidup bukan hanya di area sekolah melainkan diharapkan mampu mempraktekkan di lingkungan tempat tinggal masing-masing sehingga bisa menarik masyarakat yang lebih luas untuk melakukan tindakan yang sama dalam mitigasi bencana serta pengelolaan lingkungan hidup 3) Program Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana Program Swaliba meliputi Catur Program Swaliba meliputi Blue sebagai simbol udara langit bersih, Green sebagai simbol dijaga dengan berbagai pohon, Clean sebagai simbol bersih dan Health sebagai simbol menjaga kesejukan, 4)  Pengelolaan program Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana : (1) Pengembangan kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan dan kebencanaan 40 %, (2) Pengembangan kurikulum berbasis lingkungan dan kebencanaan 30 %, (3) Pengembangan  kegiatan lingkungan dan kebencanaan berbasis partisipatif  20 %, (4)                Pengembangan dan atau Pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan dan terkait kebencanaan 10 % 5) Sarana yang diperlukan bangunan tahan bencana/gempa, resapan air, biopori, saluran dan kolam, taman belajar, tempat sampah, tempat evakuasi, alat evakuasi, pohon dan namanya, apotik hidup, tanaman hias, denah dan arah penyelamatan, peta bencana dan lokasi sekolah, Earlywarning system, kurikulum lingkungan hidup dan bencana, tanda dan rambu-rambu, kantin yang sehat, alat pemantau lingkungan hidup dan bencana 6) Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan program Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana yaitu lemahnya kesadaran tentang Pendidikan Mitigasi Bencana, rendahnya pengaplikasian teori tentang mitigasi bencana, tidak semua guru mendukung kebijakan mitigasi bencana, kekurangan dana dalam melaksanakan kegiatan dan sulitnya mencari percontohan sekolah yang menerapkan kebijakan mitigasi bencana.

 

Kata Kunci: Sekolah Berwawasan Lingkungan, Mitigasi Bencana


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bayu Samudra. (2015). Kebijakan Sekolah tentang Mitigasi Bencana di SMA Negeri 2 Klaten (Penelitian). Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.

David Rizaldy. (2018). Implementasi Pendidikan Mitigasi Bencana di Sekolah-Sekolah di Indonesia sebagai Upaya Pembentukan Karakter Siswa Siap Siaga 1 (Seminar Mahasiswa). Semarang : Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.

Ellen Landriany. (2013). Implementasi Kebijakan Adiwiyata dalam Upaya Mewujudkan Pendidikan Lingkungan Hidup Pada Sekolah Menengah Atas (SMA) Kota Malang (Tesis). Malang : Program Studi Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang.

Lilik Eko Setiyowati. (2017). Pemberdayaan Guru Menuju Sekolah Adiwiyata Di SD Negeri Sine 1 Sragen (Tesis). Surakarta : Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

M. Nazir. (1985). Metode Penelitian, Jakarta : Galia.

S. Margono. (2004). Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta : PT Rineka Cipta.

Sudarwan Danim. (2002). Menjadi Peneliti Kualitatif, Bandung : Pustaka Setia.

Untung Wahyuhadi. (2012). Pengelolaan Sekolah Adiwiyata di SMK Negeri 1 Salatiga (Tesis). Surakarta : Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.


Article Metrics

Sari view : 7 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.