FILM 99 CAHAYA DI LANGIT EROPA YANG MEREPRESENTASIKAN FILM AS SOCIAL PRACTICE BAGI WANITA MUSLIMAH

Syaiful Qadar Basri

Sari


Tujuan dari penelitian ini yakni Pertama, untuk mengkaji secara mendalam mengenai fungsi film sebagai media edukasi dan social practice bagi masyarakat Indonesia. Kedua, untuk mengetahui apakah tokoh Hanum, Fatma, dan Marion dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa  menjadi representasi seorang wanita muslimah yang memegang teguh ajaran agamanya, sekalipun berada di negara yang menganggap Islam masih menjadi agama minoritas.  Pada pengkajian analisis ini, peneliti memfokuskan pada film 99 Cahaya di Langit Eropa karya Guntur Soeharjanto yang rilis pada 29 November 2013. Film yang bergenre drama religi tersebut mengekspose nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita yang mengisahkan kehidupan seorang wanita muslimah bernama Hanum dan Fatma, dan bersetting di Indonesia, Austria, dan Perancis. Film 99 Cahaya di Langit Eropa, produser ingin memunculkan nilai edukasi dan social practice masyarakat ketika dihadapkan pada tayangan film yang bernilai religi dan sarat akan pesan-pesan sosial di dalamnya. Selain itu, di dalam film tersebut, setelah dikaji dengan menggunakan teori semiotika Barthes, ditemukan bahwa di film tersebut mengandung makna denotasi, konotasi, serta mitos yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Setiap film yang dimunculkan ke masyarakat tentu memiliki pesan tersirat yang ingin disampaikan. Bagaimana tokoh tersebut menempakan atau memposisikan dirinya sebagai muslimah yang taat pada agamanya di tengah negara yang memarjinalkan dirinya juga menjadi salah satu nilai yang ingin disampaikan kepada masyarakat agar mereka memahami lebih dalam lagi bahwa setiap film yang diciptakan tentu memiliki fungsinya tersendiri. Apakah film tersebut berfungsi sebagai seni atau hiburan, ataukah berfungsi sebagai media edukasi dan social practice bagi masyarakat.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Azhar & Matsumura, K. (2010). A study of ‘Kenry’ in Japanese and ‘hak’ in Indonesian. Humaniora 22 (1), 22-30.

Alkhajar, Eka Nada Shofa. 2007. “Patriotisme dalam Film, Critical Discourse Analysis Film Pagar Kawat Berduri”. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Ary, Donald, et al. 2002. Introduction to Research in Education (6th Edition). USA: Thomson Lerning.

Dahliana, Syahri. 2011. Analisis Semiotik Film Freedom Writers. Diakses pada tanggal 9 Mei 2016 melalui http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/2872/1/DAHLIANA%20SYAHRI-FDK.PDF

Hidayat, Fajri. ― . Sejarah Film dan Penyusunnya. Diakses pada tanggal 2 Mei 2016 melalui website http://www.academia.edu/8970889/SEJARAH_FILM_DAN_PENYUSUNANNYA

Fiske, John. 2004. Cultural and Communication Studies: Pebuah Pengantar Paling Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.

Irawanto, Budi. 1999. Film, Ideologi dan Militer, Hegemoni Militer dalam Sinema Indonesia. Yogyakarta: Media Pressindo.

Iswidayati, Sri. 2006. Rolland Barthes dan Mithologi. Diakses pada tanggal 9 Mei 2016 melalui https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=3&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwjPtu-7i7DKAhVVjo4KHd68AqsQFggnMAI&url=http%3A%2F%2Fjournal.unnes.ac.id%2Fnju%2Findex.php%2Fimajinasi%2Farticle%2Fdownload%2F1441%2F1567&usg=AFQjCNGrcfBVW8PlbmISWFKxOg0NjDdcaw&sig2=gjXeqQ2Oa_SAfRhWtG6eSA&bvm=bv.112064104,d.c2E

Kellner, Douglas. 2010. Budaya Media-Cultural Studies, Identitas, dan Politik: Antara Modern dan Postmodern. Yogyakarta: Jalasutra.

Nugroho, Garin. 1995. Hiburan dan Kekuasaan. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.

Nurhayati. 2016. “Hijab” antara Pilihan dan Kewajiban. Artikel ini diakses pada tanggal 9 Mei 2016 melalui http://www.eramuslim.com/akhwat/muslimah/hijab-antara-pilihan-dan-kewajiban.htm#.VzU_XNJ9600

Pawito. 2007. Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta: LkiS Pelangi Nusantara.

Shofa, Eka Nada. 2010. Masa-masa Suram Dunia Perfilman Indonesia. Jurnal Komunikasi Massa Vol. 3 No. 1 Januari 2010. Diakses pada tanggal 2 Mei 2016 melalui website https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=rja&uact=8&sqi=2&ved=0ahUKEwj5ltSFsr_MAhWWC44KHdjaDYMQFghMMAc&url=http%3A%2F%2Fwww.jurnalkommas.com%2Fdocs%2FMasa%2520Suram%2520Perfilman%2520Ind.pdf&usg=AFQjCNHejs1txEhwnCvCgjElLc7h717ZVw&sig2=Dy9zPBYaLah9qQxDAGZaSQ&bvm=bv.121099550,d.c2E

Sobur, Alex. 2004. Analisis Teks Media: Suatu Pengantar untuk Analisis Wacana, Analisis Semiotik, dan Analisis Framing. Jakarta: Rosda.

Swastika, Vanessa Mayrahma. 2015. Perkembangan Teknologi di Indonesia. Artikel ini diakses pada tanggal 3 Mei 2016 melalui website http://www.kompasiana.com/vanessams/perkembangan-teknologi-di-indonesia_55547634b67e615e14ba545b

Syata, Novitalista. 2012. Makna Cantik di Kalangan Mahasiswa dalam Perspektif Fenomenologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, Makassar. Diakses pada tanggal 9 Mei 2016 melalui http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/1458/MAKNA%20CANTIK.pdf

Wulandhari, Retno. 2016. Hari Hijab Internasional Tegaskan Identitas Muslimah. Artikel diakses pada tanggal 9 Mei 2016 melalui http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/02/01/o1v7wb313-hari-hijab-internasional-tegaskan-identitas-muslimah

― . 2009. UUD 1945 dan Amandemen. Yogyakarta: Pustaka Yustisia




DOI: http://dx.doi.org/10.30738/sosio.v4i2.2863

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Sosiohumaniora: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora

ISSN 2443-180X (cetak)

ISSN 2579-4728 (online)

______________________________________________________________________________________________________

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Flag Counter