MANAJEMEN LABORATORIUM SENI, BUDAYA, DAN FILM DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH BERBASIS BUDAYA

Nur Rohmah Handayani

Sari


Tujuan penelitian ini meliputi: (1) Mengetahui manajemen laboratorium seni budaya dan film dalam mewujudkan sekolah berbasis budaya di SMA Negeri 2 Wates Kulon Progo yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan; (2) Mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat manajemen laboratorium seni budaya dan film di SMA Negeri 2 Wates Kulon Progo; dan (3) Mengetahui wujud budaya dengan penerapan manajemen laboratorium seni budaya dan film di SMA Negeri 2 Wates Kulon Progo. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 2 Wates Kulon Progo. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, kepala laboratorium, guru, komite sekolah, orang tua siswa dan siswa SMA Negeri 2 Wates. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang meliputi pengumpulan data reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Manajemen laboratorium seni budaya dan film dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan maupun pengawasan dalam mewujudkan sekolah berbasis budaya di SMA Negeri 2 Wates Kulon Progo sudah cukup optimal. (2) Faktor-faktor yang mendukung manajemen laboratorium seni budaya dan film di SMA Negeri 2 Wates meliputi: ketersediaan sarana prasarana, ketersediaan tenaga pendidik dan kependidikan, dan ketersediaan dana yang memadai. Faktor-faktor penghambat meliputi: belum tersedianya tenaga laboran. (3) Wujud budaya dengan penerapan manajemen laboratorium seni budaya dan film di SMA Negeri 2 Wates Kulon Progo adalah adanya peningkatan pelestarian seni dan budaya melalui manajemen laboratorium seni budaya dan film di SMA Negeri 2 Wates.

Kata kunci: manajemen laboratorium, sekolah berbasis budaya


Referensi


Andi Prastowo. 2012. Manajemen Perpustakaan Sekolah Profesional. Yogyakarta: Diva Press.

Depdikbud. 1999. Panduan Manajemen Sekolah. Jakarta: Direktorat Pendidikan Mene-ngah Umum.

Depdiknas, 2004. Pengelolaan Laboratorium Sekolah dan Manual Alat IPA. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Didi Wahyu Surdirman. 2011. Pengelolaan Laboratorium Pendidikan Administrasi Perkantoran. Jurnal Efisiensi (Vol. XII Nomor 2). Hlm. 56-65.

Erlina Yaman. 2016. Pengoptimalan Peran Kepala Labor dalam Menunjang Pembelajaran IPA di SMPN 7 Kubung. Jurnal Penelitian Guru Indonesia - JPGI (2016) Vol 1 No 1,.

Jo Bryson. 2006. Managing Information Services. Burlington: Asthage.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, 2018, Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Fasilitasi Laboratorium Seni Budaya di Satuan Pendidikan Tahun 2018, Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Kebudayaan Direktorat Kesenian.

Lasa Hs. 2013. Manajemen Perpustakaan Sekolah/Madrasah. Yogyakarta: Ombak.

Luther Gulick. 2005. Educational Administration. New York: McGraw Hill co.

M. Manullang. 2005. Dasar-Dasar Manajemen. Yogyakarta: UGM PRESS.

Richard Decaprio. 2013. Tips Mengelola Laboratorium Sekolah. Yogyakarta: Diva Press.

Subiyanto. 1998. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Depdikbud.

Sudjana. 2000. Manajemen Program Pengajaran. Bandung: Falah Production.

Sugiyono, 2008. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.




DOI: http://dx.doi.org/10.30738/sosio.v5i1.4046

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Sosiohumaniora: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora

ISSN 2443-180X (cetak)

ISSN 2579-4728 (online)

______________________________________________________________________________________________________

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.

Flag Counter