EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TAI DIBANDING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA

sudarwanti sudarwanti

Sari


Pnelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran tipe TAI terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini adalah peneltian eksperimen semu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama.            Hasil penelitian ini adalah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TAItidak lebih efektif digunakan () dengan 1,508 < 4.00; siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi, mempunyai hasil belajar matematika yang tidak lebih baik jika dibandingkan dengan siswa berkemampuan awal sedang dan rendah () dengan 2,015< 3.15; tidak ada interaksi antara model pembelajaran yang digunakan dan kemampuan awal siswa terhadap hasil belajar matematika siswa ( yaitu 0,501< 3.15 ). Saran atas hasil penelitian ini adalah dalam proses belajar mengajar guru hendaknya mampu menciptakan suasana belajar yang mampu membuat siswa menjadi lebih aktif.

 

Kata Kunci: TAI, SAVI, Hasil Belajar

 

ABSTRACT

This study aims to find out the effectiveness of TAI model through mathematics learning. This research was a quasi-experimental research. Sampling technique in this research used Cluster Random Sampling technique. Data collection technique used documentation and tests. The data analysis technique used two-way variance analysis with unequal cell. The result of this research was that learning using TAI model is not more effective to use (Fobs< Ftable) with 1,508<4.00; Students who have high initial ability, have mathematics learning outcomes that are no better than those with moderate and low-skilled students (Fobs< Ftable) with 2,015< 3.15; There is no interaction between the learning model used and the students 'initial ability to the students' mathematics learning outcomes (Fobs< Ftable= 0,501<3.15). A suggestion on the results of this study is in the process of teaching and learning teachers should be able to create an atmosphere of learning that can make students become more active.

Keywords: TAI, SAVI, Learning Outcomes


PENDAHULUAN

Sekolah sebagai lembaga pendidikan diberi kewenangan untuk mengembangkan program–program kurikulum dan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Guru sebagai salah satu pihak yang berhubungan langsung dalam mengembangkan kurikulum dan pembelajaran sangat berperan membantu perkembangan siswa dan memaksimalkan potensi dalam semua bidang.Matematika adalah sala satu mata pelajaran yang dipelajarai kelas VIII SMPN 3 Pleret. Berdasarkan observasi di SMP N 3 Pleret, ulangan tengah semester rata-rata  prestasi belajar matematika lebih rendah dari prestasi pelajaran yang lain yaitu 63 sedangkan mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia memiliki rata-rata 75. Jika nilai pelajaran matematika kurang dari kriteria ketuntasan minimal maka prestasi siswa akan menurun. Oleh karena itu, masih perlu ditingkatkan untuk mendongkrak peringkat sekolah.

Guru mata pelajaran matematika mengeluh bahwa siswanya mempunyai kesulitan dalam memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan matematika. Padahal model pembelajaran baru telah digunakan yaitu model pembelajaran TAI, walaupun demikian tingkat perhatian siswa dianggap masih kurang sehingga berakibat hasil belajar siswa rendah.  Metode ini tentunya kurang efektif bagi siswa. Akibatnya, materi-materi yang telah disampaikan oleh guru akan mudah mereka lupakan dan prestasi mereka semakin menurun..Hasil belajar siswa pada hakekatnya adalah perubahan tingkah laku. Tingkah laku sebagai hasil belajar dalam pengertian yang sangat luas mencakup bidang kognitif, afektif, dan psikomotorik (Nana Sudjana, 2010:3). Hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar (Dimyati dan Mudjiono, 2006 : 3).Agar dapat memperbaiki dan memaksimalkan hasil belajar matematika siswa, maka dibutuhkan pengembangan model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pembelajaran dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok -  kelompok kecil secara kolaboratif, yang anggotanya terdiri dari 4 sampai dengan 6 orang, dengan struktur kelompok yang bersifat heterogen (Abdul Majid, 2013: 174). Dalam model kooperatif, guru terkadang berperan sebagai konselor, konsultan, dan terkadang pula sebagai pemberi kritik yang ramah (Miftahul Huda, 2013: 112 – 113).Jenis model kooperatif yang digunakan dalam peneliian ini adalahTAI(TeamAssisted Individualization)dan SAVI (Somatis, Auditori, Visual, dan Intellektual).

Rachmadiarti(2003:13) menyatakan bahwa pada TAI siswa dalam satu kelas tertentu dibagi menjadi kelompok dengan anggota 4-5 orang, setiap kelompok harus heterogen, dan berasal dari berbagai suku, memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah. Senada dengan pendapat Ibrahim, dkk (2000: 20) bahwa guru yang menggunakan TAI mengacu kepada belajar kelompok siswa, menyajikan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu menggunakan presentasi verbal atau teks.Model SAVIdalam pembelajaran digunakan untuk memberikan konsep pemahaman materi yang sulit kepada siswa serta dapat juga digunakan untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan dan kemampuan siswa dalam materi tersebut (Miftahul Huda, 2013:226).Selain faktor model pembelajaran, faktor keberhasilan belajar juga ditentukan oleh kemampuan awal. Kamampuan yang telah melekat pada seseorang dan yang terkait dengan hal baru yang akan dipelajari selanjutnya disebut kemampuan awal (Tri Andari, 2010). Hal ini sesuai dengan pendapat Amri (2010:91) yang menyatakan bahwa, pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang menitik beratkan pada pengelompokan siswa dengan berbagai tingkat kemampuan akademik yang berbeda kedalam kelompok-kelompok kecil.Hasil obsrevasi menunjukkan bahwa siswa memiliki berbeda – beda satu sama lain juga perlu diperhatikan. Hal tersebut memungkinkan terjadinya perbedaan penerimaan materi masing – masing siswa, sehingga berakibat pula pada perbedaan hasil belajar mereka. Kemampuan awal siswa akan berpengaruh pada pemahaman siswa pada materi selanjutnya, karena matematika merupakan mata pelajaran dimana materinya berkesinambungan dengan materi selanjutnya. Terkait dengan hal di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran TAI Dibanding Dengan Model Pembelajaran SAVI Terhadap Hasil Belajar Matematika”.Berdasarkan uraian diatas maka tujuan penelitian ini adalah(1) Untuk mengetahui manakah yang lebih efektif pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAIdibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe SAVI terhadap hasil belajar.

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di SMP N 3Pleret yang beralamat di Pleret Bantul Yogyakarta. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu. Penelitian dilaksanakan di kelas VIIISMP N 3 Pleret  pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018.Penelitian dilaksanakan kurang lebih 2 minggu pada tanggal 7 juli sampai 21 juli 2017.Pada penelitian ini menggunakan satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol, kedua kelas tersebut memiliki karakter yang sama, bedanya pada kelas eksperimen diberi perlakuan yaitu pembelajaran menggunakan model pembelajaran TAI sedangkan pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran SAVI. Penelitian ini terdiri dari tiga variabel yaitu dua variabel bebas (model pembelajaran dan kemampuan awal) dan satu variabel terikat (hasil belajar). Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling diperoleh kelas VIII A  sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan tes. Tes hasil belajar digunakan untuk pengambilan data posttest siswa setelah siswa diberi perlakuan pada kelas eksperimen maupun kelas kontrol pada materi pola bilangan. Tes hasil belar matematika berbentuk tes pilihan ganda yang terdiri dari 20 item soal dengan pokok bahasan pola bilangan.Teknik analisis data menggunakan analisis desktiptif dan uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama yang didahului uji keseimbangan, normalitas, dan homogenitas.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis variansi dua jalur dengan sel tak sama. Setelah diketahui bahwa sampel random data berasal dari populasi berdistribusi normal dan mempunyai variansi yang sama maka uji hipotesis dapat dilakukan. Hasil perhitungan variansi dua arah dengan sel tak sama di sajikan dalam tabel berikut:

Tabel 1. Hasil Analisis Variansi Dua Jalan Dengan Sel Tak sama pada Hasil Belajar Siswa

 

Sumber

JK

Dk

RK

Fobs

Fα

Keputusan

Baris (A)

149,4209

1

149,421

1,508

4

H0A Diterima

Kolom (B)

13174,400

2

6587,20

2,017

3,15

H0B Diterima

Interaksi (A,B)

99,400

2

49,70

0,502

3,15

H0AB Diterima

Galat (G)

4558,614

46

99,100

-

 

-

Total

17981,835

63

-

-

 

-

 

Berdasarkan Tabel 1 rangkuman perhitungan anava dua jalan dengan sel tak sama di atas dapat disimpulkan (1) Karena Fhitung < Ftabel(1,508<  4) artinya tidak ada perbedaan antara  baris ( pembelajaran menggunakan model TAI dan model pembelajaran SAVI) terhadap hasil belajar matematika siswa. (2) Karena Fhitung < Ftabel (2,017<  3.15)  artinya tidak ada perbedaan antar kolom ( tingkat kemampuan awal tinggi, sedang, dan rendah) terhadap hasil belajar matematika siswa. (3) Karena Fhitung < Ftabel (0,501<  3.15) artinya tidak terdapat interaksi antara pembelajaran yang digunakan dan kemampuan awal terhadap hasil belajar matematika siswa. Artinya pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tipe TAI tidak lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe SAVI baik secara umum maupun ditinjau dari masing-masing kategori kemampuan awal.

Hasil penelitian secara deskriptif menjelaskan bahwa  (1) Kecenderungan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 3 Pleret dengan pembelajaran kooperatif tipe TAI pada kategori sedang dengan nilairata-rata 74,167. Hal ini disebabkan karena hubungan antar siswa kurang akrab dalam pembelajaran kelompok, sehingga kurang terjalin interaksi yang baik antar siswa.Adakalanya siswa lebih mudah belajar dari temannya sendiri, ada pula siswa yang lebih mudah belajar karena harus melatih atau mengajari temannya sendiri. (2) Kecenderungan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 3 Pleret dengan pembelajaran kooperatif tipe SAVI berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 74,821. Pada pembelajaran SAVI terlihat belum siap dalam belajar dan kurang memberikan pengetahuan antara satu siswa dengan siswa yang lain. Selain itu, pembelajaran yang diberikan tidak terlalu luas dan hanya berkisar pada apa yang telah diketahui siswa.Hasil penelitian secara komparatif, dijelaskan  bahwa (1) Setelah diuji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, diperoleh Fhitung< Ftabel (1,508< 4) yang berarti tidak ada perbedaan antara model pembelajaran terhadap hsil belajar siswa. Dengan memperhatikan skor rata-rata metode pembelajaran TAI sebesar 74,167 yang berada pada rentang 62,11 ≤ ≤ 78,31 dan skor rata-rata model pembelajaran SAVI sebesar 74,821 yang berada pada rentang 71,86 ≤  ≤ 83,769, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran TAI sama efektifnya dengan model pembelajaran SAVI. Hal ini disebabkan bahwa selisih skor rata-rata metode pembelajaran TAI dengan skor rata-rata model pembelajaran SAVI memiliki selisih sedikit sebesar 0,654 dan dikatakan sama pada uji statistik. Selain itu disebabkan saat menerapkan metode pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TAI siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan belajar dan hanya siswa tertentu yang dapat mengikuti kegiatan belajar, sehingga hasil belajar matematika yang dicapai oleh siswa tergolong sedang. Selain itu disebabkan saat menerapkan metode pembelajaran TAI prosedur yang digunakan tidak runtut sehingga siswa jadi bingung dan tidak menyukai metode TAI disebabkan siswa yang tidak terbiasa dengan metode yang digunakan oleh pengajar. (2) Berdasarkan dari hasil uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, diperoleh Fhitung<Ftabel  (2,017<3.15)  yang berarti siswa yang mempunyai kemampuan awal tinggi, mempunyai kemampuan hasil belajar siswa yang tidak lebih baik jika dibandingkan dengan siswa berkemampuan awal sedang dan rendah. Hal ini disebabkan karena siswa tidak mau memperhatikan saat proses pembelajaran berlangsung dan guru juga kurang memaksimalkan potensi siswa guru tidak mengecek siswanya yang belum bisa dan siswa juga kurang aktif bertanya kepada guru.(3) Dari hasil uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, diperoleh Fhitung<Ftabel (0,502<3.15) yang berarti tidak ada interaksi antara pembelajaran yang digunakan dan kemampuan awal terhadap hasil belajar yang pembelajarannya.Tidak adanya interaksi antara pembelajaran yang digunakan dan kemampuan awal terhadap hasil belajar. Berarti bahwa hasil pembelajaran siswa model TAI tidak lebih baik bila dibandingkan model SAVI baik secara umum maupun jika ditinjau pada masing-masing kemampuan awal. Kemampuan hasil belajar siswa yang tinggi tidak lebih baik jika dibandingkan dengan siswa berkemampuan awal sedang dan rendah.Kemampuan hasil belajar siswa yang sedang tidak lebih baik jika dibandingkan dengan siswa berkemampuan awal rendah. Hal ini disebabkan karena  pada saat pembelajaran berlangsung siswa belum terbiasa dengan pembelajaran TAI sehingga kurang paham terhadap materi Pola bilangan dan kurang adanya interaksi antara siswa dengan guru. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan TAI tidak lebih efektif jika dibandingkan dengan SAVI terhadap hasil belajar matematika.

 

SIMPULAN

Berdasarkanhasilpenelitianskripsidenganjudul,“Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Dibanding Dengan Model Pembelajaran SAVI Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP N 3 Pleret,” maka dapat disimpulkansecaraDeskriptif: (1) Kecenderungan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 3 Pleret dengan pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan nilai rata-rata 74,167 berada pada kategori sedang dengan interval 62,46 ≤  ≤ 80,46.(2) Kecenderungan hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 3 Pleret dengan pembelajaran kooperatif tipe SAVI dengan nilai rata-rata 74,821 berada pada kategori sedang dengan interval 71,86≤  ≤ 83,76.Secara Komparatif: (1) Pembelajaran kooperatif tipe TAI tidak lebih efektif dari pada model pembelajaran kooperatif tipe SAVI. Hal  ini dapat dilihat dari Fhitung<Ftabel (1,508<  4).(2) Hasil belajar matematika siswa yang dengan tingkat kemampuan awal tinggi tidak lebih baik jika dibandingkan dengan hasil belajar matematika siswa berkemampuan awal sedang dan rendah. Hal ini Dapat dilihat dari Fhitung<Ftabel (2,017 < 3.15), sehingga kemampuan awal tinggi, sedang,  dan rendah pada pembelajaran dengan menggunakan tipe TAI tidak lebih baik jika dibandingkan dengan kemampuan awal tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran kooperatif tipe SAVI.(3) Tidak ada interaksi antara pembelajaran yang digunakan dan kemampuan awal terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMPN 3 Pleret.  Hal inidapat dilihat dari Fhitung<Ftabel (0,502 < 3.15). Artinya siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran TAI tidak lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatiftipe SAVI.

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehinggan penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Efektivitas Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI Dibanding Dengan Model Pembelajaran SAVI Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP N 3 Pleret”.

            Penulis menyadari dalam penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari kerjasama serta bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terimakasih kepada (1) Bapak Drs. H. Pardimin, M.Pd, Ph.D. Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta yang telah memberikan izin penelitian ini. (2) Bapak Drs. Bambang Trisilo Dewobroto, M.Sn. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan izin sehingga penelitian ini terlaksana. (3) Ibu Istiqomah, S.Si. M.Sc. Ketua Program Studi Pendidikan Matematika yang telah memberikan bimbingan, arahan dan motivasi dalam penulisan skripsi ini. (4) Ibu Dra. Hj Esti Harini, M. Si. selaku Dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi dalam penulisan skripsi ini. (5) Ibu Tri Astuti Arigiyati, S.Si, M.Sc.selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi dalam penulisan skripsi ini. (6) Bapak dan Ibu dosen serta karyawan JP MIPA FKIP UST. (7) Bapak Purwanto,M.Hum. selaku Kepala Sekolah SMPN 3 Pleret yang telah memberikan izin penelitian. (8) Ibu Wista Indriani, S.Pd. selaku guru matematika kelas VIII SMPN 3 Pleret yang telah membantu dalam pelaksanaan penelitian.(9) Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu penulis dalam melaksanakan penelitian maupun skripsi ini.

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Majid. 2014. Strategi Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

 

Amri S.,danAhmadi K. 2010. Proses PembelajaranKreatif dan Inovatif. Jakarta : PrestasiPustaka Raya.

 

Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Ibrahim, dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press.

 

Miftahul Huda. 2013. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Rachmadiarti. 2003. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: University Press.

Suharsimi arikunto.2006.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Rineka Cipta

______________.2013.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan praktik.Jakarta : RinekaCipta

Sugiyono.2014.Metode Penelitian Pendidikan.Bandung:Alfabeta

Tri Andari. 2010. Efektivias Pembelajaran Matematika Menggunakan Pendekatan Kontekstual terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Kemampuan Awal Siswa Kelas V SD se-Kecamatan Bangunrejo Kabupaten Lampung Tengah

 


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-sa4.footer##

Lihat Statistik