KADAR SUHU DAN KELEMBABAN DI RUANG PRODUKSI WEDANG UWUH UNIVERSITAS SARJANAWIYATA TAMANSISWA

Dian Tiara Rezalti, Ag. Eko Susetyo

Sari


Salah satu area kerja yang harus memperhatikan faktor lingkungan kerja adalah ruang produksi. Ruang produksi merupakan tempat seluruh kegiatan produksi berpusat dimana terdapat berbagai macam material, produk jadi, lalu lintas karyawan, pengemasan, dan kegiatan lainnya, seperti halnya terjadi pada ruang produksi wedang uwuh di Kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). Pada saat proses pembuatan wedang uwuh, pekerja merasa tidak nyaman dan cepat lelah akibat dari kondisi ruang kerja yang pengap dan panas. Hal ini berpengaruh terhadap produktivitas dan efisiensi kerja pekerja. Menurut KEPMENKES RI No.1405/Menkes/SK/XI/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri, bahwa suhu dan kelembaban yang memenuhi syarat lingkungan kerja industri berada pada suhu antara 18 oC-30oC dan kelembaban 65% - 95%.  Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengukuran suhu dan kelembaban pada ruang produksi wedang uwuh Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), menganalisis faktor kondisi lingkungan kerja fisik, dan memberikan solusi alternatifnya. Penelitian dilakukan dengan bantuan alat psycrometer untuk mengukur suhu dan kelembaban pada 7 (tujuh) titik pengukuran yang tersebar di dalam ruang produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 (tujuh) titik pengukuran, didapatkan 5 (lima) titik tidak memenuhi syarat suhu dan 7 (tujuh) titik tidak memenuhi syarat kelembaban yang disyaratkan oleh Pemerintah dalam KEPMENKES RI NOMOR 1405/MENKES/SK/XI/2002. Faktor kondisi lingkungan kerja pada ruang produksi wedang uwuh UST yang menyebabkan relatif tingginya suhu ruang serta tingkat kelembaban yang berada di luar standar adalah karena kurangnya ventilasi udara. Solusi alternatif yang dianjurkan diantaranya adalah: memasang ventilasi dan kipas angin pada area yang belum tersedia; memastikan ketersediaan air minum yang cukup bagi pekerja, menanam pohon/tumbuhan di luar lingkungan ruang produksi, dan memasang exhaust fan di ruang produksi. Sedangkan solusi untuk membantu mengembalikan kelembaban agar tetap berada pada batas yang disyaratkan pemerintah adalah dengan menggunakan alat humidifer pada ruang produksi wedang uwuh UST.

 

Kata kunci: suhu dan kelembaban, lingkungan kerja fisik, proses produksi


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ardana. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Graha Ilmu

Cahyadi, Dwi & Adi kurniawan. 2011. “Pengukuran Lingkungan Fisik Kerja dan Workstation Di Kantor Pos Pusat Samarinda” dalam Jurnal Eksis volume 7 No 2 (hlm. 1931-1938). Samarinda: Politeknik Negeri Samarinda.

Haditia, I.P. (2012). Analisis Pengaruh Suhu Tinggi Lingkungan dan Beban Kerja Terhadap Konsentrasi Pekerja. Skripsi. Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Jakarta.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/Menkes/SK/XI/2002. Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Perkantoran dan Industri.

Manullang, A.L.E. 2016. “Evaluasi Pencahayaan, Kebisingan, Temperatur, Dan Getaran Pada Line 3 PT. South Pasific Viscose” dalam Industrial Engineering Online Journal volume 4 No 3. Semarang: Teknik Industri, Universitas Diponegoro.

Mulyati, Sri. 2020. “Analisis Tingkat Pencahayaan, Suhu Dan Kelembaban Di Industri Rumah Tangga (IRT) Kerupuk Baruna Di Kelurahan Kebun Tebeng Kota Bengkulu” dalam Journal of Nursing and Public Health volume 8 No 1 (hlm. 104-110). Bengkulu.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2016. Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri.

Santoso, G. 2004. Ergonomi Manusia, Peralatan dan Lingkungan. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Sari, Lulu R. et al. 2019. “Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Produktivitas Dengan Pendekatan Ergonomi Makro” dalam Jurnal Optimasi Sistem Industri volume 12 No 1 (hlm. 48-52). Yogyakarta: Universitas Pembangunan Nasional Veteran.

Sedarmayanti. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia, Reformasi Birokrasi dan Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Bandung: PT. Refika Aditama.

Siagian, Sondang P. 2002. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Soetjipto, Budi W. 2008. Budaya Organisasi dan Perubahan. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo. Jakarta.

Wardana, Marcelly W. et al. 2019. “Analisis Pengaruh Tingkat Suhu Lingkungan Kerja Terhadap Produktivitas Menggunakan Pendekatan Ergonomi Partisipatori”. Proceedings of Conference on Industrial Engineering and Halal Industries volume 1 No 1. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Wignjosoebrata, S. 2003. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu. Surabaya: Guna Widya.


Article Metrics

Sari view : 148 times
PDF - 375 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.