KESENIAN KARAWITAN DALAM DIMENSI PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR INKLUSI

Authors

  • Ardian - Arief Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Ana Fitriani Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Abstract

Penelitian ini secara deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler karawitan pada sekolah penyelenggara pendidikan inklusi di SD Siluk. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru karawitan, guru kelas, guru pendamping khusus, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan model analisis data menurut Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler karawitan di SD Siluk dengan berjabat tangan, mengambil tabuh dalam kotak tabuh. Berdoa sebelum & setelah kegiatan. Siswa mematuhi etika dalam karawitan. Penggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan praktik. Memberikan keteladan & pendekatan personal pada siswa. Melatih kepercayaan diri dengan mengikuti perlombaan & pentas seni. Merapikan gamelan dan mengembalikan alat tabuh. 2) Dimensi pengembangan pendidikan inklusi dalam karawitan diantaranya dimensi budaya, kebijakan, dan praktik. Nilai karakter yang terbentuk adalah tanggung jawab, religius, toleransi, disiplin, kerja keras, rasa ingin tahu, cinta tanah air, menghargai prestasi, kerjasama, percaya diri. Faktor pendukung adanya tokoh masyarakat yang mempunyai gamelan, menggunakan teknologi yang mendukung kegiatan karawitan, ruang karawitan cukup luas, masyarakat & sekolah mendukung adanya kegiatan karawitan, waktu pelaksanaan setelah pulang sekolah. Faktor penghambat belum mempunyai gamelan & tempat. Siswa kelas lain datang bukan sesuai dengan jadwal latihan, tempat latihan berdekatan dengan jalan raya, Beberapa siswa yang membawa hp.

Author Biographies

Ardian - Arief, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

PGSD UST

Ana Fitriani, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

UST

References

Alimin, Zaenal. “Paradigma Pendidikan Inklusif sebagai Upaya Memperluas Akses dan Perbaikan Mutu Pendidikan,†JASSI_Anakku. (Vol. 13 Nomor 2) Hlm. 171-179.

Andini, dinar westri, dkk. 2018. “Pandangan Kepala Sekolah Mengenai Pendidikan Inklusif dan Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah DIYâ€. Journal Trihayu, No.2 Vol. 2 2018.

Arief, Ardian dan Lestari, F. S. 2019. “Upaya Taman Muda Ibu Pawiyatan Yogyakarta Dalam Melestarikan Budaya Tradisional Melalui Kesenian Karawitan,†Jurnal PGSD Musi. (Vol. 2 Nomor 1). Hal 50-60

Daryanto & Suryanti. 2013. Implemetasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Yogyakarta: GAYA MEDIA

Gunawan, Heri. 2014. Pendidikan Karakter. Bandung: ALFABETA

Ilahi, Muhamad Takdir. 2013. Pendidikan Inklusif. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA.

Jauhari, Muhammad Nurrohman. 2017. “Pengembangan Sekolah Inklusif dengan Menggunakan Instrumen Indeks for Inclusion,†Jurnal Buana Pendidikan Tahun XII. No.23. februari 2017.

Dewantara, Ki Hadjar. 2013. Kebudayaan Bagian Kedua. Yogyakarta: Majelis Luhur Tamansiswa.

Marinda, Fahmi. 2018. “Pembelajaran Ekstrakulikuler Karawitan di Sekolah Inklusi Negeri 1 Trirenggo Bantul Yogyakarta,†Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Edisi 19 Tahun ke-7. Hal 1797-1805.

Trisharsiwi, dkk. 2014. Buku Saku Tamansiswa. Yogyakarta: UST Press.

Widayati, Dwi Wahyu. 2018. “Manajemen Ekstrakuikuler Karawitan dan Kaitannya dengan Penanaman Nilai-Nilai Luhur Budaya Bangsa,†Jurnal LP3M (Vol 4, No. 2,). Hal. 163-170.

Zuchdi, Darmiati.2012. Pendidikan Karakter Konsep Dasar dan Implementasi di Perguruan Tinggi. Yogayakarta. UNYPress.

Dokumen undang-undang:

Depdikbud.1985. Ensiklopedi Seni Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Depdikbud. 1990. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2009. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2009 Tentang Pendidikan Inklusif bagi Peserta Didik yang Memiliki Kelainan dan Memiliki Potensi Kecerdasa dan/atau Bakat Istimewa.

Permendiknas No. 39 Tahun 2008 Tentang Pembinaan Kesiswaan: Permendikbud 2008.

TAP MPR Nomor IV/MPR/1978 tentang GBHN Bab IV D (pendidikan)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tentang SISDIKNAS & PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2010 tentang Penyelenggaraan pendidikan serta WAJIB BELAJAR. Bandung: Cita Umbara

Published

2020-03-16