https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/issue/feed JURNAL VOKASI DEWANTARA 2021-05-26T11:08:52+07:00 Setuju vokasi.dewantara@ustjogja.ac.id Open Journal Systems Jurnal Vokasi Dewantara merupakan Jurnal di program studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta sebagai wadah publikasi ilmiah bagi para akademisi, praktisi, mahasiswa, pendidik dan kependidikan di Bidang Kependidikan, Teknologi dan Kejuruan dari hasil penelitian dan pengembangan. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dalam setiap tahun terbit dengan 2 terbitan (Januari & Juni). https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10166 IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF 2021-05-25T13:04:42+07:00 Andy Wahyu Maghribi andywahyum@gmail.com Slamet Priyanto slamet.priyanto56@yahoo.com Nurcholish Arifin Handoyono arifin@ustjogja.ac.id <div><table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left"><tbody><tr><td align="left" valign="top"><p><em>The research aims to improve motivation and learning outcomes in class X TKR SMK Muhammadiyah 1 Moyudan by applying the demonstration method with audio-visual media. This classroom action research has research subjects, namely students of class X TKR which consists of 34 students and the objects of research are motivation and learning outcomes. The study consisted of three cycles with stages: planning, implementing, observing and reflecting. Tests and questionnaires were used as data collection techniques. Data analysis using descriptive quantitative. The results showed that motivation and learning outcomes had increased with the implementation of the demonstration method using audio-visual media.</em></p><p> </p><p>Penelitian bertujuan meningkatkan motivasi dan hasil belajar PDTO kelas X TKR SMK Muhammadiyah 1 Moyudan dengan menerapkan metode demonstrasi dengan media audio visual. Penelitian tindakan kelas ini memiliki subjek penelitian yaitu siswa kelas X TKR yang tediri dari 34 siswa dan objek penelitian yaitu motivasi dan hasil belajar PDTO. Penelitian terdiri dari tiga siklus dengan tahapan: perencanaan, pelaksanaan<em>,</em> pengamatan dan refleksi. Tes dan angket digunakan sebagai teknik pengumpulan data. data dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi dan hasil belajar PDTO telah meningkat dengan diterapkannya metode demonstrasi dengan media audio visual</p></td></tr></tbody></table></div> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10167 EFEKTIVITAS PENGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR PEKERJAAN DASAR OTOMOTIF (PDO) 2021-05-25T13:17:22+07:00 Galih Sulisya Bagaskoro galihsulisyabagaskoro@gmail.com Subagyo Subagyo yokssubagyo@gmail.com Arif Bintoro Johan abeje_janoko@yahoo.com <p>Tujuan penelitian deskriptif  berikut ini adalah untuk mengetahui trend hasil pembelajaran PDO dengan menggunakan sub model student team performance dan model konvensional dalam pembelajaran, dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PDO dengan menggunakan sub model student team performance dan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, pengujian hipotesis menggunakan uji-t, kemudian uji normalitas distribusi dan uji homogenitas varians. Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar PDO yang diajar dengan model Student Team Prestasi Divisi tergolong sangat tinggi dengan rata-rata 19.000, sedangkan model konvensional tergolong rata-rata tinggi dengan rata-rata 14.412. Sebaliknya terdapat perbedaan hasil belajar PDO, pembelajaran yang dilaksanakan dengan model parsial prestasi tim siswa dan model konvensional, dengan nilai thit = 3,926 dan p = 0,000 &lt;0,05. Dengan menggunakan 19.000 model pembelajaran Jurusan Prestasi Beregu Mahasiswa dan 14.412 model pembelajaran konvensional untuk melihat rata-rata hasil belajar pekerjaan otomotif dasar, dibandingkan dengan model konvensional, model pembelajaran Jurusan Prestasi Beregu Mahasiswa memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap hasil belajar pekerjaan otomotif dasar.</p><p><strong>Kata Kunci: </strong><em>efektifitas model belajar, hasil</em><strong> .</strong><em></em></p><p> </p><p><em>The purpose of descriptive research was to determine the trend of PDO learning outcomes using the student team performance sub-model and the conventional model in learning, and to find out the differences in PDO learning outcomes using the student team performance sub-model and the conventional model. This type of research is a quasi-experimental. Methods of data collection using tests and documentation. The research instrument was a test. The data analysis technique used descriptive analysis, hypothesis testing using the t-test, then the distribution normality test and the variance homogeneity test. The results of the descriptive study show that the learning outcomes of the PDO taught by the Student Team Division Achievement model are classified as very high with an average of 19,000, while the conventional model is classified as high average with an average of 14,412. On the other hand, there are differences in the learning outcomes of PDO, learning which is carried out with the partial model of student team achievement and the conventional model, with a value of thit = 3.926 and p = 0.000 &lt;0.05. By using 19,000 learning models of the Student Team Achievement Department and 14,412 conventional learning models to see the average learning outcomes of basic automotive work, compared to conventional models, the learning model of the Student Team Achievement Department has a greater influence on learning outcomes of basic automotive work.</em><em></em></p><p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> </em><em>the effectiveness of the learning model, out come.</em></p> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10169 IMPELENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR 2021-05-25T13:21:34+07:00 Andi Kurniawan andikurniawanmaret@gmail.com Suparmin Suparmin suparmin@ustjogja.ac.id Nurcholish Arifin Handoyono arifin@ustjogja.ac.id <p>Tujuan penelitian yaitu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar GTO melalui model PjBL siswa kelas X TKR B SMK Nasional Berbah Sleman. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Observasi dan tes digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisa secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa penerapan model PjBL meningkatkan keaktifan dan hasil belajar GTO. Hal ini di buktikan: (1) keaktifan siswa siklus I dari hasil observasi sebesar 56,32 %; pada siklus II sebesar 67,34 %; dan siklus III sebesar 76,12 %; (2) nilai rata-rata tes kemampuan siswa sebesar 69,00; pada siklus I sebesar 72,71; pada siklus II sebesar 74,85 dan pada siklus III sebesar  79,85.</p><p> </p><p><strong>Kata Kunci: </strong><em>project based learning</em>, keaktifan belajar, hasil belajar, gambar teknik</p><p> </p><p><em>The research objective was to increase activeness and learning outcomes through the PjBL model for class X TKR B SMK Nasional Berbah Sleman. This classroom action research was conducted in three cycles. Data collection techniques using observation and tests. Data were analyzed descriptively quantitative. The results of the study concluded that the application of the PjBL model increased activity and learning outcomes. This is proven by: (1) the activeness of the first cycle students from the observation results of 56.32%; in cycle II amounted to 67.34%; and cycle III at 76.12%; (2) the average score of the students' ability test was 69.00; in cycle I amounted to 72.71; in cycle II amounted to 74.85 and in cycle III amounted to 79.85.</em></p><p><em> </em></p><p><em>Keywords: project based learning (PjBL) model, learning activeness, learning </em></p><p><em>outcomes,drawing technical.</em></p> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10170 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA 2021-05-25T13:25:06+07:00 Luqman Abdul Azis luqmanabdul98@gmail.com Slamet Priyanto slamet.priyanto56@yahoo.com Samsul Hadi samsulhadi@ustjogja.ac.id <p><em>The objectives of this study were to: (1) increase students' interest in learning; (2) to improve the learning outcomes of the X category TKR students of SMK Muhammadiyah Piyungan and the student learning outcomes of automotive engineering. This research is a classroom action research which includes three cycles, each cycle includes four stages, namely: an action plan; implementation of actions; observation and reflection. The purpose of this study was 22 students of class X TKR SMK Muhammadiyah Piyungan. The purpose of this research is to carry out activities and study the results of basic automotive engineering work. Using observation, testing and annotation data collection techniques. The data analysis technique uses quantitative analysis to determine the percentage of student activity and learning outcomes. The results showed that the application of the contextual learning model could increase the interest and learning outcomes of the TKR X SMK Muhammadiyah Piyungan students in the automotive engineering field.</em></p><p><em> </em></p><p><strong><em>Keywords: Learning Model; Contextual Teaching and Learning; Learning Activity; Learning outcomes</em></strong></p><p><strong><em><br /></em></strong></p><p>Bahwasannya penelitian tersebut bertujuan: (1) mengoptimalkan minat belajar siswa; (2) meningkatkan hasil belajar siswa TKR SMK Muhammadiyah Piyungan kategori X dan hasil belajar teknik otomotif siswa. Konsep penelitian berupa tindakan kelas tiga siklus, dengan empat tahapan, yaitu: rencana tindakan; pelaksanaan tindakan; observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah 22 siswa kelas X TKR SMK Muhammadiyah Piyungan. Tujuan dari penelitian ini adalah melaksanakan kegiatan dan mempelajari hasil pekerjaan teknik otomotif dasar. Menggunakan teknik pengumpulan data observasi, pengujian dan anotasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif untuk mengetahui persentase aktivitas dan hasil belajar siswa. Simpulan penelitian menunjukkan bahwasannya penerapan model pembelajaran kontekstual memiliki andil didalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa TKR X SMK Muhammadiyah Piyungan bidang teknik otomotif.</p><p><strong>Kata kunci</strong>: <strong><em>Model Pembelajaran; Contextual Teaching and Learning; Keaktifan Belajar; Hasil Belajar</em></strong></p><p><strong><em><br /></em></strong></p> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10171 Spider Construction Readiness Assessment: Studi Kesiapan Proyek Pembangunan Gedung Asrama MTsN 6 Sleman 2021-05-25T13:31:16+07:00 Muhammad Atana Nur Fauzi atana@gmail.com Agus Priyanto aguspri2019@gmail.com <pre><strong><em>Abstracts.</em></strong><em> </em>Delays in construction projects are caused by incorrectly estimating the time needed<br /> to complete the project in the planning stage, inaccurate management, problems with materials, <br />labor, equipment, finance, and an unfavorable environment that hinders project implementation. <br />Project delays for the contractor will incur time and cost losses. For the Owner, <br />delays in completing project work will cause losses to the operational time of the project results. <br />The case study reviewed was the construction of the MTsN 6 dormitory building located in Rogoyudan,<br /> Sinduadi, Mlati District, Sleman Regency, Yogyakarta. The idea to minimize delays in <br />development projects is to create a readiness assessment system in the form of a spider<br /> construction readiness assessment, namely an assessment of aspects of administrative documents,<br /> site location, funds and materials, implementation methods, quality and quantity of human resources,<br /> project design, and external factors. The preparation of an assessment is based on 45 factors <br />that can hinder the development of a project. The results of the assessment show that the total<br /> score obtained from all aspects is 52 out of 70. This means that construction project readiness<br /> has a figure of 74.29%. Aspects that need to be improved in performance are aspects of design<br /> readiness, aspects of method readiness, and aspects of external studies. The final results <br />of the study indicate that the Spider construction readiness assessment can be used as a way to <br />mprove work efficiency at the pre-construction stage.</pre><pre> </pre><p><strong><em>Keywords:</em></strong><em> </em>project delays, project readiness, spider construction readiness assessment</p> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10180 IMPLEMENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR 2021-05-25T17:42:04+07:00 Viki Vauzi vikivauzi21@gmail.com Suparmin Suparmin Suparmin@ustjogja.ac.id Nurcholish Arifin Handoyono arifin@ustjogja.ac.id <div><table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left"><tbody><tr><td align="left" valign="top"><p><em>The research aims to increase the activeness and learning outcomes of class X TSM 1 SMK Diponegoro Depok Sleman by applying the PBL model.</em><em> </em><em>This Classroom Action Research consists of three cycles, each of which consists of 4 stages, namely (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection.</em><em> </em><em>Students of class X TSM 1 as research subjects amounted to 23 students.</em><em> </em><em>Observation, documentation, and quantitative description techniques as data collection techniques.</em><em> </em><em>The results showed an increase in student activity and learning outcomes.</em><em> </em><em>In the first cycle, the percentage value of student activeness was 57.398% to 79.41% in the second cycle and increased to 85.21% in the third cycle.</em><em> </em><em>While the students' TDO learning outcomes, the average value in cycle I was 61.74 to 72.17 in cycle II and increased to 79.95 in cycle III.</em><em></em></p><p><em> </em></p><p><strong><em>Keywords: learning activeness, learning outcomes, PBL</em></strong><strong><em></em></strong></p><p> </p><p>Penelitian bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar TDO siswa kelas X TSM 1 SMK Diponegoro Depok Sleman dengan menerapkan model <em>PBL.</em> Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari tiga siklus, dimana masing-masing terdiri dari 4 tahap yaitu (1) perncanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Siswa kelas X TSM 1 sebagai subjek penelitian yang berjumlah 23 siswa. Observasi, dokumentasi, dan teknik diskripsi kuantitatif sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar TDO siswa. Pada siklus pertama, nilai presentase keaktifan siswa 57,398% menjadi 79,41% pada siklus II dan meningkat menjadi 85,21% pada siklus III. Sedangkan hasil belajar TDO siswa, rata-rata nilai pada sikus I 61,74 menjadi 72,17 pada siklus II dan meningkat menjadi 79,95 pada siklus III.</p><p><strong>Kata Kunci : keaktifan belajar, hasil belajar, PBL</strong></p></td></tr></tbody></table></div> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10181 PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEKNOLOGI COMMON RAIL DI SMK N 2 YOGYAKARTA 2021-05-25T17:52:47+07:00 Muhammad Afif Ma'ruf muhammadafif0718@gmail.com Rabiman Rabiman rabiman@ustjogja.ac.id Arif Bintoro Johan abeje_janoko@yahoo.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menghasilkan media pembelajaran dalam bentuk modul pembelajara teknologi<em> common rail</em> pelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII TKR di SMK Negeri 2 Yogyakarta. (2) Mengetahui kelayakan modul teknologi<em> common rail</em> pada pembelajaran pemeliharaan mesin kendaraan ringan kelas XII TKR di SMK Negeri 2 Yogyakarta.</p><p>Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengembangkan modul pembelajaran teknologi <em>common rail</em> yang digunakan siswa kelas XII teknik kendaraan ringan di SMK Negeri 2 Yogyakarta. Dalam penelitian ini menggunakan acuan dari <em>Four-D</em> dari Thiagarajan dan Semmel yang dimodifikasi. Proses dalam pengembangan modul pembelajaran meliputi pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebarluasan.<em> </em>Angket (<em>kuesioner</em>) adalah alat yang digunkan dalam pengumpulan data. Pelaksanaan penelitian ini melibatkan beberapa para ahli diantarannya ahli materi, ahli media, guru mata pelajaran dan peserta didik senagai responden untuk kelayakan modul. Statistik deskriptif merupakan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini.</p><p>Hasil kelayakan modul teknologi common rail dari ahli materi mendapat nilai kelayakan 94,56% kategori sangat layak. Sedangkah dari ahli media mendapat nilai kelayakan 77% dengan kategori sangat layak. tingkat kelayakan dari guru mata pelajaran mendapat nilai kelayakan 77,17% kategori sangat layak. Sedangkan respon dari peserta didik memperoleh nilai sebesar 79,04% dengan kategori sangat layak. Maka dari itu modul teknologi <em>common rail</em> layak digunakan dalam proses pembelajaran di SMK Negeri 2 Yogyakarta.</p><p><strong>Kata kunci: pengembangan, modul pembelajaran, teknologi <em>common rail</em>.</strong></p><p><strong><br /></strong></p><p>The purpose of this research is to: (1) Produce learning media in the form of common rail technology learning modules in the subject of light vehicle engine maintenance in class XII TKR at SMK Negeri 2 Yogyakarta. (2) Knowing the feasibility of the common rail technology module produced in the light vehicle engine maintenance subject for class XII TKR at SMK Negeri 2 Yogyakarta.</p><p>The research and development used aims to develop learning media, namely the common rail technology module in class XII of light vehicle engineering at SMK Negeri 2 Yogyakarta. The method used from the Four-D by Thiagarajan and Semmel has been modified. The process used in the development of the learning module is define, design, develop and disseminate. Feasibility data collection media is using a questionnaire. This research involved material experts, media experts, subject teachers and students as respondents for the feasibility of the module. Descriptive statistical data analysis techniques were used in this study.</p><p>The feasibility results of the common rail technology module carried out by material experts obtained a feasibility value of 94.56% in the very feasible category. One of the media experts obtained a feasibility score of 77% in the very feasible category. the feasibility level of the subject teacher got a feasibility score of 77.17% very feasible category. While the response from students obtained a value of 79.04% with the very feasible category. Therefore, the common rail technology module is suitable to be used to help the learning process at SMK Negeri 2 Yogyakarta.</p><p><strong><strong>Keywords: development, learning module media, common rail technology</strong><br /></strong></p> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10182 EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF 2021-05-25T18:01:36+07:00 Ahmad Qodiran ahmadqodiran@gmail.com Slamet Priyanto slametpriyantompd@gmail.com Nurcholish Arifin Handoyono arifin@ustjogja.ac.id <div><table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left"><tbody><tr><td align="left" valign="top"><h5>The study aims to determine whether the Cooperative Learning Model Type NHT provides a better effect than the lecture model on learning activities and outcomes. This quasi-experimental research has a research population of class X TKR students of SMK Muhammadiyah Mlati Sleman Yogyakarta, totaling 40 students, with the research sample being class X TKR1 for the experimental class consisting of 20 students, while X TKR2 as a control class consisting of 20 students. Data collection techniques in research using observation and tests. The data analysis technique used the t-test, which was preceded by the prerequisite analysis test, namely the normality test and the homogeneity test. The results showed that there was a better effect of the implementation of the NHT cooperative learning model than the lecture method on learning activities and outcomes.</h5><h5><strong>Keywords: Learning Activities, Learning Outcomes,</strong><strong> </strong><strong>NHT</strong></h5><p> </p><div class="WordSection1"><div><table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left"><tbody><tr><td align="left" valign="top"><h5>Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT memberikan pengaruh yang lebih baik daripada model ceramah terhadap aktivitas dan hasil belajar TDO siswa X TKR SMK Muhammadiyah Mlati Sleman Yogyakarta. Penelitian eksperimen semu (quasi experiment) ini memliki populasi penelitian siswa kelas X TKR yang berjumlah keseluruhan 40 siswa, dengan sampel penelitian adalah kelas X TKR1 untuk kelas eksperimen yang terdiri dari 20 siswa, sedangkan X TKR2 sebagai kelas kontrol yang terdiri dari 20 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data mengggunakan uji-t, yang didahului uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil menunjukan ada pengaruh yang lebih baik dari penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe NHT dari pada metode ceramah terhadap aktivitas dan hasil belajar TDO.</h5></td></tr></tbody></table></div><p> </p><div><table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left"><tbody><tr><td align="left" valign="top"><h6>Kata Kunci: Aktvitas Belajar, Hasil Belajar, NHT</h6></td></tr></tbody></table></div></div><p><strong><em><br clear="all" /> </em></strong> <strong><br clear="all" /> </strong></p></td></tr></tbody></table></div> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10184 PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJAR’SISTEM’BAHAN’BAKAR ‘BENSIN DI SMK MUHAMMADIYAH 1’BAMBANGLIPURO’BANTUL 2021-05-25T18:59:54+07:00 Martiyan Wisnu Pratomo tyanstone@gmail.com Rabiman Rabiman rabiman@ustjogja.ac.id Arif Bintoro Johan abeje_janoko@yahoo.com <div><table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left"><tbody><tr><td align="left" valign="top"><p><em>This research aims to: (1) develop the Carburetor Gasoline Fuel System module; (2) find out the feasibility of the module in Engine Maintenance and Components subject at’’eleventh’’grade students’’of Technical Light Vehicle’’at’’SMK Muhammadiyah’1’Bambanglipuro.</em></p><p><em> </em></p><p><em>In’conducting this research, the researcher used an educational research and develop (R&amp;D) method. The researcher developed a learning media of the Engine Maintenance Module and Its Components of the Carburetor Gasoline Fuel System using the modified Four-D method by Thiagarajan and Semmel. The stages used in the module development process were the define stage, the design stage, the develop stage and the disseminate stage. The feasibility data collection used questionnaire and observation. To get the assessment and response of module feasability, this research also involved material expert, media expert, the teacher and the students. The descriptive’analysis’is’used’as’the data’analysis’technique.’</em></p><p><em> </em></p><p><em>The’results ‘howed’that’the’process’of developing the Carburetor Gasoline Fuel System module was based on the define stage, the design stage, the development stage and the disseminate stage. The results of the module feasibility level assessment conducted by material expert obtained 85% eligibility level with a very feasible category. According to media expert, the feasibility level was 81.03%’with’a’very’decent’category.’Meanwhile,’the’influential teacher gained 80.20%’’with’a’very decent’category.’The students’ response was 80.80% with’a’very’decent’category.’In conclusion,’the Carburetor Gasoline Fuel System module is appropriate and able to help the learning process at SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro.</em></p><p><em> </em></p><p><strong><em>Keywords: Learning module, Light Vehicle Engine Maintenance Carburetor Petrol Fuel System</em></strong></p><p> </p><div><table cellspacing="0" cellpadding="0" align="left"><tbody><tr><td align="left" valign="top"><p>Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran dalam bentuk media pembelajaran berupa modul sistem bahan bakar bensin karburator, dan mengetahui kelayakan modul tersebut sebagai tambahan media pembelajaran untuk siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro Bantul.</p><p>           Penelitian ini mengunakan acuan dari model <em>Four -D </em>yang dikemukakan oleh Thingarajan dan semmel yg telah di modifikasi. Proses langkah pengembangan modul pembelajaran meliputi 4 tahapan yaitu : 1.) pendefinisian, 2.) perancangan, 3.) pengembangan, dan 4.) penyebarluasan. Instrument penelitian yang digunakan yaitu angket ( <em>kuesioner</em> ) yaitu alat yang digunakan dalam pengumpulan data. Pelaksanaan penelitian ini juga melibatkan beberapa ahli dari beberapa subtansi diantara lain ahli materi, media, guru pelajran, dan juga siswa itu sendiri sebagai responden untuk validitas kelayakan modul. Teknik analissis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan ststistik <em>deskriptif.</em></p><p>           Hasil validitas kelayakan modul sistem bahan bakar bensin karburator dari ahli materi memperoleh nilai kelayakan sebesar 85% kategori sangat layak. Sedangkan dari ahli media memperoleh kelayakan sebesar 81,03% dengan kategori sangat layak. Validitas dari guru peajaran itu sendiri memperoleh kelayakan sebesar 80,20% kategori sangat layak. Sedangakan respon dari siswa itu sendiri memperoleh kelayakan sebesar 80,80% dengan kategori sangat layak. Maka  menurut pemaparan diatas kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa modul sistem bahan bakar bensin karburator layak digunakan dalam proses pembelajaran, dan juga sebagai tambahan media pembelajaran di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro Bantul.</p><p>           ‘</p><p><strong>Kata Kunci : Modul Pembelajaran, Media Pembelajaran, Sistem Bahan Bakar Bensin  Karburator.</strong></p></td></tr></tbody></table></div></td></tr></tbody></table></div> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10185 PENGEMBANGAN E-MODUL SISTEM PENDINGIN MESIN UNTUK SISWA XI TKR SMK MUHAMMADIYAH GAMPING 2021-05-25T19:04:09+07:00 Fuad Anwar Sudibyo fuadanwar453@gmail.com Samsul Hadi samsulhadi@ustjogja.ac.id Ardi Widyatmoko widya.politama@gmail.com <p><em>This study aims to determine the feasibility of a good and quality engine cooling system E-module. This research development model has four steps, including the preliminary study step, the development step, the field test step and the deployment step. The e-Module teaching materials were evaluated from two material experts and two media experts then tested on 16 XI TKR students of </em><em>SMK </em><em>Muhammadiyah Gamping. The collection of respondents used is a questionnaire / questionnaire Likert scale model of four coverage options. the acquisition of material expert score of 3.36 is included in the "very good" category, the acquisition of data from media experts of 3.26 is classified in the "feasible" category, the acquisition of field tests of 3.41 is classified as "very good" The number of respondents obtained by material experts, media experts, and field testing obtained an average score of 3.35 from the acquisition of a maximum score of 4 so that it was included in the category of "very feasible / very good"</em></p><p><strong><em>Keywords: Floating E-Module, Learning Media, Machine Cooling System</em></strong></p><p><strong><em><br /></em></strong></p><p><strong>Abstrak:</strong> Penelitian bertujuan mengetahui kelayakan E-modul sistem pendingin mesin yang baik dan berkualitas. Model penelitian pengembangan ini terdapat empat langkah, diantaranya langkah studi pendahuluan, langkah pengembangan, langah tahap uji lapangan dan langkah penyebaran. Bahan ajar e-Modul dievaluasi dari dua ahli materi dan dua ahli media selanjutnya diujicobakan pada 16 siswa XI TKR SMK Muhammadiyah Gamping. Pengumpulan responden yang di pakai adalah kuesioner/angket skala<em> Likert</em> model empat cakupan pilihan. perolehan nilai ahli materi sebesar 3,36 termasuk dari kategori “sangat layak”, perolehan data ahli media sebesar 3,26 tergolong pada kategori “layak”, perolehan uji lapangan sebanyak 3,41 tergolong pada kategori “sangat baik”, jadi rata-rata jumlah dari perolehan responden oleh ahli materi, ahli media,dan uji lapangan memdapatkan rata-rata skor sebanyak 3,35 dari perolehan skor maksimal 4 sehingga masuk kategori dari  “sangat layak/sangat baik”</p><p><strong>Kata Kunci :</strong> Pengembangan E-modul, Media Pembelajaran, Sistem Pendingin Mesin</p><p><strong><em><br /></em></strong></p> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10187 ANALISIS METODE PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SMK 2021-05-26T10:55:46+07:00 M. Iwal Mursalin iwalmursalin47@gmail.com Samidjo Samidjo samidjompust@gmail.com <p><strong>Abstrak </strong>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kembali model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah kejuruan, memahami bagaimana melaksanakan pembelajaran berbasis proyek di sekolah kejuruan, dan memahami komponen apa saja yang perlu disiapkan untuk melaksanakan pembelajaran berbasis proyek di SMK. sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data penunjang dari jurnal, artikel dan penelitian sebelumnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMK. Peningkatan persentase hasil belajar siswa menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SMK.  Dengan pembelajaran berbasis proyek, persentase rata-rata hasil belajar siswa meningkat, dan rata-rata hasil belajar siswa sebelum menggunakan pembelajaran berbasis proyek adalah 73,65 meningkat menjadi 81,19. Nilai rata-rata pembelajaran berbasis item sebelum dan sesudah pembelajaran berbasis item memiliki persentase pertumbuhan yang signifikan sebesar 9,97%.</p><p> </p><p><strong>Kata kunci:</strong><strong> </strong><strong><em>Project</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>Based Learning</em></strong><strong>, Implementasi, Hasil Belajar </strong></p><p><strong><em> </em></strong></p><p><strong>Abstract</strong> The research aims to analyse the <em>Project</em><em> </em><em>Based Learning</em> model to improve student learning outcomes in , it has been known to implement <em>Project</em><em> </em><em>Based Learning</em> of vocational school (SMK), the researcher has known the components of needs to be prepared in implementing <em>Project</em><em> </em><em>Based Learning</em> of vocational school (SMK). The research method used a descriptive analysis method. The type and sources of data used in this study were secondary data from journals, articles, well being previous research. The data collection technique in this study used to literature study techniques. This research result used of the <em>Project</em><em> </em><em>Based Learning</em> methods can be improved student learning outcomes in vocational school (SMK). The percentage of increasing student learning outcomes showed that the <em>Project</em><em> </em><em>Based Learning</em> model increased student learning outcomes in vocational school (SMK). The average percentage to increase of learning students outcomes by using learning <em>Project</em><em> </em><em>Based Learning</em>, the average student learning outcomes before using <em>Project Based Learning</em> 73.65 increased to 81.19. The average value before learning <em>Project-Based Learning</em> and the learning conducted or the  <em>Project Based Learning</em> underwent achievement significantly for about 9.97%.</p><p><strong>Keywords: </strong><strong><em>Project</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>Based</em></strong><strong><em> </em></strong><strong><em>Learning</em></strong><strong><em>, Implementation,</em></strong> <strong><em>learning outcomes</em></strong><strong><em></em></strong></p> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10188 PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN GAMBAR TEKNIK SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PIRI 1 YOGYAKARTA TAHUN AJARAN 2019/2020 2021-05-26T10:59:55+07:00 Bayu Dwi Kuntoro bayudwikuntoro73@gmail.com Rabiman Rabiman rabiman@ustjogja.ac.id Arif Bintoro Johan abeje_janoko@yahoo.com <p>Abstrak</p><p>Penelitiaan ini bertujuaan untuk: (1) membuat modul pembelajara Gambar Teknik; dan (2) menganalisis kelayakan modul gambar teknik oleh ahli (<em>expert</em>). Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (R&amp;D)<em>. </em>Angket adalah instrumen utama dalam penelitian ini. Ahli yang memberikan penilaian kelayakan modul gambar teknik terdiri atas ahli materi, ahli media, guru mata pelajaran dan siswa. Data yang sudah terkumpul dihitung menggunakan analisiis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Modul gambar teknik dikembangkan melalui beberapa tahapan, yaitu: a) mengumpulkan permasalahan yang mendasari dibuat modul dan analisis permasalahan siswa dalam pembelajaran sesuai dengan kurikulum, KI dan KD. b) Perancangan modul awal dikolsutasikan kepada  dosen pembimbing. c) Produk yang dibuat kemudioan divalidasi oleh ahli media dan matei serta guru. (2) Berdasarkan hasil uji kelayakan modul oleh ahli materi I pada aspek pembeljaran termasuk dalam kriteria baik dan pada aspek isi pada tergolong baik. Hasil penilaian ahli materi II pada aspek pembelajaran dalam kriteria sangat baik dan pada aspek isi pada kriteria baik. Berdasarkan hasil penilaian ahli media pada aspek tampilan pada kriteria baik dan pada aspek pemrograman/<em>usability</em> pada kriteria sangat layak.</p><p> </p><p>Kata Kunci: pengembangan, modul, gambar teknik</p><p align="center"><em> Abstract</em></p><p><em> The research aims to: (1) produce a Technical Drawing learning module; and (2) determine the feasibility of the Engineering Drawing module. Research is research development (R&amp;D). The data collection instrument used a questionnaire. This study involved material experts, media experts, subject teachers and students to assess and respond to the feasibility of the module. The data analysis technique used descriptive statistics. The results showed that: (1) The steps for developing the module were: a) Problem identification to find out the basic problem of making modules, student analysis, concept analysis containing the presentation of material in accordance with KI-KD and syllabus. b) The initial product by designing the module is then consulted with the supervisor. c) Product development is subject to validation tests on experts and teachers. (2) Based on the analysis of the results of the evaluation of the expert lecturer in the subject matter I, the learning aspect is classified as good and the content aspect is good. The results of the expert's assessment of material II on the learning aspect are classified as very good and on the content aspect are classified as good. Based on the results of the assessment of the media expert lecturer, the display aspect is classified as good and the programming / usability aspect is very good.</em></p><p><em> </em></p><p><em>Keywords: Development, Modules, Technical Drawing</em><em></em></p> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/JVD/article/view/10189 EFEKTIFITAS PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR SISTEM PENGAPIAN 2021-05-26T11:08:52+07:00 Aris Setyawan udarisputra909@gmail.com Subagyo Subagyo yokssubagyo@gmail.com Arif Bintoro Johan abeje_janoko@yahoo.com <p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong><em></em></p><p><em>This study aims to determine the students' interest in learning TKR SMK Nasional Berbah Sleman ignition system subject, and to determine the effectiveness and effect of learning using audiovisual tools. This type of research is a quasi-experimental. The research was conducted at the Yogyakarta National Stock Exchange (SMK Nasional Berbah Sleman Yogyakarta) from November 2019 to December 2019. The total population was 70 students, and the sample was 35 students in category XI TKR A and 35 students in category XI TKR B. sample, used a questionnaire to measure interest in learning. The data analysis test was performed using the t-test, then a descriptive analysis was carried out. Previously, research data was tested through prerequisites, including normality test, homogeneity test, and balance test. The results showed that interest in using audiovisual media for learning ignition systems was more significant than interest in learning ignition systems without audiovisual media, and interest in using audiovisual media to study ignition systems was more effective than learning without audiovisual media.</em></p><p><em> </em></p><p><em>Keywords: effectiveness, tools, audio visual, SMK</em><em></em></p><p><em> </em></p><p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: audio visual, interest in learning, learning outcomes</em><strong></strong></p><p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p>Penelitian ini bertujuan sejauah mana minat siswa belajar TKR SMK Nasional Berbah Sleman mata pelajaran sistem pengapian, dan untuk mengetahui keefektifan dan pengaruh pembelajaran memakai alat audiovisual. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian dilakukan di Bursa Efek Nasional Yogyakarta (SMK Nasional Berbah Sleman Yogyakarta) dari November 2019 hingga Desember 2019. Jumlah populasi adalah 70 siswa, dan sampelnya adalah 35 siswa pada kategori XI TKR A dan 35 siswa pada kategori XI TKR B. Hasilnya, dari segi sampel, digunakan angket untuk mengukur minat belajar. Uji analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t, kemudian dilakukan analisis deskriptif. Sebelumnya, data penelitian diuji melalui prasyarat, meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan uji keseimbangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat penggunaan media audiovisual untuk pembelajaran sistem pengapian lebih signifikan dibandingkan minat belajar sistem pengapian tanpa media audiovisual, dan minat penggunaan media audiovisual untuk mempelajari sistem pengapian lebih efektif daripada pembelajaran tanpa media audiovisual.</p><p> </p><p>Kata kunci: <em>efektifitas</em><em>,</em><em> </em><em>tools,</em><em> </em><em>audio visual, SMK</em></p> 2021-01-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 JURNAL VOKASI DEWANTARA