Kajian profil indikator kemampuan argumentasi ilmiah pada materi zat aditif dan zat adiktif

Authors

  • Kharisma Rahmadhani Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia
  • Desy Fajar Priyayi Universiras Kristen Satya Wacana, Indonesia
  • Santosa Sastrodihardjo Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30738/natural.v7i1.7587

Keywords:

Scientific Argumentation, Indicators Claim, Data, Warrant, Rebuttal

Abstract

Argumentasi ilmiah penting untuk dikembangkan karena dapat melatih berpikir secara ilmiah, berkomunikasi, dan bertindak seperti ilmuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan argumentasi ilmiah dan mendeskripsikan profil kemampuan argumentasi ilmiah siswa berdasarkan indikator. Penelitian melibatkan siswa kelas VIII B SMP Negeri 9 Salatiga sebagai subyek penelitian yang ditentukan melalui teknik purposive random sampling. Materi pelajaran yang dipilih adalah zat aditif dan zat adiktif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan wawancara. Instrumen penelitian dikembangkan dan diuji validitas isi dan konstruk. Data dianalisis secara kuantitatif dan dideskripsikan secara kualitatif dengan teknik triangulasi. Tahapan analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subyek memiliki kemampuan argumentasi ilmiah dengan kategori sangat baik (5%), baik (46%), cukup (41%), dan tidak baik (8%). Diketahui bahwa profil kemampuan argumentasi ilmiah siswa berdasarkan indikator secara berurutan yaitu kemampuan pada claim (skor rata-rata: 2,68), rebuttal (skor rata-rata: 2,4), data (skor rata-rata: 2,24), dan warrant (skor rata-rata: 1,33).


Scientific arguments are essential to developing because they can train to think scientifically, communicate, and act like scientists. This study aims to determine the ability of scientific argumentation. Moreover, describe the ability of students to scientific argumentation based on indicators. The study involved students of class B 8th grade in Junior High School 9 Salatiga as research subjects determined through a purposive random sampling technique. The subject matter chosen is additives and addictive substances. Data collection techniques using observation, tests, and interviews. The research instrument was developed and tested for content and construct validity. Data were analyzed quantitatively and described qualitatively by triangulation techniques. Stages of data analysis include data collection, data reduction, data display, and conclusion making. The results showed that the subjects had the ability of scientific argumentation with top categories (5%), good (46%), sufficient (41%), and not good (8%). It was knowing that the profile of students' scientific argumentation abilities based on indicators in a sequence is the ability to claim (average rating: 2.68), rebuttal (average rating: 2.4), data (average rating: 2.24), and warrant (average rating: 1.33).


References

Al-Makahleh, A. A. A. (2011). The effect of direct instruction strategy on math achievement of primary 4th and 5th grade students with learning difficulties. International Education Studies, 4(4), 199–205. https://doi.org/10.5539/ies.v4n4p199

Astuti, E. D., & Nugroho, W. S. (2017). Kemampuan reagen curcumax mendeteksi boraks dalam bakso yang direbus. Jurnal Sain Veteriner, 35(1), 42. https://doi.org/10.22146/jsv.29289

Demircioglu, T., & Ucar, S. (2015). Investigating the effect of argument-driven inquiry in laboratory instruction. Kuram ve Uygulamada Egitim Bilimleri, 15(1), 267–283. https://doi.org/10.12738/estp.2015.1.2324

Faize, F. A., Husain, W., & Nisar, F. (2018). A critical review of scientific argumentation in science education. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 14(1), 475–483. https://doi.org/10.12973/ejmste/80353

Farida, I., & Gusniarti, W. F. (2015). Profil keterampilan argumentasi siswa pada konsep koloid yang dikembangkan melalui pembelajaran inkuiri argumentatif. Edusains, 6(1), 31–40. https://doi.org/10.15408/es.v6i1.1098

Halim, A. A., Roslan, N. A., Yaacub, N. S., & Latif, M. T. (2013). Boron removal from aqueous solution using curcumin-impregnated activated carbon. Sains Malaysiana, 42(9), 1293–1300.

Handayani, P. (2015). Analisis argumentasi peserta didik kelas X SMA Muhammadiyah 1 Palembang dengan menggunakan model argumentasi toulmin. Jurnal Inovasi Dan Pembelajaran Fisika, 2(1), 60–68.

Hartati, F. K. (2017). Analisis boraks dengan cepat, mudah dan murah. Jurnal Teknologi Proses Dan Inovasi Industri, 2(1), 33–37. https://doi.org/10.36048/jtpii.v2i1.2827

Kuhn, D. (2010). Teaching and learning science as argument. Science Education, 94(5), 810–824. https://doi.org/10.1002/sce.20395

Kumala, L. H. (2017). Kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik kelas XI IPA MAN 1 Pati melalui penulisan laporan praktikum asam basa dan larutan penyangga berorientasi science writing heuristic (SWH) (Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang). Retrieved from http://eprints.walisongo.ac.id/7861/1/Skripsi.pdf

Maladi, S. G., Dantes, K. R., & Wigraha, N. A. (2017). Pengaruh model pembelajaran langsung (direct intruction ) berbasis media flash pada mata pelajaran kelistrikan terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI TSM di SMK NEGERI 3 Singaraja. Jurnal Jurusan Pendidikan Teknik Mesin (JJPTM), 7(1).

Mardapi, Djemari. (2008). Teknik penyusunan instrumen tes dan non tes. Mitra Cendikia Press.

Nuangchalerm, P., & Kwuanthong, B. (2010). Teaching "global warming" through socioscientific issues-based instruction. Asian Social Science, 6(8). https://doi.org/10.5539/ass.v6n8p42

Pritasari, A. C., Dwiastuti, S., & Probosari, R. M. (2016). Peningkatan kemampuan argumentasi melalui penerapan model problem based learning pada siswa kelas X MIA 1 SMA Batik 2 Surakarta tahun pelajaran 2014/2015. Jurnal Pendidikan Biologi, 8(1), 1–7. Retrieved from https://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/bio/article/view/7278/5060

Pritasari, A. C., Dwiastuti, S., Probosari, R. M., & Sajidan. (2015). Problem based learning implementation in class X MIA 1 SMA Batik 2 Surakarta. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 4(2), 158–163. https://doi.org/10.15294/jpii.v4i2.4185

Probosari, R. M., Ramli, M., Harlita, H., Indrowati, M., & Sajidan, S. (2016). Profil keterampilan argumentasi ilmiah mahasiswa pendidikan biologi FKIP UNS pada mata kuliah anatomi tumbuhan. Bioedukasi: Jurnal Pendidikan Biologi, 8(2), 29. https://doi.org/10.20961/bioedukasi-uns.v9i1.3880

Rijali, A. (2019). Analisis data kualitatif. Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 17(33), 81. https://doi.org/10.18592/alhadharah.v17i33.2374

Rismawati, Ratman, & Dewi, A. I. (2006). Penerapan metode eksperimen dalam meningkatkan pemahaman konsep energi panas pada siswa kelas IV SDN No. 1 Balukang 2. Jurnal Kreatif Tadulako Online, 4(1), 199–215.

Siswanto, Kaniawati, I., & Suhandi, A. (2014). Penerapan model pembelajaran pembangkit argumen menggunakan metode saintifik untuk meningkatkan kemampuan kognitif dan keterampilan berargumentasi siswa. Jurnal Pendidikan Fisika Indonesia, 10(2), 104–116. https://doi.org/10.15294/jpfi.v10i2.3347

Sofiyah (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). (2010). Pengaruh model pengajaran langsung (direct instruction) terhadap hasil belajar fisika siswa. Skripsi, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sudarmo, N. A., Lesmono, A. D., & Harijanto, A. (2018). Analisis kemampuan berargumentasi ilmiah siswa SMA pada konsep termodinamika. Jurnal Pembelajaran Fisika, 7(2), 196–201. https://doi.org/10.19184/jpf.v7i2.7928

Suseno, D. (2019). Analisis kualitatif dan kuantitatif kandungan boraks pada bakso menggunakan kertas turmerik, FT – IR spektrometer dan spektrofotometer Uv-Vis. Indonesia Journal of Halal, 2(1), 1. https://doi.org/10.14710/halal.v2i1.4968

Suwono, H., & Yulianingrum, E. (2010). Peningkatan argumentasi ilmiah siswa sekolah menengah atas melalui model. Journal of Behavioral Medicine, 35(5), 1–10.

Ulfa, A. M. (2015). Identifikasi boraks pada pempek dan bakso ikan secara reaksi nyala dan reaksi warna. Jurnal Kesehatan Holistik, 9(3), 151–157.

Venisari, R., Gunawan, G., & Sutrio, S. (2017). Penerapan metode mind mapping pada model direct instruction untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah fisika siswa SMPN 16 Mataram. Jurnal Pendidikan Fisika Dan Teknologi, 1(3), 193. https://doi.org/10.29303/jpft.v1i3.258

Viyanti, V., Cari, C., Sunarno, W., & Kun Prasetyo, Z. (2016). Pemberdayaan keterampilan argumentasi mendorong pemahaman konsep siswa. Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika, 7(1), 43–48. https://doi.org/10.26877/jp2f.v7i1.1152

Wahdan, W. Z., Sulistina, O., & Sukarianingsih, D. (2017). Analisis kemampuan berargumentasi ilmiah materi ikatan kimia peserta didik SMA, MAN, dan perguruan tinggi tingkat I. J-PEK (Jurnal Pembelajaran Kimia), 2(2), 30–40. https://doi.org/10.17977/um026v2i22017p030

Downloads

Published

2020-07-09

How to Cite

Rahmadhani, K., Priyayi, D. F., & Sastrodihardjo, S. (2020). Kajian profil indikator kemampuan argumentasi ilmiah pada materi zat aditif dan zat adiktif. Natural: Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA, 7(1), 1–9. https://doi.org/10.30738/natural.v7i1.7587

Issue

Section

Artikel

Citation Check