Aplikasi Teknologi Pengolahan Limbah Ternak dan Pembuatan Tahu guna Meningkatkan Pendapatan di Kelompok Tani Harapan Bangsa

Authors

  • Zasmeli Suhaemi Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat
  • Nelzi Fati Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat
  • Imtihan Imtihan Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat
  • Mistia Sari Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Barat

DOI:

https://doi.org/10.30738/ad.v4i2.11220

Abstract

Biogas didapat dari proses perombakan limbah ternak menjadi bahan organik oleh mikroba dalam kondisi tanpa oksigen, kotoran ternak yang dirombak menjadi biogas, juga dapat menghasilkan pupuk organik. Limbah pembuatan tahu, seringkali digunakan sebagai pakan ternak, namun untuk meningkatkan pendapatan petani, masyarakat diberi pengetahuan tentang pembuatan Tahu tanpa Limbah. Tujuan aplikasi teknologi ini agar masyarakat memahami manfaat limbah ternak sapi sebagai bahan baku pembuatan biogas dan pupuk organik, dan limbah pembuatan tahu sebagai bahan pangan, sehingga mengurangi polusi lingkungan. Untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat petani tentang pemanfaatan limbah feses ternak untuk dimanfaatkan biogasnya, serta pemanfaatan limbah pembuatan Tahu sebagai pangan berupa nugget, dilakukan pendekatan yaitu :1) Sosialisasi; 2) Pelatihan, dan 3) Pendampingan. Pelatihan pembuatan tahu, dipilih sebagai penambahan nilai ekonomis usaha kelompok yang ada, yaitu penghasil susu kedelai. Teknologi pembuatan tahu yang diaplikasikan adalah tahu magnesium tanpa limbah, yang dibuat dari bahan organik “nigarin”. Pembuatan tahu ini dilakukan secara higienis, sehingga rasa asam yang biasanya muncul pada tahu jika telah disimpan seharian tidak muncul. Aplikasi teknologi pembuatan biogas dan pembuatan Tahu tanpa limbah, terbukti meningkatkan pendapatan petani. Penggunaan biogas dapat menghilangkan biaya pembelian minyak tanah untuk memasak, sedangkan pembuatan tahu tanpa limbah, meningkatkann peluang usaha baru bagi kelompok tani dan wanita tani Harapan Bangsa. Dengan program ini, masyarakat dapat menghemat biaya minyak tanah 2 liter perhari atau Rp. 24.000,- , sedangkan dari pembuatan tahu diprediksi telah meningkatkan pendapatan petani minimal sebesar Rp 200.000 untuk setiap 20 kg kedelai.

Kata Kunci: biogas, tahu tanpa limbah, pupuk organik

Downloads

Published

2021-10-17

How to Cite

Suhaemi, Z., Fati, N. ., Imtihan, I., & Sari, M. . (2021). Aplikasi Teknologi Pengolahan Limbah Ternak dan Pembuatan Tahu guna Meningkatkan Pendapatan di Kelompok Tani Harapan Bangsa. Abdimas Dewantara, 4(2), 50–60. https://doi.org/10.30738/ad.v4i2.11220

Issue

Section

Artikel