Manajemen Risiko Produksi Petani pada Usahatani Padi Organik di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Authors

  • Fitratunnas Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia
  • Ari Astuti Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia
  • Wahyu Setya Ratri Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia

Keywords:

risiko produksi, analisis risiko, persepsi petani, manajemen risiko, padi organik

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui risiko produksi yang dihadapi petani padi organik, untuk mengetahui persepsi petani terhadap risiko produksi pada usahatani, dan untuk mengetahui manajemen risiko produksi padi organik di Kecamatan Imogiri. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei. Untuk lokasi pada penelitian ini ditentukan secara purposive (sengaja), karena kelompok tani yang dijadikan sampel merupakan satu- satunya kelompok tani yang telah memperoleh penghargaan nasional dari Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, penentuan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 37 petani. Analisis risiko produksi menggunakan koefisien variasi dan diuji menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyebab utama risiko produksi di kelompok tani Madya adalah cuaca atau iklim yang berubah-ubah. Hasil analisis risiko produksi diperoleh nilai KV sebesar 6,083 yang menandakan bahwa risiko produksi pada usahatani padi organik di kelompok tani Madya tinggi. Persepsi petani terhadap risiko produksi diketahui dari nilai interval yang diperoleh sebesar 12,891. Artinya petani menyadari bahwa usahatani padi organik memiliki risiko produksi tetapi petani mampu mengatasi risiko yang ada. Untuk mengetahui manajemen risiko produksi dihitung menggunakan metode FMEA dengan menghitung nilai RPN dan dibandingkan dengan nilai kritis RPN. Pada penelitian ini diperoleh nilai kritis RPN sebesar 5912,9875. Berdasarkan nilai kritis tersebut, penyebab risiko paling tinggi adalah cara pembuatan drainase yang kurang baik dengan nilai RPN sebesar 8691 dan yang kedua adalah cara pengolahan lahan yang kurang baik dengan nilai RPN sebesar 7885. Penyebab risiko yang sudah dapat dikelola dengan baik yaitu cara pemberian pupuk dan pemberian air yang sudah sesuai dengan kebutuhan padi organik, kebutuhan tenaga kerja yang sudah terpenuhi, usia petani, pengetahuan petani tentang harga padi organik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ardiyanti, Tri. 2016. Strategi Manajemen Risiko Usaha Hutan Rakyat pada Petani Anggota

Koperasi Wana Lestari Menoreh, Kabupaten Kulonprogo.

Dianna, Daru N. 2020. Dasar-dasar Penelitian Akademik: Analisis Data Kualitatif dan

Kuantitatif.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta. 2020. Pemerintah

Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Hapsari, Roesita Widya. 2018. Analisis Manajemen Risiko Desain dan Produksi dalam Proses

New Product Development (NDP) pada Industri Fashion (Studi Kasus Dalam Industri

Jilbab di Yogyakarta). https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle.

Hasanah, Julita., Muhammad Eondhi, dan Triana Dewi Hapsari. 2018. Analisis Risiko

Produksi Usahatani Padi Organik di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten

Jember. Jurnal Agribisnis Indonesia 6 (1) hal: 37-48.

Kecamatan Imogiri dalam Angka. 2020. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul.

Lesmana, Dina., Margareta. 2017. Tingkat Pengetahuan Petani Padi Sawah (Oryzasativa

L.) terhadap Pertanian Organik di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong

Seberang. Jurnal Pertanian Terpadu 5 (2) hal: 18-33.

Lestari, Fajar Tri. 2017. Manajemen Risiko Usahatani Padi Organik (Studi Kasus di Kecamatan

Ngombol, Kabupaten Purworejo). Skripsi Universitas Muhammadiyah Purworejo.

Maulidi, Ikhram., Irwan A. Kadir, dan Fauzi, T. 2019. Program Studi Agribisnis, Fakultas

Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah 4 (4).

Mubarokah, Syaima L., Yusdiarti A. Nahraeni, dan Rahayu A. 2017. Analisis Risiko Produksi

Sayuran Daun Indigenous di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Jurnal AgribiSains ISSN 2550-1151 3 (1).

Monografi Kecamatan Imogri. 2020

Noor, Hana Fadhillah, Kusnandar, dan Irianto Heru. 2018. Analisis Strategi Manajemen

Risiko Pada Usahatani Bawang Putih di Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu,

Kabupaten Karanganyar.

Offayana, dkk. 2016. Analisis Risiko pada UD Agro Mandiri di Desa Pancasari Kecamatan

Sukasada Kabupaten Buleleng. E-Jurnal Agribisnis dan Agrowisata ISSN: 2301

1 (1).

Prosiding: The National Conferences Management and Business (NCMAB) 2018

“Pemberdayaan dan Penguatan Daya Saing Bisnis dalam Era Digital”. 2018.

http://publikasiilmiah.ums.ac.id

Rasmikayati, Elly, Sulistyowati, dan Rachmat. 2017. Risiko Produksi dan Pemasaran Petani

Mangga: Kelompok Mana yang Paling Berisiko. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah

Berwawasan Agribisnis. 3 2): 105-116.

Roring, Chrisandy, dkk. 2019. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jumlah Produksi Petani

Bunga di Kota Tomohon. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi 19 (1) hal: 78-87.

Rustam, Bambang Rianto. 2017. Manajemen Risiko: Prinsip, Penerapan, dan Penelitian.

Salemba Empat. Jakarta Selatan.

Sari, Tris Yudila. 2018. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Industri Kecil Gula Tebu

di Nagari Talang Babungo, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok. Jurnal Buana

(1).

SPOI (Statistik Pertanian Organik Indonesia). 2019.

Wadu, Junaedin., Yuliawati, dan Nuswantara Bayu. 2019. Strategi Menghadapi Risiko

Produksi Padi Sawah di Kabupaten Sumba Timur. Jurnal Ekonomi dan Bisnis 22 (2)

hal: 231-256.

Windani, Isna. 2016. Manajemen Risiko Usahatani Jagung (Zea mays. L). Jurnal Surya

Agritama 5 (1) hal: 130-142.

Wulandari, Suci., Agus Wahyudi. 2014. Manajemen Risiko dalam Pengembangan Pertanian

Organik. Prosiding Seminar Nasional Pertanian Organik.

Yasa, I Nyoman Artika., 2017. Analisis Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah di

Desa Bonemarawa Kecamatan Riopakava Kabupaten Donggala. Jurnal: e J.Agrotekbis

(1) :111 – 118.

Downloads

Published

2023-03-03

How to Cite

Fitratunnas, Astuti, A. ., & Ratri, W. S. (2023). Manajemen Risiko Produksi Petani pada Usahatani Padi Organik di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Agritas, 4(2), 52–65. Retrieved from https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/agritas/article/view/14477

Issue

Section

Artikel

Citation Check

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >>