PENGARUH PUPUK KANDANG DAN PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) DI LAHAN PASIR

Penulis

  • Efan Nurhidayat
  • Yekti Maryani Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Darnawi Darnawi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Kata Kunci:

kacang hijau, frekuensi penyiraman, pupuk kandang,

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk kandang dan penyiraman terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau di lahan pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan Di Dusun Bungkus, Parangtritis, Kretek, Kabupaten Bantul, D.I.Y. Dengan ketinggian ± 10 m dpl. Rata-rata curah hujan pertahun 1400 – 1900 mm/th, pH tanah 5,6 – 6,0, kelembaban udara 65 – 85 % dan suhu rata-rata 24 – 32º C Pada bulan Januari-Maret 2020. Penelitian ini dilaksanakan dengan 3 ulangan menggunakan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) meliputi dua faktor dan satu kontrol. Faktor pertama adalah frekuensi penyiraman terdiri dari tiga aras : penyiraman 1 hari 1 kali (W1), 1 kali 2 hari (W2), 1kali 3 hari (W3) sebagai main plot dan faktor kedua pemberian pupuk kandang tanpa pupuk (K0), Pupuk kandang sapi (K1), Pupuk kandang kambing (K2), Pupuk kandang ayam (K3) sebagai sub plot. Analisis data dengan menggunakan sidik ragam pada taraf 5% dilakukan analisi lanjutan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) Duncan Multiple Range Test pada taraf α = 5%. Hasil analisis menunjukkan perlakuan macam pupuk kandang dan frekuensi penyiraman menunjukkan tidak ada interaksi terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil kacang hijau, perlakuan macam pupuk kandang memberikan pertumbuhan dan hasil kacang hijau lebih tinggi daripada kontrol, perlakuan frekuensi penyiraman satu kali memberikan pertumbuhan kacang hijau lebih tinggi, perlakuan frekuensi penyiraman tidak berpengaruh nyata terhadap hasil kacang hijau

Referensi

Benny N Joewono. 2010. Pupuk Kandang. http://nasional.kompas.

com/read/2010/11/26/20241199/tahi.ayam.ini.harganya. rp.500 . Diakses

Pada 4 Juni 2020

Chang, S., J.D. Puryear, M.A.D.L. Dias., E.A. Funkhouser, R.J. Newton, and J.

Carrney. l996. Gene expression under water deficit in Loblolly Pine. Physiol.

Plant 97:139–148.

Doorenbos, J. and A. H. Kassam. 1979. Yield Response to Water. FAO Irrigation

and Drainage Paper 33. FAO, Rome.

Isroi. 2008. Pengkomposan Limbah Kakao. 29 Maret 2014.

Nurlaili, 2009. Tanggap Beberapa Klon Anjuran dan Periode Pemberian Air

Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brassilliensis Muell. Arg.) dalam

Polybag. J. Penelitian Universitas Baturaja 1(1): 48 – 56

Odoemena, C.S.I.2006. Effect of poultry manure on growth, yield and chemical

composition of tomato (Lycopersicon escultentum, Mill) cultivars. IJNAS

(1):51-55.

Prajnanta. F. 2009. Agribisnis Cabai Hibrida. Penebar Swadaya. Jakarta.

Samekto, R. 2006. Pupuk Kandang. PT. Citra Aji Parama.Yogyakarta.

Suwahyono, U. 2011. Pupuk Organik Secara Efektif dan Efisien. Penebar Swadaya.

Jakarta.

Sucipto. 2010. Efisiensi cara pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa

varietas sorgum manis (sorgum bicolor (L). moench). Jurnal Embryo 7(2):

-74

Tohari, Y. 2009. Kandungan Hara Pupuk Kandang.

http://tohariyusuf.wordpress.com/2009/04/25/kandungan-harapupukkandang/ Diakses Pada 23 Desember 2019.

Wiryanta. W. 2003. Bertanam Cabai Hibrida Secara Intensif Agromedia Pustaka.

Jakarta.

Yuwono, N.W. 2007. Unsur Hara Dalam Tanah (Makro dan Mikro)

Unduhan

Diterbitkan

2021-05-27