PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP HASIL TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) DALAM POLYBAG

Penulis

  • Elisabeth Puput Naru Salo
  • Yekti Maryani Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Darnawi Darnawi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Kata Kunci:

Komposisi Media Tanam, Dosis Pupuk Kandang Sapi, Buncis,

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Komposisi Media Tanam Dan Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Dalam Polybag. Penelititan ini dilakukan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) “Lestari Makmur†Jalan Wates Km.12 Polaman, Desa Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta pada bulan maret-april 2020. Sifat agroklimat lahan penelitian merupakan dataran rendah dengan ketinggian 88 m dpl, jenis tanah regosol dengan pH 5.5-6.7, suhu rata-rata yaitu 26-32C, dengan curah hujan 1,654 mm/th. Penelitian dengan menggunakan percobaan faktorial 3x3=9 yang disusun dengan Rancangan Acak Lengkap(RAL) faktor pertama adalah media tanam yang terdiri dari 1 media tanah (M1) : 2 media pasir (M2) : media tanah+pasir (M3). Faktor kedua adalah dosis pupuk kandang sapi yang terdiri dari 1 dosis 90 g tanâ»1 (K1) : 2 dosis 180 g tanâ»1 (K2) : 3 dosis 270 g tanâ»1 (K3). Perlakuan macam media tanam dan dosis pupuk kandang sapi menunjukkan terjadi interaksi terhadap parameter bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Sedangkan pada parameter yang lain tidak terjadi interaksi yaitu terhadap tinggi tanaman,jumlah daun,bobot buah,jumlah buah,dan panjang buah. Perlakuan dosis berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot buah, jumlah buah dan panjang buah. Perlakuan media tanam tanah dan pasir memberikan bobot buah tanaman tertinggi. Perlakuan dosis pupuk kandang 270 g tanâ»1 memberikan bobot buah tanaman tertinggi.

Referensi

Agoes, SD. 1994. Aneka Jenis Media Tanam dan Penggunaannya. Penebar

Swadaya.Jakarta.

Benu et all. 2016. Pengaruh media tanam terhadap pertumbuhan semai

cendana(Santalun Album Linn). Vol. 1 No. 1 tahun 2016

Benson,L. 1957. Plant Classification. D.C Heath and Co. Boston. 688p.

Cahyono B, 2007. Kacang buncis teknik budidaya dan analisa usaha tani. Kanisius

Yogyakarta.

Direktorat Jenderal Hortikultura, 2014. Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2014

Dwidjoseputro D. 1994. Pengantar Biologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia

Dole J.M. et all. 2005. Floriculture: Principles and Species. Prentice Hall, Upper

Saddle River. New Jersey. 1023p

Ernawati,.et all 2018. Respon Pertumbuhan Vegetativ Tanaman Buncis

(Phaseoulus Vulgaris L) Dengan Pemberian Kompos Limbah Kulit Pisang

Nipah. Jurnal protobiont. Vol. 7. Hal 45-50.

Gunadi, et all. Dinamika Ketersediaan Bahan Organic Dari Residu Pupuk Hijau

Daun dan Kompos Dalam Kaitannya Dengan Fisik Tanah Pasiran di Lahan

Pantai.

Haryadi, 2000. Pengaruh Media Tanam dan Pupuk Hayati Agrobost Terhadap

Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo, L.) Dalam

Polybag. Jurnal penelitian. Vol.2 No.2

Lingga P. dan Marsono. 2002. Petunjuk Penggunaan Pupuk, Penerbit Swadaya,

Jakarta. 150 hal.

Musnamar, EL. 2003. Pupuk Organik. Penebar Swadaya. Jakarta. 69 hal.

Mustika, A.2005. Pengaruh Jenis Media Tanam dan Pupuk Kandang Terhadap

Pertumbuhan Stek Sambang Colok (Aerva sanguinolenta Blume).

Novizan, 2005. “petunjuk pemupukan yang efektifâ€. Agromedia Pustaka. Jakarta

Riduan et all. 2015. Pertumbuhan dan hasil tanaman buncis pada berbagai dosis

pupuk NPK serta konsentrasi pupuk daun. Jurnal pertanian pangan dan

lingkungan hidup. Vol.V. hal. 40-51.

Rihana,et all. 2013. Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseoulus

Vulgaris L) Pada Berbagai Dosis Pupuk Kotoran Kambing Dan

Konsentrasi.

Rukmana, et all 1994. Bertanam Buncis. Kanisius. Yogyakarta.

Sutanto, R. 2002. Pertanian Organik. Kanisius. Yogyakarta.

Supriyanto, 2006. Peranan Berbagai Komposisi Media Tanam Organik Terhadap

Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) di Polybag.

Setiawan, B.S. 2010. Membuat Pupuk Kandang Secara Cepat. Penebar Swadaya,

Jakarta.

Setianingsih,et all. 2005. Pembudidayaan Buncis Tipe Tegak Dan Merambat.

Penebar Swadaya. Jakarta.

Safitry,et all. 2013. Pertumbuhan Dan Produksi Buncis Tegak ((Phaseoulus

Vulgaris L) Pada Beberapa Kombinasi Media Tanam Organik. Jurnal

penelitian. Vol.1. hal 94-103.

Sutejo, MM. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rikeka Cipta. Jakarta. 177 hal.

Syehfani, 2000. Arti Penting Bahan Organik Bagi Kesuburan Tanah. Jurnal

Penelitian Pupuk Organik. Vol 3(2) : 127-134.

Sartika, et all. 2013. Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus

Vulgaris L.) Pada Berbagai Dosis Pupuk Kotoran Kambing Dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Dekamon. jurnal produksi tanaman.

Vol. 1.hal 369-377.

Sunarjo, H.H., 2004. Bertanam 30 jenis sayur. Penebar Swadaya, Jakarta. Hal: 78-

Waluyo dan Djuariyah 2013. Varietas-varietas buncis (Phaseolus Vulgaris L.) yang

telah dilepas oleh balai penelitian tanaman sayuran.

http://balitsa.litbang.pertanian.go.id/ind/images/Iptek%20Sayuran/02.pdf.

Widiatningrum,et all. 2010. Pe rtumbuhan dan Produksi Kubis Bunga (Brassica

oleracea var. botrytis L.) dengan Sistem Pertanian Organik di Dataran

Rendah. Biosantifika. 2(2): 115-121

Yernelis et all.2019. Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan

dan Hasil Tanaman Bawang Merah(Allium cepa L. Var Bima).Vol xxxi,

No.18, April 2019.

Yuliarti. 2009, 1001 Cara Mengahsilkan Pupuk Organik. Yogyakarta : Lyli

Publiser.

Zulkarnain. 2013, Budidaya Sayuran Tropis, Bumi Aksara, Jakarta

Unduhan

Diterbitkan

2021-05-27