PENGARUH MACAM AMELIORAN LOKAL DAN DOSIS LEGIN KORO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KORO PEDANG (Canavalia ensiformis L.) DI LAHAN MARJINAL TANAH GRUMUSOL

Ismail Marjuki, Sri Endah Prasetyowati Susilaningsih, Maria Theresia Darini

Sari


This study aims to determine the effect of local ameliorant of types and the dosage of Legin bean on the Jack Bean plant. The research was conducted in March to July 2018 on the UPTD land in the Development of Food Crops and Horticulture Hatchery, Gading unit. Jl. Yogyakarta-Wonosari Km 33, Playen, Gading, Gunung Kidul District, Special Region of Yogyakarta, at an altitude of 200 meters above sea level and temperatures between 23-32 0C, in grumusol soil type. The study was arranged in Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of two factors and three replications. The first factor has the type of local ameliorant consisting of chicken manure and gamal green fertilizer. The second factor has the dose of legin koro which consists of three levels, namely: without legin koro dose, 50 g dose of legin koro, and 100 g legin koro. The observation variables included the plant height, number of leaves, production branches, plant fresh weight, plant dry weight, number of active root nodules, number of pods per plant, pod length per plant, dry pod weight per plant, weight of 100 seeds, and yield per hectare analysis. The result of the study showed no interaction between the treatment of local ameliorant and legin bean dosages on all observation variables, the type of ameliorant did not affect to plant growth, but increase the yield of seeds per hectare and the dosage of legin bean did not affect plant growth, but increase the yield of seeds per hectare

Kata Kunci


amelioran lokal; dosis legin koro; koro pedang

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aminuddin, M. I dan C. Anam. 2017. Kajian Pupuk VAM (Vesicular Arbuscular Micorrhiza) dan Biourine Plus Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merr.) Jurnal Folium. 1(1):14 – 27.

Darnawi dan M.T. Darini. 2016. Kajian Agronomi Koro Pedang (Carnavalia ensiformis L.) Pada Jarak Tanam dan Komposisi Pupuk Campuran NPK di Lahan Pasir. Program studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Jurnal SCIENCETECH.

(2):11 – 19.

Hartoyo, A. P. P. 2014. Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glicine max L.) Berbasiskan Agroforesti Sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen). Program Studi Silvikultur Tropika. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. 64 hal. (tesis tidak dipublikasikan).

Kartika, K., B. Lakitan., Sabaruddin., Wijaya. dan E. Siaga. 2016. Aplikasi Pemupukan dan Amelioran Tanah oleh Petani Lokal di Lahan Rawa Lebak, Pemulutan. Pascasarjana Universitas Sriwijaya, Palembang. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2016, Palembang 20-21 Oktober 2016 ISBN

Laksono, A. 2016. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Koro Pedang (Canavalia ensiformis L. (DC) Akibat Takaran Jenis Pupuk Organik dan Pengapuran di Lahan Marginal Terdegradasi. Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang. Jurnal Agrotek Indonesia 1 (1) : 19 – 28.

Nurbaetun, I., M. Surahman dan A. Ernawati, 2017. Pengaruh Dosis Pupuk NPK dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kacang Koro Pedang (Canavalia ensoformis). Jurnal Bul. Agrohorti. 5 (1): 17 – 26.

Permanasari. I., M. Irfan dan Abizar. 2014. Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L.) Dengan Pemberian Rhizobium dan Pupuk Urea Pada Media Gambut. Jurnal Agroteknologi. 5(1):29 – 34.

Prasetyowati, S.E., dan Y. Sunaryo. (2018) Pengaruh Pupuk Organik dan Kedalaman Olah Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Koro Pedang (Canavalia ensiformis L.) Di Lahan Marginal Tanah Grumusol

Jurnal Pertanian Agros. 20(1):16 – 21.

Prasetyowati, S.E., Y. Sunaryo dan R. Christiningsih. 2014. Pengaruh Amelioran Lokal dan Interval Penyiraman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Koro Pedang. Agros.16 (2) 228 – 239.

Purwaningsih, S. 2009. Populasi Bakteri Rhizobium di Tanah Pada Beberapa Tanaman Dari Pulau Buton Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Tanah Trop. 14 (1):65 – 70.

Ramdana, S. dan R. Prayudyaningsih. 2015. Rhizobium: Pemanfaatannya Sebagai Bakteri Penambat Nitrogen. Balai Penelitian Kehutanan Makassar.

Info Teknis EBONI. 12 (1) : 51 – 64.

Suharta, N., 2010. Karakteristik dan Permasalahan Tanah Marginal Batuan Sedimen Masam di Kalimantan. Jurnal Litbang Pertanian. 29(4):139 – 146.

Suharto, 2009. Efektifitas Nodulasi Rhizobium Japanicum Pada Kedelai yang Tumbuh di Tanah Sisa Inokulasi dan Tanah Dengan Inokulasi Tambahan. Jurnal Ilmu Pertanian. 3(1): 31 – 35.

Suharto, 2009. Efektifitas Nodulasi Rhizobium Japanicum Pada Kedelai yang Tumbuh di Tanah Sisa Inokulasi dan Tanah Dengan Inokulasi Tambahan. Jurnal Ilmu Pertanian. 3(1):31 – 35.

Suwastika, A., N.W. Sutari dan N.W. Muriani. 2015. Analisis Kualitas Larutan Mol (Mikroorganisme Lokal) Berbasis Daun Gamal (Gliricidia sepium) Pada Beberapa Waktu Inkubasi. Jurnal agrotrop. 5(2):206-215.

Usman., I. Rahim dan A. A. Ambar. 2013. Analisis Pertumbuhan dan Produksi Kacang Koro Pedang (Canavalia Ensiformis) Pada Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair Dan Pemangkasan. Jurnal Galung Tropika.

(2):85 – 96.

Walid, L. F. dan Susylowati. 2016. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Orgnanik Cair (POC) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merill). Jurnal Ziraa’ah. 41(1): 84 – 96.

Yuwono, N. W. 2009. Membangun Kesuburan Tanah Di Lahan Marginal. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. 9(2):137-141


Article Metrics

Sari view : 439 times
PDF - 443 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.