Karakteristik Visual Pada Karya – Karya Seniman Sanggar Dewata Indonesia

Authors

  • Ida Bagus Manuaba Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30738/cilpa.v7i2.12427

Keywords:

Karakteristik visual, Konsep, Sanggar Dewata Indonesia

Abstract

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan bagaimana (1) karaktersitik visual karya – karya seniman Sanggar Dewata Indonesia (2) konsep dan gagasan, dan (3) factor dan proses seniman Sanggar Dewata Indonesia berkarya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi yang menggunakan teknik deskriptif. Ini nmerupakan kajian dari beberapa sumber literasi, seperti buku, jurnal, dan katalog pameran seni. Dan kajian mengenai ini sudah penulis temukan, lalu objek dari penelitian ini adalah seniman Sanggar Dewata Indonesia. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melali teknik analisis kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data serta kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan (1) karakteristik visual pada karya seniman Sanggar Dewata Indonesia saat ini sangat beragam, beberapa seniman telah meinggalkan ikon – ikon bali dalam visual dalam karyanya. (2) Konsep Bali tidak dihilangkan karena itu adalah ruh dalam karya seniman Sanggar Dewata Indonesia, meskipun pada karya tidak Nampak ikon – ikon visual Bali. Konsep tersebut adalah Tri Hita Karana, Desa Kala Patra, Rwa Bhineda, Tat
Twam Asi, Karmapala, Taksu, dan Menyame Braya. (3) Semangat nasionalisme bernegara lewat berkesenian, membuat seniman Sanggar Dewata Indonesia mengemban tugas serta fungsi yang sangat penting yaitu menyuarakan kehidupan berbangsa yang plural, menyuarakan kekayaan tradisi serta nilai lokalitas dan harmoni dalam perbedaan. Dalam prosesnya seniman Sanggar Dewata Indonesia selalu melihat hal – hal disekitar sebagai
bentuk keresahan yang dituangkan ke dalam karya.

Abstrak

This study aims to reveal how (1) the visual characteristics of the works of Indonesian Sanggar Dewata artists (2) concepts and ideas, and (3) the factors and processes of the Indonesian Sanggar Dewata artists' works. This research   is a qualitative   research with phenomenological method using descriptive technique. This is a study of several literacy sources, such as books, journals, and art exhibition catalogs. And this study has been found by the author, then the object of this research is the artist Sanggar Dewata Indonesia. The data in this study were collected through observation, interviews, and documentation methods, and analyzed through qualitative analysis techniques with the stages of data reduction, data presentation and conclusions. The results of the study show (1) that the visual characteristics of the works of Sanggar Dewata Indonesia artists are currently very diverse, some artists have left Balinese icons in the visuals in their works. (2) The concept of Bali is not omitted because it is the spirit in the works of the Sanggar Dewata Indonesia artists, even though the visual icons of Bali do not appear in the works. The concepts are Tri Hita Karana, Kala Patra Village, Rwa Bhineda, Tat Twam Asi, Karmapala, Taksu, and Menyame Braya. (3) The spirit of state nationalism through art, makes the Sanggar Dewata Indonesia artists carry out a very important task and function namely voicing the life of a pluralistic nation, voicing the richness of tradition as well as the value of locality and harmony in diversity. In the process, the Sanggar Dewata Indonesia artists always see things around them as a form of anxiety that is poured into their work

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adi, Wicaksono. 2008. Reinventing Bali.Yogyakarta: Sangkring Art Space.

Agung, Arief. 2011. Hedonisme. Jakarta: Galeri Canna

Anzieb A. 2017. Partitur SDI Yogyakarta 2017. Yogyakarta: Sanggar Dewata Indonesia.

Sucitra, I. G. A. 2013. NARASI SANGGAR DEWATA INDONESIA. Yogyakarta: Sanggar Dewata Indonesia.

Sugiyono. 2018. METODE PENELITIAN KUALITATIF. Bandung: Alfabeta.

Suharso Retnoningsih, Ana. 2009. KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA. Semarang: CV. Widya Karya.

Alhadi, S., & Saputra, W. N. E. (2017).Integrasi Seni Kreatif dalam Konseling dengan Pemanfaatan Seni Visual. Jurnal Fokus Konseling, 3(2), 108.https://doi.org/10.26638/jfk.384.209 9

Anggraini, D., & Hasnawati, H. (2018). Perkembangan Seni Tari: Pendidikan Dan Masyarakat. Jurnal PGSD, 9(3), 287–293. https://doi.org/10.33369/pgsd.9.3.287-293

Artikel, I. (2017). Apresiasi Seni dalam Konteks Pendidikan Seni. Imajinasi, 11(1), 9–18. Desain Penelitian Naratif. (2010). Jassi Anakku, 9(2), 172– 183.

Ekonomi, F., Veteran, U. P. N., & Swk, J. (2009). Karakteristik Individu, Karakteristik Pekerjaan, Karakteristik Organisasi dan Kepuasan Kerja Pengurus yang Dimediasi oleh Motivasi Kerja (Studi pada Pengurus KUD di Kabupaten Sleman). Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan (Journal of Management and Entrepreneurship), 11(1), 11–19. https://doi.org/10.9744/jmk.11.1.pp.1 1-19

Gunawan, I. (2013). KUALITATIF

Imam Gunawan. Pendidikan,143. http://fip.um.ac.id/wp- content/uploads/2015/12/3_Metpen- Kualitatif.pdf

Hadi, S. (2017). Pemeriksaan Keabsahan Data Penelitian Kualitatif Pada Skripsi. Jurnal Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, 22(1), 109874. https://doi.org/10.17977/jip.v22i1.87 21

Himawan, W. (2016). The Expression of Balinese Art in 90s Viewed Through Intra-aesthetic and Extra-aesthetic Method. 44, 17–23.

I Gede Arya Sucitra, Maharani, S. D. (2019). Aksiologi Budaya Lokal Jawa-Bali Pada Proses Kreatif Berkarya. Jurnal Studi Budaya Nusantara, 3(2), 14.

Ilmu, F., & Ilmu, F. (1999). Filsafat Ilmu Filsafat Ilmu. September, 1– 3.

Lestari, I. D. (2017). Proses Kreatif Seniman Rupa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 4(1), 1–16.

Mansur, M. (2014). Pengaruh Hindu pada Beberapa Wilayah di Jawa Barat melalui Arca-Arca Koleksi Museum Sribaduga. Etnohistori, 1(2), 112–120. Mirzaqon, A. (2018). Studi Kepustakaan Mengenai Landasan Teori Dan Praktik Konseling Expressive Writing Library. Jurnal BK UNESA, 1, 1–8.

Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan Dat Dalam Penelitian Kualitatif: Wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35–40. https://doi.org/10.7454/jki.v11i1.184 Ramadhani, C. C. (2017). Penyadaran Berekspresi dalam Estetika Seni Rupa Kontemporer. Seminar Nasional Seni Dan …, 139–146.

Saepudin, E. (2011). Model Pembelajaran Demokrasi Melalui Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan (Studi Kasus Terhadap Organisasi Kemahasiswaan di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung). Universitas Pendidikan Indonesia, 127. http://a- research.upi.edu/skripsiview.php?no _ skripsi=5152

Sucitra, I. G. A. (2015). Wacana Postmodern dalam Seni Rupa Kontemporer Indonesia. Journal of Contemporary Indonesian Art, 1(1), 30–40.

Sucitra, I. G. A., & Sartini. (2020). Editorial Team. Drug Analytical Research, 48(1),1.https://doi.org/10.22456/2527- 2616.94434

Susanto, M. R., Retnaningsih, R., Barriyah, I. Q., Marianto, M. D., Setiawati, W., & Sudirman, A. (2019). Contemporary Culture Transformation Through Virtual Space : A Cyberculture Perspective. May, 776–780.

Susanto, M. R., Retnaningsih, R., Setiawati, S. W., Barriyah, I. Q., & Putri, W. H. (2019). Social media transformation in the public education: A critical review of social change. International Journal of Scientific and Technology Research, 8(7), 462–464.

Ulfa, S. & M. (2017). Proses Penelitian,Masalah,Variabel, dan Paradigma Penelitian. Jurnal Hikmah, 14(1), 62–70. http://jurnalhikmah.staisumatera- medan.ac.id/index.php/hikmah/articl e /download/10/13

Zhang, H. M., Peh, L. S., & Wang, Y. H. (2014). Servo motor control system and method of auto-detection of types of servo motors. Applied Mechanics and Materials, 496–500(1), 1510–1515.

https://doi.org/10.4028/www.scienti fi c.net/AMM.496-500.1510

Downloads

Published

2022-06-05

How to Cite

Manuaba, I. B. . (2022). Karakteristik Visual Pada Karya – Karya Seniman Sanggar Dewata Indonesia: . Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa, 7(2), 29–37. https://doi.org/10.30738/cilpa.v7i2.12427

Issue

Section

Artikel

Citation Check