Ikonografi Kain Inuh Di Museum Daerah Provinsi Lampung

Authors

  • Wahyu Sasmito Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia
  • Moh. Rusnoto Susanto Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30738/cilpa.v8i1.14395

Keywords:

Seni, Kerajinan, Kain Tapis, Sejarah, Kebudayaan, Seni

Abstract

Abstrak

Produk seni kerajinan kain Inuh Lampung merupakan salah satu jenis dari Kain Tapis sebagai suatu bukti temuan besar dalam jejak sejarah kebudayaan Lampung. Secara klasifikasi kain Tapis Inuh tidak jauh berbeda dengan permadani yang dikenal selama ini. Contohnya, pada Webster’s New World Dictionary dijumpai kata yang menyerupai penyebutan Tapis, yakni kata Tapestries (lebih dari satu) atau tapestry (tunggal). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi melalui metode studi deskripsi analisis mengenai motif ornament yang terdapat pada peninggalan Kain Tapis Inuh di Museum daerah Provinsi Lampung. (2) Mendeskripsikan tentang makna simbolis Kain Tapis Inuh Adat Lampung bagi masyarakat secara spesifik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif interpretatif, dimana teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, wawancara, dan observasi. Dengan teknik analisis data, peneliti menggunakan metode analisa semiotika model Charles Sanders Peirce. Menurut Peirce, analisis Semiotik terdiri dari tiga unsur utama yaitu Representamen, Object, dan Interpretan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)Kain Inuh yang terdapat di Museum Ruwa Jurai Lampung merupakan Kain Inuh tertua dengan catatan sejarah paling kompleks diantara koleksi lainnya, dengan latar belakang penciptaan yang merepresentasikan kehidupan berbudaya masyarakat Lampung Saibatin. (2) Kain Inuh yang saat ini dikenal sebagai salah satu dari jenis Kain Tapis Lampung diketahui berbeda dari media produksi hingga pemaknaan ornament yang terkandung di dalamnya, nilai spiritual yang terkandung pada Kain Inuh menjadikan Kain Inuh menjadi istimewa. oleh sebab itu generasi muda saat ini mengetahui atau mengenali potensi sumber daya kebudayaan yang ada di daerah Lampung.

Abstract

Inuh Lampung cloth craft art product is one type of Tapis Cloth as a proof of major findings in the traces of Lampung cultural history. In terms of classification, Tapis Inuh cloth is not much different from the tapestries known so far. For example, in Webster's New World Dictionary, there is a word that resembles the mention of Tapis, namely the word Tapestries (more than one) or tapestry (singular). This research aims to (1) show through a descriptive analysis study method the motif ornaments found on the Tapis Inuh cloth relics at the Regional Museum of Lampung Province. (2) Describe the symbolic meaning of the Lampung Traditional Tapis Inuh cloth for the community specifically. This research is an interpretive qualitative research, where data collection techniques use documentation, interviews, and observation techniques. With data analysis techniques, researchers used Charles Sanders Peirce's semiotic analysis method. According to Peirce, semiotic analysis consists of three main elements, namely representation, object and interpretant. The results of the study show that (1) the Inuh cloth found in the Ruwa Jurai Lampung Museum is the oldest Inuh cloth with the most complex historical record among the other collections, with a background of creation that represents the cultural life of the Lampung Saibatin people. (2) Inuh cloth, which is currently known as one of the types of Lampung Tapis cloth, is known to be different from the production media to the meaning of the ornaments contained therein, the spiritual value contained in Inuh cloth makes Inuh cloth special, therefore the current younger generation know or even recognize the potential of cultural resources in the Lampung area.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daeng, Hans J. (2000). Manusia, Kebudayaan dan Lingkungan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kartiwa, Suwati. (1999). Kain Kapal atau Pelepai dan Kain Tampan Khasanah Langka dari Lampung.

Koleksi dan Tata Pameran Lantai II Museum Negeri Provinsi Lampung Ruwa Jurai. Lampung: Depdikbud.

Laskito, Oki. et al. (1998). Kain Tenun Tradisional Koleksi Museum Negeri Provinsi Lampung “Ruwa Jurai”. Lampung: Depdikbud.

Totton, Mary Louise. (2009). Wearing Wealth and Styling Identity: Tapis from Lampung, South Sumatera, Indonesia. New Hampshire: University Press of New England Hanover

Sairin, Sjafri. (2002). Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia. Yogyakarta: Pestaka Pelajar.

Intani, Ria. (2006). Tapis Lampung. Laporan Perekaman BPSNT Bandung. Bandung.

Koentjaraningrat. 1985. Metode–metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

I Wayan, S, dkk. (2019). Indonesian Contemporary Art: A Local Genius Learning Perspective. INTERNATIONAL JOURNAL OF SCIENTIFIC & TECHNOLOGY RESEARCH VOLUME 8, ISSUE 09, SEPTEMBER 2019 ISSN 2277-8616

Kherustika, S. S. (2001). Kepala Museum Negeri Provinsi Lampung Ruwa Jurai. Lampung.

.

Downloads

Published

2023-02-12

How to Cite

Sasmito, W., & Susanto, M. R. (2023). Ikonografi Kain Inuh Di Museum Daerah Provinsi Lampung. Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa, 8(1), 57–71. https://doi.org/10.30738/cilpa.v8i1.14395

Issue

Section

Artikel

Citation Check