Nilai Artistik Bentuk dan Makna Motif Batik Geblek Renteng di Sembung Batik

Authors

  • Insanul Qisti Barriyah Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia
  • Nova Rahayu Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa , Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30738/cilpa.v8i1.14650

Keywords:

form , meaning , motif, geblek renteng, aartistic

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembuatan motif batik geblek renteng di Sembung Batik dan Mendeskripsikan nilai artistik batik motif geblek renteng di Sembung Batik. serta mendeskripsikan bentuk dan makna motif batik geblek renteng di Sembung Batik. Penelitian ini dilaksanakan di Sembung Batik, Sembungan, Gulurejo, Lendah, Kulon Progo, Yogyakarta. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif karena menggambarkan, menceritakan, serta memaparkan data secara sistematis. Variabel dalam penelitian ini adalah Nilai Artistik Bentuk dan Makna Motif Batik Geblek Renteng di Sembung Batik. Subjek pada penelitian ini adalah motif batik geblek renteng di Sembung Batik, Sembungan, Gulurejo, Lendah, Kulonprogo sedangkan, objek penelitian ini adalah nilai artistik bentuk dan makna yang terdapat pada motif geblek renteng di Sembung Batik. Pengumpulan data penelitian ini melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) Proses pembuatan motif batik geblek renteng di Sembung Batik masih menggunakan cara-cara tradisional karena masih menggunakan alat tradisional (2) Nilai artistik dari motif batik geblek renteng di Sembung Batik terletak pada irama dan kesatuannya serta unsur motifnya seperti cecek, motif, warna dan garis (3) Bentuk dari motif batik geblek renteng di Sembung Batik seperti angka delapan sedangkan maknanya sebagai pemberi rezeki yang tidak akan putus-putus.

 

Abstract: The purpose of this research is: (1) to describe the process of making geblek jointly batik motifs in Sembung Batik, (2) to describe the artistic value of geblek jointly batik motifs in Sembung Batik, (3) to describe the shape and meaning of geblek jointly batik motifs in Sembung Batik. This research was conducted in Sebung Batik, Sembungan, Gulurejo, Lendah, Kulon Progo, and Yogyakarta. This research uses the descriptive qualitative research method because it describes, tells, and describes the data systematically. The variables in this study are the artistic value of the form and meaning of the Geblek Renteng batik motif in Sembung Batik. The subject of this research is the geblek renteng batik motif in Sembung Batik, Sembungan, Gulurejo, Lendah, and Kulon Progo while the object of this research is the artistic value of the form and meaning contained in the geblek renteng motif in Sembung Batik. This research data was collected through literature study, observation, interviews, and documentation. Technical analysis of data in this study using data reduction, data presentation, and conclusions. From the results of the study, it can be concluded that (1) The process of making geblek jointly batik motifs in Sembung Batik still uses traditional methods because it still uses traditional tools, (2) The artistic value of the geblek jointly batik motifs in Sembung Batik lies in the rhythm and unity and elements of the motif such as cecek, motifs, colors and lines (3) The shape of the geblek batik motif in Sembung Batik is like the number eight, while the meaning is as a giver of sustenance that will not falter.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Lisbijanto, H. (2013). Batik . Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian dan Pengembangan. Bandung: Alfabeta.

Sumardjo, J. (2000). Filsafat Seni. Bandung : ITB.

Susanto, M. (2002). Diksi Rupa. Yogyakarta: Kanisius

Gustami, S. P. (1997). Seni Kerajinan Mebel Ukir Jepara Abad XIX Samapai Abad XX: Sebuah Tinjauan Melalui Pendekatan Multidimensional (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta).

Munawaroh, Siti. (2016). Menggali Kearifan Lokal Batik, Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul. Jurnal JANTRA: Sejarah dan Budaya, 11(2), 155-167.

Nahak, H. M. (2019). Upaya melestarikan budaya indonesia di era globalisasi. Jurnal Sosiologi Nusantara, 5(1), 65-76.

Parmono, K. (1995). Simbolisme Batik Tradisional. Jurnal Filsafat, 1(1), 28-35.

Rispul, R. (2012). Seni Kriya Antara Tekhnik Dan Ekspresi. Corak: Jurnal Seni Kriya, 1(1).

Downloads

Published

2023-04-07

How to Cite

Barriyah, I. Q., & Rahayu, N. . (2023). Nilai Artistik Bentuk dan Makna Motif Batik Geblek Renteng di Sembung Batik. Cilpa: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Rupa, 8(1), 72–80. https://doi.org/10.30738/cilpa.v8i1.14650

Issue

Section

Artikel

Citation Check