Kajian Etnomatematika: Belajar Matematika Dengan Melibatkan Unsur Budaya

Penulis

  • Turmudi Turmudi

Kata Kunci:

belajar matematika berbasis budaya ethnomathematics

Abstrak

Menurut Schoenfeld (1989), akal sehat kita bisa menerima bahwa belajar dan mengerjakan matematika melibatkan fenomena budaya, sosial, dan kognitif yang tidak dapat dipisahkan.  Dalam generasi masa lalu dan masa sekarang matematika dikembangkan di luar kebutuhan kemanusiaan yang berada di dalam budaya dan masyarakat, perlu untuk mengatasi permasalahan-permasalahan serta untuk menjelaskan fenomena-fenomena. Namun kebanyakan matematika di sekolah diajarkan di luar konteks di mana matematika dikembangkan dan dari konteks di mana ide-ide matematika muncul dan bermakna bagi siswa. Bertentangan dengan teori belajar saat ini yang berpandangan bahwa pembelajaran berlangsung seperti apa adanya  (Crawford, 1996; van Oers, 1996; Voight, 1996). Secara etimologis ethnomathematics yang dikembangkan dan sekaligus secra khusus  D’Ambrosio (1999) mengidentifikasi bahwa ethnomathematika merupakan  cara-cara atau mode-mode, atau gaya, seni, dan teknik untuk belajar memahami, untuk mengerjakan, mengatasi berbagai masalah lingkungan alam, lingkungan sosial, lingkungan budaya, dan lingkungan khayal (imaginary environment). Pembelajaran berbasis budaya merupakan suatu keniscayaan, karena munculnya matematika merupakan produk dari sebuah peradaban manusia dan merupakan proses panjang pengalaman ummat manusia yang sarat dengan isu budaya. Sekurang-kurangnya sebagai penulis saya memiliki kecenderungan menyetujuan pandangan Lave and Wenger (1991) bahwa matematika sekolah sendiri adalah sebuah bentuk situasi pembelajaran dan karenanya berlangsung dalam konteks. Namun konteks saja tidaklah mencukupi, konteks harus bermakna dan secara matematika bermakna bagi siswa. Tulisan singkat ini mengupas tentang etnomatematika dari perspektif budaya dan tantangan serta kemungkinan menerapkannya dalam pembelajaran matematika di kelas.

Referensi

Atweh, B., Forgazs. H., & Nebres, B. (2001). Socio cultural research on mathematics education an International perspective. LEA Publishers, Marwah.

Bonotto, C. (2007). How to replace word problems with activities of realistic mathematical Modelling. In Werner Blum, Peter L. Galbraith, Hans-Wolfgang Henn, & Mogens Niss (Eds.).Modelling and Applications in Mathematics Education

Barton, B.& Frank, L. (2001).Mathematical ideas and indigenious languages. In Bill Atweh, Helen Forgazs, & B Nebres (Eds.) Socio cultural research on mathematics education an International perspective. LEA Publishers, Marwah.

Fay, B. (2000) Unconventional history. Hist Theory 41(4): 1-6, Theme Issue 41

Spengler, O. (1962). The decline of the west (abridged from the revised edition of 1922 by Helmut Werner. The Modern Library/Alfred A. Knopf, New York, p 56.

De’Ambrosio (1999) Literacy, Matheracy, and Thechnoracy: a Trivium for today. Math Think Learn 1(2): 131-153

Unduhan

Diterbitkan

2018-02-23