PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM TOPIK KPK DI KELAS IV SD EKSPERIMENTAL MANGUNAN

Penulis

  • Regina Ari
  • Fransisca Puspitasari
  • Calcilea Deny

Kata Kunci:

Matematika Realistik, KPK

Abstrak

Mangunwijaya merumuskan tujuh modal dasar anak untuk mencapai jiwa yang eksploratif, kreatif dan integral yang salah satunya adalah  kemampuan berfikir secara logis yang meliputi logika kuantitatif. Dalam kurikulum, logika kuantitatif melalui pelajaran matematika. MenurutMangunwijaya, pembelajaran matematika harus menumbuhkan joy of clear dan exact thinking pada anak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran matematika yang dapat menjembatani anak pada tahap operasi konkrit dan operasional abstrak. Pendidikan realistik memulai pembelajaran dari sesuatu yang riil sehingga siswa dapat terlibat dalam proses pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran matematika realistik diterapkan di Sekolah Eksperimental Mangunan mengambil subjek kelas IV pada topik Kelipatan Persekutuan Terkecil. Eksperimen pembelajaran matematika realistik dilakukan melalui 3 tahap. Pada tahap pertama, anak-anak belajar kelipatan dengan menggunakan tepuk yang diikuti tahap kedua berupa belajar tentang kelipatan persekutuan melalui urutan bendera. Pada tahap ketiga anak – anak belajar tentang konsep kelipatan persekutan terkecil (KPK). Berdasarkan dari hasil pengamatan, anak-anak lebih aktif terlibat dalam pembelajaran dan nampak senang belajar matematika. Hasil nilai pre test dan post test menunjukkan bahwa matematika realistik dapat meningkatkan prestasi anak.

Referensi

Nanang Martono, 2010. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Rajawali Pers.

Ullya. 2010. Desain Bahan Ajar Penjumlahan Pecahan Berbasis Pendidikan Matematika Realistik Indonesia untuk SIswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 23 Indralaya. Pendidikan Matematika UNISRI.

Mangunwijaya,. 2004. Pendidikan Pemerdekaan. Yogyakarta: Dinamika Edukasi Dasar.

Jennings, Sue & R, Dunne.1999. Math Stories,Real Stories, Real-life Stories. diakses dari http://www.ex.ac.uk/telematics/T3/maths/actar01.htm. pada tanggal 20 November 2017.

Van den Heuvel-Panhuizen, M. 2000. Mathematics Education in the Netherlands: A Guided Tour.Freudenthal Institute CD-Room for ICME9. Utrecht: Utrecht University.

Darhim. 2004. Pengaruh Pembelajaran Matematika Kontekstual terhadap Hasil Belajar dan Sikap Siswa Sekolah Dasar Kelas Awal dalam Matematika. Disertasi pada PPs UPI. Tidak dipublikasikan.

Gravemeijer, K. 1994. Developing Realistik Mathematics Education. Ultrecht: Freudenthal Institute.

Unduhan

Diterbitkan

2018-02-23