OPTIMALISASI FUNGSI KELUARGA SEBAGAI STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI

Penulis

  • Sarah Hidayati BPSDM Provinsi DKI Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.30738/keluarga.v7i1.8857

Kata Kunci:

corruption, family functioning, KPK, social movement

Abstrak

Artikel ini bertujuan memberikan gambaran strategi dalam pemberantasan korupsi melalui pendekatan keluarga yang dilakukan KPK, serta peluang pengembangan strategi dengan mengoptimalkan fungsi keluarga sebagai elemen terpenting dalam gerakan sosial. Metode penelitian menggunakan studi pustaka bersumber dari berbagai peraturan dan kebijakan terkait korupsi, artikel penelitian, serta media massa. Korupsi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan karena berdampak besar terhadap masyarakat. Perilaku korupsi dapat mengurangi hak-hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang adil dan memuaskan serta dapat menghilangkan hak-hak masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan yang layak. Saat ini perilaku korupsi telah menjalar ke dalam lingkup keluarga di mana terdapat pelaku korupsi yang berasal dari satu keluarga. Padahal, keluarga merupakan pondasi utama dalam pembentukan nilai-nilai positif pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika selama ini upaya pemberantasan korupsi pada sektor pelayanan publik hanya dilakukan melalui perbaikan sistem untuk membatasi dan menutup celah pelaku korupsi, maka saat ini KPK telah mengembangkan suatu gerakan sosial berbasis keluarga untuk memberantas korupsi.

 

The purpose of this paper is to provide an overview of the strategy to eradicate corruption through a family approach promoted by the KPK. This paper is a literature study referes to anti-corruption policies, websites, research reports as well as press articles. Corruption is a crime against humanity because of its enormous impact on society. Corruption behavior deprives community’s rights of appropriate and satisfying services and eliminates the rights of the community to obtain welfare. Currently, corruption behavior has spread to families where there are several corruptors who come from same family. In fact, the family is the main foundation in the formation of positive values in the community and state. Previously, the efforts to eradicate corruption in the public service sector have only been done through improving the system to limit and close the corruption opportunity. After that, the KPK has developed a family-based social movement to eradicate corruption.

Biografi Penulis

Sarah Hidayati, BPSDM Provinsi DKI Jakarta

BPSDM Provinsi DKI Jakarta - Widyaiswara

Referensi

Transparency International, “What is Corruption?,†2020. https://www.transparency.org/en/what-is-corruption#define.

D. Hall, P. U. of Greenwich, and D. of I. B. and Economics, “Corruption and Public Services,†Public Services International Research Unit, United Kingdom, 2012. [Online]. Available: https://www.world-psi.org/sites/default/files/documents/research/en_psiru_corruption_and_public_services_nov2012_text_with_annexes_final.pdf.

I. R. Pratama, “Satu Keluarga Dijebloskan KPK ke Penjara, Ini Kasus yang Menjerat Mereka,†Tribunnews, 2019. https://www.tribunnews.com/nasional/2019/06/01/satu-keluarga-dijebloskan-kpk-ke-penjara-ini-kasus-yang-menjerat-mereka.

D. A. Rachman, “KPK: Pelaku Korupsi Semakin Muda dan Melibatkan Keluarga,†Kompas, 2019. https://nasional.kompas.com/read/2019/03/06/13530521/kpk-pelaku-korupsi-semakin-muda-dan-melibatkan-keluarga?page=all.

R. A. O. Syarief and D. Prastiyo, “Korupsi Kolektif (Korupsi Berjamaah) di Indonesia: Antara Faktor Penyebab dan Penegakan Hukum,†J. Huk. Respublica, vol. 18, no. 1, 2018, doi: https://doi.org/10.31849/respublica.v18i1.3947.

T. Rasyid, “Pemberantasan Korupsi Melalui Gerakan Sosial Anti Korupsi,†J. Justici, vol. 8, no. 1, 2016, [Online]. Available: http://lppm.iba.ac.id/lppm/17/pemberantasan-korupsi-melalui-gerakan-sosial-antikorupsi.html.

KPK, “Laporan Baseline Studi Tahap I Pencehagan Korupsi Berbasis Keluarga,†Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK, Jakarta, 2012. [Online]. Available: http://www.spakindonesia.org/files/1523960276-laporan-baseline-study-tahap-i.pdf.

M. Zed, Metode Penelitian Kepustakaan, 2nd ed. DKI Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2004.

S. Dwiputrianti, “Memahami Strategi Pemberantasan Korupsi di Indonesia,†J. Ilmu Adm., vol. 6, no. 3, 2009, doi: https://doi.org/10.31113/jia.v6i3.364.

A. Fildes, “Normative Compliance, Legitimacy, and Procedural justice.†Australia, 2016, [Online]. Available: https://www.academia.edu/30954049/Normative_compliance_and_procedural_justice.

E. Rosana, “Kepatuhan Hukum Sebagai Wujud Kesadaran Hukum Masyarakat,†J. Teropong Aspir. Polit. Islam, vol. 10, no. 1, 2014, doi: https://doi.org/10.24042/tps.v10i1.1600.

M. Bunga, M. D. Maroa, A. Arief, and H. Djanggih, “Urgensi Peran Serta Masyarakat dalam Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,†J. Law Reform, vol. 15, no. 1, 2019, doi: https://doi.org/10.14710/lr.v15i1.23356.

A. Linanda, “Membangun gen aksi keluarga jujur, keluarga bahagia, sebagai budaya anti korupsi berbasis keluarga,†J. Masy. Berdaya dan Inov., vol. 1, no. 2, 2020, doi: https://doi.org/10.33292/mayadani.v1i2.16.

A. D. Ratnasari, “Konstruksi OrangTua Dalam Menanamkan Pendididkan Anti-Korupsi Pada Anak,†J. Kaji. Moral dan Kewarganegaraan, vol. 5, no. 2, 2017, [Online]. Available: https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-kewarganegaraa/article/view/20477.

J. Ì A. P. Lopez and J. Ì M. S. Ìnchez Santos, “Does Corruption Have Social Roots? The Role of Culture and Social Capital,†J. Bus. Ethics, vol. 122(4), pp. 697–708, 2014, doi: 10.1007/s10551-013-1789-9.

S. Angraeni, “Panduan Pelaksanaan Program Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga,†vol. 200+iv. Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 2016, [Online]. Available: https://acch.kpk.go.id/images/tema/litbang/pengkajian/pdf/2017/Panduan-pelaksanaan-program-pencegahan-korupsi-berbasis-keluarga.pdf.

M. N. Utami, U. Hasanah, and T. Tarma, “Pengaruh Pendidikan Karakter Anti Korupsi dalam Keluarga Terhadap Karakter Anti Korupsi Pada Remaja,†J. Kesejateraan Kel. dan Pendidik., vol. 3, no. 1, 2016, doi: doi.org/10.21009/JKKP.031.02.

Q. Handayani and S. P. Halili M.A, “Peranan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Mendesain Kelembagaan Pendidikan Antikorupsi,†J. Pendidik. Kewarganegaraan dan Huk., vol. Vol. 5 No., 2016, [Online]. Available: http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/civics/article/view/3835/3490.

BKKBN, “Buku Pegangan Kader BKR tentang Delapan Fungsi Keluarga.†2013, [Online]. Available: https://digilib.bkkbn.go.id/index.php?p=show_detail&id=923&keywords=.

KPK, “Modul Pencegahan Korupsi Berbasis Keluarga Bagi Relawan GenAksi.†KPK, 2016, [Online]. Available: https://acch.kpk.go.id/id/berkas/litbang/panduan-relawan-genaksi-modul-pencegahan-korupsi-berbasis-keluarga.

S. Arini, “Implikasi Pola Asuh Kakek-Nenek Terhadap Sifat dan Prestasi Anak,†Dimensia, vol. 7, no. 1, 2018, [Online]. Available: https://journal.uny.ac.id/index.php/dimensia/article/view/21057/11068.

Unduhan

Diterbitkan

2021-02-21

Terbitan

Bagian

Artikel