Manajemen Teaching Factory Dalam Upaya Pengembangan Mutu Pembelajaran di SMK

Main Article Content

Risnawan Risnawan

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) manajemen teaching factory ditinjau dari: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi; (2) mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambat manajemen teaching factory di SMK dalam upaya pengembangan mutu pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan analisis dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, menampilkan data dan verifikasi data. Hasil penelitian ini : (1) manajemen teaching factory di SMK Muhammadiyah 1 Prambanan ditinjau dari (a) perencanaan sudah dilakukan dengan baik seperti pengadministrasian waktu, alat-alat dan bahan pratikum pada workshop; (b) pengorganisasian teaching factory yang tersusun dengan baik mulai dari ketua kompetensi keahlian, ketua bengkel, guru mata pelajaran, dan toolman; (c) pelaksanaan sudah dilakukan dengan baik; (d) pengawasan dilakukan terpadu oleh seluruh komponen sekolah. (2) faktor-faktor pendukung meliputi: guru yang kompeten, sarana dan prasarana yang mendukung, siswa yang antusias, toolman, jadwal pratikum sistem blok, dan kerjasama dengan DUDI, faktor penghambatnya waktu yang kurang maksimal, pemasaran dan tempat yang kurang strategis (3) hasil dari penerapan manajemen teaching factory memberikan bekal terjun di industri, kepercayaan dari DUDI, dan outputnya terserap dengan baik oleh dunia industry.

Kata kunci: manajemen, teaching factory, mutu pembelajaran

Article Details

Section
Vol 2 No 1 (Juni) 2019

References

Abdul, Haris. 2013. Teaching factory sebagai pengembangan sistem pendidikan di sekolah menengah kejuruan. Kiat Bisnis. volume 5 No. 3.

Alptekin, S.E. et al. 2001. Teaching factory. Proceedings of the 2001 american society for engineering education annual conference & exposition. San Luis Obispo, 3563.

Arie Wibowo Kurniawan dkk. 2016. Grand design pengembangan teaching factory dan technopark SMK. Jakarta : Kemendikbud.

Billet, S. 2011. Vocational education. New York: Spriger

Das Salirawati. (2009). Manajemen laboratorium kimia/ipa. Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA UNY.

Depdiknas. 2003. Undang-Undang RI Nomor 20, Tahun 2013. Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Erly Suandy. (2001). Perencanaan Pajak. Salemba Empat : Jakarta.

Finch, C.R & Crunkilton, J.R. (1979). Curriculum development in vocational and technical education, planning, content, and implementation. Boston: Allyn & Bacon A Viacom Company.

Hadlock, H. et al. 2008. From practice to entrepreneurship: rethingking the learning factory approach. Proceeding of the 2008 iajc ijme international conference, ISBN 978-1-60643-379-9

M Burhan R Wijaya. (2013). Model pengelolaan teaching factory sekolah menengah kejuruan. Jurnal Penelitian Pendidikan. Vol. 30, Nomor 2.

Manullang. 2012. Dasar-dasar manajemen. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Nasution. 2003. Metode research. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Nurharjadmo Wahyu, 2008. Evaluasi implementasi kebijakan pendidikan sistem ganda di sekolah kejuruan. Spirit Publik Volume 4, Nomer 2.

Patonah, Patonah (2012) Manajemen pembelajaran teaching factory di program studi pariwisata. SMK Negeri 6 Yogyakarta. S2 thesis. UNY.

Permendiknas RI. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Ramadhani, A.V. (2015). Kontribusi keterlibatan siswa di teaching factory dan pelayanan bimbingan karier terhadap motivasi berwirausaha serta dampaknya pada kesiapan berwirausaha. Jurnal teknologi, kejuruan, dan pengajarannya, Vol 38, No 2.

Sa’ud, U.S. (2010). Inovasi pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Metode penelitian pendidikan (pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan r&d). Bandung: Alfabeta.

Terry, George dan Leslie W. Rue. (2010). Dasar-dasar manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.