Manajemen Lingkungan Belajar di Sekolah dalam Mengembangkan Daya Eksploratif, Kreatif dan Integral Peserta Didik

Isi Artikel Utama

Elisabet Sri Widayanti

Abstrak

Sebuah sekolah memerlukan manajemen lingkungan belajar yang mendukung proses pembelajaran dalam mengembangkan daya eksploratif, kreatif dan integral peserta didik. Lingkungan belajar terdiri dari lingkungan belajar fisik dan non fisik/ sosial terintegrasi dalam proses pembelajaran di dalam kelas dan di luar kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen lingkungan belajar di sekolah dalam mengembangkan daya eksploratif, kreatif dan integral peserta didik SD Kanisius Eksperimental Mangunan, Kalitirto, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, teknik pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Uji keabsahan kredibilitas dengan triangulasi. Analisis data penelitian deskripsi menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Kanisius Eksperimental Mangunan memiliki manajemen lingkungan belajar yang lengkap dan terintegrasi dalam proses pembelajaran, penanaman nilai budaya dan pembentukan karakter. Sekolah Kanisius Eksperimental Mangunan sebagai sekolah inklusi dapat menjadi acuan dan referensi bagi sekolah lain dalam mengembangkan daya eksploratif, kreatif dan integral peserta didik.

Kata kunci: manajemen, lingkungan belajar, eksploratif, kreatif, integral

Rincian Artikel

Bagian
Vol 1 No 3 (Februari) 2019

Referensi

Ari, R., Puspitasari, F., & Deny, C. (2018). Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik Dalam Topik KPK di Kelas IV SD Eksperimental Mangunan. Prosiding seminar nasional etnomatnesia, 785-788.

Artana, I. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Kreatif Dan Penguasaan Konsep Ipa Kelas V SD Gugus VIII Kecamatan Abang. e- Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha 5 1-11

B Lena Nuryanti S.Mahri J. (2010). Model pendidikan pengembangan kecakapan. Proceedings of The 4th International Conference on Teacher Education (November) 8-10

Dewantara, KH. (2009). Menuju Manusia Merdeka. Yogyakarta: Leutika.

Fatima, Fajar Dwi N.A. (2017). Panduan Praktis Evaluasi Kinerja Karyawan. Yogyakarta: Quadrant.

Indrawan, I., (2016). Mengoptimalkan Proses Pembelajaran PAI Melalui Media Lingkungan. Jurnal Al-Afkar. 320(1)

Mangunwijaya. (2004). Pendidikan Pemerdekaan: Catatan Separuh Perjalanan SDK Eksperimental Mangunan. Yogyakarta: PT. Bayu Indra Grafika.

Martinis. (2011). Lingkungan Belajar Berkualitas. Artikel. Diambil pada tanggal 15 Agustus 2018, dari https://martinis1960.wordpress.com/ 2011/02/04/lingkungan-belajar-berkualitas/

Mulyana, R. (2009). Penanaman etika lingkungan melalui sekolah perduli dan berbudaya lingkungan. Jurnal Tabularasa 6(2) 175-180.

Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas atas PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas atas PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Sri Wuryastuti. (2008). Inovasi Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar 9 (April) 2.

Sugiyono. (2016). Metodologi penelitian manajemen. Bandung: Penerbit Alfabeta.

Ulfah, M. (2013). Pengembangan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif Dan Menyenangkan (Paikem) Di Sekolah Taman Kanak-Kanak Fullday. PAWIYATAN (Vol 20, No 2.