Manajemen Pengembangan Kegiatan Ekstrakurikuler Karawitan Dalam Konteks Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal

Main Article Content

Barokad Barokad
Sunarto Sunarto

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) mengevaluasi manajemen pengembangan kegiatan ekstrakurikuler karawitan dalam konteks pendidikan karakter berbasis kearifan lokal terkait dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, (2) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler karawitan dalam konteks pendidikan karakter berbasis kearifan lokal, dan (3) menganalisis hasil pengembangan kegiatan ekstrakurikuler karawitan dalam koteks pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.Jenis penelitian adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di SD Trucuk Pajangan Kabupaten Bantul. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)  manajemen pengembangan berbasis kearifan lokal melalui kegiatan ekstrakurikuler karawitan telah dilaksanakan dengan baik. (2) Kendala yang dihadapi guru berasal dari sikap peserta didik. (3) Hasil dari pengembangan kegiatan ekstrakurikuler karawitan dalam konteks pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di SD Trucuk Pajangan  Kabupaten Bantul adalah tercapainya tujuan program untuk mengembangkan karakter positif siswa.

 

 

 

Article Details

Section
Vol 4 No 1 (Juni) 2021

References

Asriati, Nuraini. (2012). Mengembangkan Karakter Peserta Didik Berbasis Kearifan Lokal Melalui Pembelajaran di Sekolah. Jurnal PendidikanSosiologi dan Humaniora. 2(III). Hlm. 106-119.

Doni Koesoema A. (2007). Pendidikan Karakter. Jakarta: Grasindo.

Herimanto & Winarno. (2010). Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Mungmachon, Roikhwanphut. (2012). Knowledge and Local Wisdom: Community Treasure. International Journal of Humanities and Social Science, Vol (2), 174-181.

Ridwan, Nurma Ali. (2007). Landasan Keilmuan Kearifan Lokal. Jurnal Studi Islam dan Budaya. 1(V). Hlm. 27-38.

Sartini, Ni Wayan. (2004). Menggali Nilai Kearifan Lokal Budaya Jawa Lewat Ungkapan (Bebasan, Saloka, dan Paribasan). Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra. V(1). Hlm. 28-37.

Sobur, Alex. (2009). Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.uastra. I Wayan. (2011). Efektivitas Model Pembelajaran Sains Berbasis Budaya Lokal Untuk Mengembangkan Kompetensi Dasar Sains Dan Nilai Kearifan Lokal di SMP. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan 5 (3), 258-273.

Subagia, I Wayan & Wiratma, I Gusti Lanang. (2006). Potensi-Potensi Kearifan Lokal Masyarakat Bali dalam Bidang Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran 39 (3).

Veugelers, Wiel. (2008). Education and Humanism: Linking Autonomy and Humanity. Switzerland: Sense Publishers.