PEMBERDAYAAN PERTANIAN TANGGAP COVID-19 MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN BROWNIES BEKATUL UNTUK MENGHASILKAN NILAI EKONOMIS

Authors

  • Rina Setyaningsih
  • Enggar Kartikasari
  • Lina Afifah

Keywords:

pelatihan, brownies, bekatul

Abstract

COVID-19 adalah virus yang menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat hingga dapat menyebabkan kematian. Di Indonesia pandemic covid 19 yang saat ini terus mengalami eskalasi. Pemerintah resmi melanjutkan kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Kebijakan tersebut resmi diberlakukan mulai tanggal 3 sampai 9 Agustus 2021, khususnya di DIY yang merupakan salah satu daerah yang mengalami peningkatan covid 19. Adanya covid 19 dan pemberlakuan PPKM berdampak bagi perekonomian dan taraf hidup masyarakat, khususnya dusun ngrancang. Mayoritas warga Ngrancang bermata pencaharian sebagai petani dan selama ini bekatul hanya digunakan sebagai makan ternak, dijual utuh, dan kurang dimanfaatkan, padahal bekatul sebenarnya kaya akan kandungan gizi diantaranya karbohidrat, protein, lemak, serat, Vitamin B1, B2,B3, B5, B6, Zat Besi, Zinc, Kalsium, Fosfor, Kalium, Natrium dan magnesium yang sangat dibutuhkan oleh tubuh khususnya ditengah pandemic 19 saat ini untuk meningkatkan daya imunitas tubuh. Tujuan abdimas untuk memberikan pelatihan dan sosialisasi pembuatan brownies, menambah pengetahuan, ketrampilan, income dan menciptakan produk yang bergizi, berkualitas serta bernilai ekonomis, selain itu pengolahan ini bisa dijadikan sebagai salah satu ide bisnis baru dari hasil pertanian khususnya ditengah pandemic covid 19. Pelatihan ini dilaksanakan di Dusun Ngrancang RT 78, RW 11, Desa Playen, Kecamatan Bleberan, Kabupaten Gunung Kidul pada tanggal 05 Agustus 2021. Sasaran kegiatan ini adalah Ibu-ibu dan remaja dusun Ngrancang. Metode abdimas menggunakan pelatihan dan video tutorial. Hasil kegiatan abdimas adalah warga Dusun Ngrancang yang memiliki bekatul dapat membuat brownies yang dapat dikonsumsi sehari-hari maupun dijadikan ide bisnis. Selain itu warga sangat senang dan antusias dengan adanya kegiatan pelatihan dari Tim Abdimas UST Yogyakarta.

References

G. T. P. P. COVID-19, “Data Sebaran Virus Corona,” BNPB Indonesia, 2020. .

A. P. R. Laras Ayni Widyastuti, Wahyu Ardian Nugroho, “OATS‐BEKATUL SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL,” J. Pelita, vol. 5, 2010, [Online]. Available: https://journal.uny.ac.id/index.php/pelita/article/view/4269.

M. Z. Tuaritaa, N. F. Sadeka, N. D. Y. , Sukarnoab, and dan S. Budijanto, “Pengembangan Bekatul sebagai Pangan Fungsional: Peluang, Hambatan, dan Tantangan,” J. Pangan, 2017.

Z. Y. Nursalim, Y., dan Razali, Bekatul Makanan yang Menyehatkan. Jakarta, 2007.

Rina Setyaningsih dan Anzahra Sativa, “PENINGKATAN LIFE SKILL PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MELALUI PEMBUATAN KUE KERING MENGGUNAKAN BAHAN LOKAL,” Abdimas Dewantara, vol. 3, pp. 41–47, 2020, doi: http://dx.doi.org/10.30738/ad.v3i2.6224.

S. W. A. Rina Setyaningsih, Ika Wahyu, Roni Kurniawan, “Peningkatan Life Skill Pada Ibu-ibu LPKK di Dususn Pajangan Berbah Melalui Pelatihan Brownies Bekatul,” J. DHARMA, vol. 1, 2020, doi: https://doi.org/10.31315/dlppm.v1i2.4057.

Y. T. Rina Setyaningsih, “KESUKAAN MASYARAKAT TERHADAP PEMBUATAN BROWNIES BERSUBSTITUSI TEPUNG KULIT ARI KACANG KEDELAI,” J. Kel., vol. 6, pp. 62–77, 2020, doi: http://dx.doi.org/10.30738/keluarga.v6i1.6601.

Published

2021-10-23