Perbandingan Frekuensi Alami Jembatan Karangsemut Menggunakan Accelerometer Dan Sap2000

Penulis

  • Widarto Sutrisno
  • Dimas Langga Chandra
  • Agung Deonanda

Abstrak

Frekuensi alami jembatan merupakan frekuensi untuk menentukan syarat kelayakan jembatan secara teoritis dan eksperimen. Nilai frekuensi alami digunakan untuk menentukan syarat kelayakan jembatan secara teoritis dan eksperimen. Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Jembatan Karangsemut, merupakan batas wilayah antara Kecamatan Jetis dan Kecamatan Imogiri, Karangsemut, Trimulyo, Jetis, Bantul, D.I. Yogyakarta, Indonesia. Memiliki bentang 125,70 meter dan merupakan jembatan rangka baja.

Penelitian ini untuk mengetahui nilai frekuensi alami melalui pemodelan struktur jembatan karangsemut menggunakan SAP2000 dan untuk mengetahui frekuensi alami pada aplikasi Accelerometer melalui tes vibrasi pada jembatan karangsemut.

Hasil nilai frekuensi dari SAP2000 pada mode pertama frekuensi 1,23006 dengan periode 1,17816128 detik, sedangkan hasil tes vibrasi menggunakan aplikasi Accelerometer menunjukan grafik amplitude channel X yang tertinggi terletak pada frekuensi 5 sampai 45,channel Y yang tertinggi terletak pada frekuensi 5 sampai 40, grafik amplitude channel Z yang tertinggi terletak pada frekuensi frekuensi 5 sampai 10 pada angka 14.960763 Hz. Maka dari penelitian menggunakan software SAP2000 dan aplikasi Accelerometer menunjukan bahwa jembatan karangsemut aman dan layak dilintasi.

Biografi Penulis

Dimas Langga Chandra

Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Indonesia

Agung Deonanda

Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, Indonesia

Unduhan

Diterbitkan

2021-09-15