Kajian Pemanfaatan Underwater Sill (UWS) Dalam Mengatasi Pendangkalan Kolam Labuh (Studi Kasus: Pelabuhan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk. Di Tuban)

Penulis

  • Remo Marichi
  • Nur Yuwono
  • Radianta Triatmadja

Kata Kunci:

transpor sedimen, pendangkalan, Underwater Sill (UWS)

Abstrak

  1. Semen Gresik (Persero) tbk tmembuat pelabuhan khusus untuk bongkar muat produk semen dari PT. Semen Gresik (Persero) di Tuban. Dengan adanya pelabuhan ini diharapkan dapat melayani kapal dengan bobot 30.000 sampai dengan 40.000 DWT. Untuk keperluan itu, maka dilakukan pembangunan alur pelayaran dengan kedalaman sekitar -12 m (LWS) dan kolam labuh sekitar -13,00 m (LWS), serta perpanjangan dermaga yang ada dari 175 m menjadi 400 m. Kemudian timbul masalah yaitu terjadinya pendangkalan alur pelayaran dan kolam labuh, hal ini terjadi disebabkan oleh posisi kolam labuh berada pada kawasan surf zone. Maka dilakukan pengerukan sedimen pada lokasi kolam labuh dan alur pelayaran, solusi ini dinilai kurang efektif karena harus dilakukan secara periodik dan membutuhkan biaya yang relatif banyak. Untuk mengatasi dan mengurangi pendangkalan yang terjadi di Pelabuhan Khusus PT. Semen Gresik tersebut, telah dibangun Underwater Sill (UWS) di sekeliling kolam labuh dengan jarak 500 m dari garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adanya struktur UWS dalam mereduksi jumlah sedimen yang masuk ke kolam labuh. Pendangkalan kolam labuh dihitung dengan anggapan bahwa distribusi sedimen tidak terdistribusi sempurna atau merata sehingga debit sedimen yang masuk ke kawasan UWS dihitung dengan menggunakan koefisien distribusi sedimen (Kc). Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya bangunan UWS pada jarak 500 m dari garis pantai dapat mengurangi / mereduksi sedimen yang akan masuk ke kolam labuh yang semula sebelum adanya bangunan UWS adalah 426993,809 m3/tahun menjadi 302615,157 m3/tahun setelah adanya bangunan UWS. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya bangunan UWS dapat mengurangi / mereduksi sedimen yang akan masuk ke kolam labuh sebesar 124378,6518 m3/tahun atau sebesar 29,13%.

Biografi Penulis

Remo Marichi

Mahasiswa Program Pascasarjana, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan,                

Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Nur Yuwono

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Radianta Triatmadja

Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Unduhan

Diterbitkan

2021-08-24