SRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI ERA DIGITAL DALAM MENGIMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

Penulis

  • Damayanti Putri SMA NEGERI 9 PURWOREJO

Abstrak

Abstrak- Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam konteks strategi pembelajaran di era “Digital “  untuk membantu guru dalam mengimplementasikan kurikulum 2013.

Dalam  pembelajaran bidang studi Bahasa Indonesia peran TIK sangat dibutuhkan dimana hal tersebut harus dan wajib dilakukan oleh lembaga pendidikan demi terwujudnya kualitas dari sekolah, kegiatan pembelajaran  yang dialkaukan oleh guru/pengajar tentunya tidak mudah, terlebih dengan beragamnya krateristik dan kesiapan mental para guru yang cukup heterogin, untuk itu penggunaan alat bantu atau media IT dapat menyelesaiakan hal tersebut.

Dunia pendidikan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya di Indonesia.  Perubahan penting yang telah terjadi dalam dunia pendidikan di Indonesia salah satunya adalah perubahan kurikulum, telah kita ketahuai bersama perubahan kurikulum juga diikuti perubahan perangkat pembelajaran salah satunya RPP. Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar.

Era Digitalisasi mempunyai tantangan tersendiri yang harus kita taklukkan diantaranya dengan menciptakan sumber daya yang inovatif dan tanggap terhadap perubahan teknologi yang berkembang pesat. Selain itu juga diperlukan adanya penyesuaian sarana dan prasarana dalam pembelajaran antara lain menyangkut teknologi informasi, internet, analisis data, dan komputer.

Pusat Kurikulum (2007:17) menegaskan salah satu dimensi yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan dunia pendidikan nasional di masa depan adalah kebijakan mengenai kurikulum. Kurikulum merupakan jantungnya dunia pendidikan.Untuk itu, kurikulum di masa depan perlu dirancang dan disempurnakan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional dan meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia.

Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional (UU No 20/2003: Pasal 1 ayat 19).

Kata Kunci- Teknologi Invormasi Komunikasi (TIK),RPP , Implementasi kurikulum 2013.

Referensi

Daftar Pustaka

Departemen Pendidikan Nasional, 2005, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Balitbang Depdiknas. 2001. Data Standardisasi Kompetensi Guru. (http://www.depdiknas.go.id.html).

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan kompetensi Guru.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan

Peraturan Pemerintah RI, Nomor 17 Tahun 2010 Tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Balitbang Depdiknas. 2001. Data Standardisasi Kompetensi Guru. (http://www.depdiknas.go.id.html).

Zhong, R. Y., Xu, X., Klotz, E., & Newman, S. T. 2017. Intelligent Manufacturing in the Context of Industry 4.0: a Review. Engineering, 3(5), 616–630. doi:10.1016/ j.eng.2017.05.015.

Hariastuti, R.T., Prawitasari, J.E., Handarini, D.M., & Atmoko, A. 2017. The development of critical thinking skills based of patrap triloka’s Ki Hadjar Dewantara. International Journal of Development Research, 7(7), 13606–13611. Retrieved from http://www.journalijdr.com/sites/default/files/issue-pdf/9171.pdf

Frydenberg, M., & Andone, D. (2011). Learning for 21 st Century Skills, 314–318

https://www.ristekdikti.go.id/kabar/pengembangan-iptek-dan-pendidikan-tinggi-di-era-revolusi-industri-4-0-2/

Boeriswati, Endry. (2012). “The Implementing Model of Empowering Eight for Information Literacy†Journal US-China Education Review A 7 (2012) 650-661 Earlier title: US-China Education Review, ISSN 1548-6613

Leclercq, F 2005, ’The relationship between educational expenditures and outcomes’, Document de Travail DT/2005- 05, Développement Institutions et Analyses à Long terme (DIAL), Paris

Partnership for 21st Century Skills. 2009. Professional development for the 21st century. Retrieve May 2014 from http://www.p21.org/documents/P21_Framework.pdf

Maryam, Siti, 2013, “Penerapan Penilaian Otentik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP se-Kecamatan Watesâ€, Skripsi S1 Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta

Sagala, S, 2003, Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar, Bandung: Alfabeta.

Abrams, L. S. & Gibson, P. (2007). Reframing multicultural education: Teaching white privilege in the social work curriculum. Joumal of Social Work Education, 43(1): 149—160.

Muslich Masnur, 2007, Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual, cet 2, Jakarta : Bumi Aksara.

Diterbitkan

2020-03-12