MANAJEMEN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ANAK TUNARUNGU SLB NEGERI 2 GUNUNGKIDUL

Penulis

  • emi sulasmi sulasminingsih SLB Negeri 1 Gunungkidul

Abstrak

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan mengetahui 1) perencanaan; 2) pelaksanaan; 3)evaluasi; 4) factor pendukung; dan 5) factor penghambat pembelajaran Bahasa Indonesia siswa di kelas VII SMPLB Negeri 2 Gunungkidul. Subyek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru dan siswa kelas VII SMPLB Negeri 1 Gunungkidul. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, sajian data penarikan simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa: 1) perencanaan manajemen pembelajaran dilakukan oleh guru dengan mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran(RPP)yang lengkap;2) pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan tatap muka antara guru dengan siswa dengan metode komunikasi total (komtal); 3) Evaluasi hasil belajar tidak hanya menyangkut pencapaian materi hasil belajar siswa, akan tetapi proses pembelajaran; 4) faktor pendukung mendapat respon positif dari sekolah 5) factor penghambat waktu yang dibutuhkan lama untuk memahami kosakata. Kurangnya sarana prasarana yang memadai yang dapat menunjang pembelajaran Bahasa Indonesia.

 

Kata kunci: Manajemen, pembelajaran Bahasa Indonesia, anak tunarungu,

 

Abstract:

This study aims to find out 1) planning; 2) implementation; 3) evaluation; 4) supporting factors; and 5) inhibiting factors for Indonesian language learning for students in class VII of SMPLB Negeri 2 Gunungkidul. The research subjects consisted of school principals, teachers and VII grade students of SMPN 1 Gunungkidul. Data collection techniques are done through interviews, observation and documentation. Data analysis procedures are data reduction, drawing data conclusions and verification. The results showed that: 1) the learning management planning was carried out by the teacher uses  preparing a complete learning plan (RPP), 2) the implementation of learning was carried out face-to-face between teachers and students with total communication methods (komtal); 3) Evaluation of learning outcomes does not only involve the achievement of student learning outcomes, but the learning process; 4) supporting factors get a positive response from the school 5) factors that inhibit the time required to understand vocabulary. Lack of adequate infrastructure that can support learning Indonesian. 

 

                     Keywords: Management,  Indonesian Learning,, deaf children,

Referensi

DAFTAR PUSTAKA

Depdikbud. (2009). Pedoman Proses Belajar Mengajar di SD. Jakarta: Proyek Pembinaan Sekolah Dasar.

Depdiknas. 2006. Standar Kompetensi Dan Kompetensi Dasar Peserta Didik Sekolah Dasar Luar Biasa Tunarungu (SDLB-B).Jakarta:BSNP

Edja Sadjaah. (2005). Pendidikan Bahasa bagi Anak Gangguan Pendengaran dalam Keluarga. Jakarta: Depdiknas.

Hersey dan Blanchard. (1983). Management of Organizational Behavior: Uutilizing Human Resource. New Jersey: Prentice- Hall.

Miles and Huberman. (1984). Qualitative Data Analysis. Beverly Hills: Sage Pub- lications.

Murni, Winarsih.2007.Intervensi Dini Bagi Anak Tunarungu Dalam Pemerolehan Bahasa. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.

Sugiyono (2010). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif Kualitataif dan R&D. Bandung: Alphabeta.

Suparno. (2001). Pendidikan Anak Tunarungu (Pendekatan Orthodidaktik). Yog- yakarta: Jurusan PLB FIP UNY.

Syaifurahman dan Tri Ujiati (2013). Manajemen dalam Pembelajaran. Jakarta: Indeks

W, T. Solchan, dkk. 2009. Pendidikan Bahasa Indonesia di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.

Diterbitkan

2020-03-16