GERAKAN LITERASI SEKOLAH : WADAH MEMUPUK MINAT DAN KEBIASAAN MEMBACA SISWA

Penulis

  • Sirilus Karolus Keroponama Keban

Abstrak

Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan (1) konsep awal pelaksanaan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN Lempuyangwangi; (2) bentuk-bentuk implementasi GLS; (3) faktor pendukung implementasi GLS ini; (4) dampak yang timbul sebagai hasil implementasi  GLS ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan studi dokumen terkait. Pihak yang diwawancarai adalah Kepala Sekolah, sebagian Guru Kelas, dan Pustakawan SDN Lempuyangwangi. Teknik Analisis data dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi, presentasi data, dan verifikasi data validitas data dilakukan menggunakan triangulasi.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program GLS di SDN Lempuyangwangi telah dijalankan jauh sebelum GLS ini diinstruksikan oleh pemerintah namun bukan dengan nama literasi. Pasca GLS diinstruksikan, pihak sekolah hanya cukup menyesuaiakan dan meningkatkan aktivitas yang sudah ada. Bentuk-bentuk kegiatan dari implementasi GLS ini seperti program membaca 15 menit sebelum pemebelajaran dimulai, gebyar literasi, lokalisasi literasi dan kerjasama literasi. Faktor pendukung terlaksananya GLS ini adalah ketersediaan sarana dan prasara yang memadai, kesiapan sumber daya manusia pelaksana program, dukungan orangtua dan para pihak. Hasil dari implementasi GLS ini adalah prestasi yang diperoleh sekolah, karya tulis siswa dan guru, serta terciptanya atmosfer sekolah yang literat yang dapat memupuk minat dan kebiasaan membaca seluruh komponen sekolah terutama siswa-siswinya.

Diterbitkan

2020-03-21