Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Kelas X

Penulis

  • dwi sumaryani SMA Negeri 1 Rongkop

Abstrak

Abstrak: Berdasarkan observasi yang dilakukan pada siswa kelas X SMA N 1 Rongkop, ditemukan permasalahan hasil belajar pada mata pelajaran  kimia. Hampir sebagian besar siswa dalam kelas mendapat nilai dibawah KKM yang telah ditetapkan. Berkaitan dengan masalah tersebut maka penelitian ini menerapkan model kooperatif tipe jigsaw dengan model Penelitian Tindakan Kelas. Subyek yang diamati dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA-1. Obyek penelitian ini adalah hasil belajar siswa setelah proses belajar dengan metode Jigsaw. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan observasif. Teknik analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan  sebesar 10,65 poin dengan rata-rata kelas pada siklus I sebesar 69,13 menjadi 79,78 pada siklus II. Ketuntasan kelas pada siklus 1 sebesar 56,52%   dan pada siklus 2 sebesar 78,26%.   Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar kimia  materi Redoks dan Tatanama Senyawa pada siswa kelas X  SMAN 1 Rongkop.

Kata Kunci: pembelajaran model jigsaw, hasil belajar, redoks dan tata nama senyawa.

Abstrack : Based on observations made on class X students of SMA N 1 Rongkop, found problems of learning outcomes in chemistry subjects. Most students in the class get grades below the KKM that has been set. Related to this problem, this study applies a jigsaw cooperative model with the Classroom Action Research model. The subjects observed in this research were students of class X MIPA-1. The object of this research is student learning outcomes after the learning process with the Jigsaw method. Data collection techniques were used test results of learning and observational. The data analysis technique was done by quantitative descriptive. The results showed that student learning outcomes increased by 10.65 points with an average class in the first cycle of 69.13 to 79.78 in the second cycle. Class completeness in cycle 1 amounted is 56,52%  and in cycle 2 amounted is 78,26%. Based on this research it can be concluded that the application of a jigsaw cooperative model can improve learning outcomes of Chemistry Redox material and Compound Nomenclature in grade X students of SMAN 1 Rongkop.

Keywords: learning jigsaw models, learning outcomes, redox and compound nomenclature.

Referensi

Daftar Pustaka

Amri dan Ahmadi. (2010). Konstruksi pengembangan pembelajaran pengaruhnya terhadap mekanisme dan praktik kurikulum. Jakarta : Prestasi Pustakarya.

Arikunto,S. 2008. Penelitian tindakan kelas. Jakarta : Bumi Aksara.

Arikunto, S.(2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta : Rineka Cipta.

Djamarah,S.B. (1994). Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Bandung : Rineka Cipta.

Hariadi, S., Haris, M., & Junaidi, E. (2019). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Kimia. Chemistry Education Practice , Volume 2 Nomor 2, halaman 8 - 13.

Hartanto. (2018). Upaya meningkatkan hasil belajar menulis teks pendek undangan melalui metode jigsaw pada peserta didik IX semester 1 SMP Negeri 7 Sukoharjo tahun pelajaran 2017/2018. Jurnal Ilmiah Edunomoka. Volume 2 Nomor 1, halaman 8-13

Hisyam Zaini,dkk. (2004). Strategi pembelajaran aktif. Yogyakarta : CTSD

Ismail. (2008). Strategi Pembelajaran agama islam berbasis PAIKEM. Semarang : Rasail Media Group.

Juwaeriah, S., Ikhtiono, G., & Muhyani. (2017). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika. Attadib Journal of Elementary Education, 1, 78 - 93.

Muhibbin Syah. (2003). Psikologi belajar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Mulyasa,E. 2009. Praktik penelitian tindakan kelas. Bandung : Rosdakarya.

Silberman, M. 2004. 101 Strategi pembelajaran aktif (Active Learning). Bandung : Nusa Media Suwarsih. (2006). Penelitian tindakan. Bandung : Alfabeta

Silitonga, Mangatur. 2018. Peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPA melalui metode kooperatif tipe jigsaw pada siswa kelas VIII-1 SMP N 3 Tebing Tinggi. School education journal PGSD FIP UNIMED, Volume 8 Nomor 1, halaman 88 – 97.Slameto. (2001). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : Bumi Aksara.

Slavin, R. 2005. Cooperatif learning. Bandung : Nusa Media

Suprijono,A. (2011). Cooperative learning teori dan aplikasi PAIKEM. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Trisianawati, E., Djudin, T., & Setiawan, R. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Vektor di Kelas X SMA Negeri 1 Sanggau Ledo. Jurnal penelitian fisika dan aplikasinya (JPFA), Volume 06 Nomor 02, halaman 51- 60.

Qulfasia, M., Ndia, L., & Arvyaty. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Arias dengan Setting Kooperatif Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kendari. Jurnal penelitian pendidikan matematika, 3, 51- 63.

Taqwa, S. (2017). Peningkatan prestasi belajar pendidikan agama islam melalui metode jigsaw learning di kelas III SD Negeri Muhara Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Attulab: Islamic religion teaaching and learning journal, volume 2 nomor 2, halaman 247 - 258.

Diterbitkan

2020-03-21