ANALISIS MERDEKA BELAJAR ALA KETAMANSISWAAN (NITENI, NIROKKE, NAMBAHI) PADA PROSES BELAJAR DAN MENGAJAR BAHASA INGRIS (K13) DI KELAS XI MAN 1 YOGYAKARTA

Penulis

  • Muhammad Fadhil PASCASARJANA UST

Abstrak

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses belajar dan mengajar yang diterapkan disekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta dan hubungannya dengan implementasi merdeka belajar berdasarkan ajaran tamansiswa (niteni, nirokke, nambahi) yang dipelopori oleh Ki Hadjar Dewantara. Tujuan kajian ini menunjukkan proses belajar dan mengajar di kelas XI di sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta. Proses intreraksi guru dan siswa di kelas tersebut didalam mengaplikasikan 5 M (Mengobservasi, Menanya, Mengumpulkan data, Mengasosiasi, dan Mengkomunisasikan) dan kaitannya dengan ketamansiswaan (niteni, nirokke, nambahi). Hasil dari kajian ini ditemukan nya konsep tamansiswa (3 N) ketika guru menerangkan pembelajaran dari dua kelas XI IPS1 dan Kelas XI IPS2. Dari dua data ini, ditemukan hubungan dari pendekatan saintifik (K13) dan ajaran Tamansiswa (Niteni, Nirokke, Nambahi).

Kata kunci: Pendekatan Saintifik, Merdeka belajar, Konsep 3 N.

 

Abstract: This paper aims to describe the teaching and learning process that is applied at the Madrasah Aliyah Negeri 1 Yogyakarta school and its relationship with the implementation of independent learning based on the teaching of Tamansiswa (niteni, nirokke, nambahi) which was pioneered by Ki Hadjar Dewantara. The purpose of this study shows the process of learning and teaching in class XI at the Aliyah Negeri 1 Yogyakarta Madrasah school. The interaction process of teachers and students in the class in applying 5 M (Observing, Asking, collecting data, Associating and Communicating) and its relation to the student (niteni, nirokke, add). The results of this study found the concept of Tamansiswa (3 N) when the teacher explained the learning of the two classes XI IPS1 and Class XI IPS2. From these two data, found a relationship of scientific approach (K13) and Tamansiswa teachings (Niteni, Nirokke, Nambahi)                                                        

Keywords: Scientific Approach, Independent learning, Concept of 3N.

Referensi

Aidit, A. (2019, 12 Desember). Gebrakan “Merdeka Belajar†Berikut 4 Penjelasan Mendikbud Nadiem. Kompas

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage

Dewantara Ki Hadjar. 2004. Karya K.H Dewantara bagian pertama Pendidikan (kumpulan karangan), Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa

__________________. 2015. Karya K.H Dewantara Pendidikan dan Pengajaran Nasional. Yogyakarta: Multi Presindo

Mulyasa, E. (2009). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung. PT. Remaja Rosdakarya.

Mulyasa. (2015). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Permendikbud No 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah.

Permendikbud No 81 A tahun 2013 tentang konsep-konsep dan pedoman umum untuk pembelajaran

Priyana, J. (2014). Language learning activities in the scientific – method – step – based classroom. A paper Presented at the 61†TEFLIN International conference, UNS Solo.

Robert K. Yin. (2014). Case Study Research Design and Methods (5th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage. 282 pages.

Suroso. 2011. Pemikiran Ki Hadjar Dewantara Tentang Belajar dan Pembelajaran. Salatiga: Scholaria Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol.1 No.1. Mei 2011: 46-72

Yin, R. K., (1994). Case Study Research Design and Methods: Applied Social Research and Methods Series. Second edn. Thousand Oaks, CA: Sage Publications Inc.

Unduhan

Diterbitkan

2020-03-22