Perbandingan Pemikiran Pendidikan Paulo Freire Dengan Ajaran Tamansiswa Dalam Implementasi Merdeka Belajar

Penulis

  • Marianus Sesfao Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

Abstrak

Abstrak:  Kajian ini difokuskan pada perbandingan pemikiran pendidikan Paulo Freire dengan ajaran Tamansiswa dalam mengimplementasikan konsep merdeka belajar melalui metode-metode yang dikembangkan. Tema ini didalami dengan menggunakan penelitian kepustakaan yang bersifat deskriptif dan dianalisis secara kritis-komparatif. Tujuannya untuk mengetahui pemikiran tentang merdeka belajar menurut Paulo Freire dan Tamansiswa, serta sejauh mana relevansinya terhadap program merdeka belajar di Indonesia. Bagi Paulo Freire, merdeka belajar adalah proses pengajaran yang membebaskan peserta didik dari segala macam penjajahan, seperti banking system. Bagi Tamansiswa, pengajaran itu umumnya memerdekakan manusia atas hidupnya lahir dan merdekanya hidup batin didapat dari pendidikan. Konstruksi pendidikan Freire mengarah kepada pendidikan yang nantinya menghantar orang keluar dari belenggu penindasan. Sedangkan Tamansiswa lebih mengutamakan nilai luhur, budi pekerti yang kemudian menghantar orang kepada terciptanya rasa kasih sayang atau saling menghormati antarsesama. Metode yang digunakan Freire adalah metode hadap-masalah dimana peserta didik diarahkan untuk berpikir lebih kritis dalam menghadapi masalah dan memecahkannya. Sedangkan Tamansiswa menggunakan metode Among yang sifatnya melayani, menuntun dan membimbing peserta didik untuk mengembangkan potensinya secara menyeluruh, baik lahir maupun batin. Maka, konsep merdeka belajar dengan metode Among Tamansiswa dinilai sangat relevan untuk diaplikasikan dalam proses pendidikan di Indonesia, karena pendekatan kemanusiaan dalam hal pelayanan yang holistik antara pendidik dan peserta didik.

                            

Kata kunci:  Paulo Freire, Tamansiswa, merdeka belajar, metode Among.

 

Abstract: This study focuses on the comparison of Paulo Freire's thoughts with the teachings of Tamansiswa in implementing the concept of ‘merdeka belajar’ through the methods developed. This theme is explored using descriptive literature research and critically-comparative analysis. The aim is to find out the thoughts about ‘merdeka belajar’ according to Paulo Freire and Tamansiswa, as well as the extent of its relevance to the ‘merdeka belajar’ program in Indonesia. For Paulo Freire, merdeka belajar is a teaching process that frees students from all kinds of colonialism, such as the banking system. For Tamansiswa, the teaching generally frees people from their lives and the freedom of inner life comes from education. The construction of Freire's education leads to education that will send people out of the shackles of oppression. Whereas Tamansiswa prioritizes noble values, character which then leads people to create love or mutual respect between people. The method used by Freire is a problem-posing method where students are directed to think more critically in dealing with problems and solving them. Whereas Tamansiswa uses Among methods which are to serve and guide students to develop their potential as a whole, both physically and mentally. So, the concept of merdeka belajar with the Among Tamansiswa method is considered very relevant to be applied in the education process in Indonesia, because of the humanitarian approach in terms of holistic services between educators and students.

Keywords: Paulo Freire, Tamansiswa, merdeka belajar, Among method.

Referensi

Daftar Pustaka

Buku:

Dewantara, K. H. 2013. Pemikiran, konsepsi, keteladanan, sikap merdeka, I (Pendidikan). Yogyakarta: UST Press bekerjasama dengan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Freire, P. 2000. Pendidikan Kaum Tertindas, (U. Dananjaya, dkk.). Jakarta: LP3ES.

Saksono, I. G. 2007. Pendidikan yang Memerdekakan Siswa. Jakarta: Rumah Belajar Yabinkas.

Azzet, A. M. 2017. Pendidikan yang Membebaskan. Jogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Langgulung, H. 1980. Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Islam. Bandung: alMa’arif.

Suwarjo. 2013. Pendidikan Sistem Among. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Tilaar, H.A.R. 2014. Sowing the Seed of Freedom Ki Hadjar Dewantara as a pioneer of critical pedagogy. Published by H.A.R Tilaar.

Jurnal:

Idris, M. (2009). “Pendidikan Pembebasan: Telaah Terhadap Pemikiran Paulo Freireâ€. Researchgate.net. DOI: http://doi.org.10.21093/di.v9i2.282

Marzuki & Siti K. (2016). “Pendidikan Ideal Perspektif Tagore dan Ki Hajar Dewantara Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didikâ€. Jurnal Civics Universitas Negeri Yogyakarta Volume 13 Nomor 2, hal. 172-181.

Masitoh, S. 2020. Artikel Seminar Nasional “Menelusuri Ajaran Ki Hadjar Dewantara Dalam Upaya Mewujudkan Merdeka Belajar di Era Milenialâ€. Yogyakarta: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa: unpublished.

Mujito,W.E. (2014). “Konsep Belajar Menurut Ki Hadjar Dewantara dan Relevansinya dengan Pendidikan Agama Islamâ€, Jurnal Pendidikan Agama Islam, Vol. XI, No. 1, Juni 2014

Rusmana, F. A. I. Artikel “Memerdekakan Siswa Melalui Pendidikan: Relevansi Konsepsi Pemikiran Pendidikan Ki Hadjar Dewantaraâ€, Universitas Negeri Jakarta: unpublished.

Siswanto. (2007). Pendidikan sebagai Paradigma Pembebasan (Telaah Filsafat Pendidikan Paulo Freire). Tadris Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 2, No. 2, hal. 250-263, online DOI: http://dx.doi.org/10.19105/jpi.v2i2.220

Suparlan, H. (2015). “Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Sumbangannya bagi Pendidikan Indonesiaâ€. Jurnal Filsafat, Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Vol. 25, No. 1, hal. 56-74.

Suparno, P. (2001). “Relevansi dan Reorientasi Pendidikan di Indonesiaâ€, Basis, No.01-02 Tahun ke 50 Januari-Februari.

Supriyanto. (2013). “Paulo Freire: Biografi Sosial Intelektual Modernisme Pendidikanâ€, Jurnal Al-Ta’dib, Vol. 6, No. 2, Juli-Desember.

Yuniarti, E. (2017). “Pemikiran Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Relevansinya Dengan Kurikulum 13â€. Jurnal Penelitian, STAIN Curup, Bengkulu, Vol. 11, No. 2, hal. 237-265.

Unduhan

Diterbitkan

2020-04-06