Efektivitas Bursa Kerja Khusus SMK Giripuro Sumpiuh dalam Penyaluran Tenaga Kerja

Main Article Content

Nugroho Dwi Atmaji

Abstract

Abstrak:

Di era Globalisasi ini lulusan SMK kesulitan untuk mencari kerja. Hal tersebut menjadikan pemerintah membentuk bursa kerja khusus di SMK dengan tujuan menjembatani antara pencari kerja dengan orang yang membutuhkan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan (1) peran bursa kerja khusus dalam menjaring informasi kerja (2) peran Bursa kerja khusus dalam memberikan informasi kerja kepada siswa dan lulusan (3) strategi bursa kerja khusus dalam menyalurkan tenaga kerja, (4) hambatan-hambatan yang dihadapi bursa kerja khusus dan (5) upaya mengatasi hambatan-hambatan yang ada.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dijelaskan secara kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui angket, arsip dan wawancara yang melibatkan kepala sekolah dan para pengelola bursa kerja khusus. Keabsahan data diperoleh melalui wawancara mendalam dan triangulasi sumber dan metode. Analisis menggunakan analisis deskriptif dimana berupa kata-kata atau kalimat yang dipisah menurut kategorinya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peran bursa kerja khusus dalam menjaring informasi kerja masuk dalam kategori sangat baik dengan persentase sangat baik 72%, baik 24% dan buruk 4%; (2) peran bursa kerja khusus dalam memberikan informasi kerja kepada siswa dan lulusan masih dalam kategori baik, dengan persentase 46,67% sangat baik, 40% baik dan 13,3% buruk; (3) dalam strateginya menjembatani antar kerja, BKK memperoleh angka maksimal yaitu 100% yang berarti hal tersebut sangat baik, BKK mengacu pada job deskripsi yang telah dibuat pada awal tahun ajaran; (4) terdapat beberapa hambatan kinerja BKK yaitu; lulusan yang sulit dihubungi karena berganti-ganti nomor telepon, pengurus BKK melakukan rangkap jabatan sebagai guru sehingga tidak dapat mengoptimalkan waktu yang dimiliki untuk BKK, dan dana yang kurang memadai untuk melakukan antar kerja; (5) upaya yang dilakukan bursa kerja khusus dalam mengatasi hambatan masuk dalam kategori sangat baik dengan persentase 80% sangat baik, 5% baik, dan 15% buruk.

Kata kunci: Bursa Kerja Khusus, Tenaga Kerja, SMK Giripuro Sumpiuh

 

Abstract:

In this globalization era, SMK graduates find it difficult to find work. This makes the government form a special job market in vocational schools with the aim of bridging between job seekers and people who need labor. This study aims to reveal (1) the role of the special job market in capturing job information (2) the role of the special labor market in providing job information to students and graduates (3) the special job market strategy in channeling labor, (4) the obstacles that are faced by special job fairs and (5) efforts to overcome existing obstacles.

This research is a descriptive study that is explained qualitatively, where data is collected through questionnaires, archives and interviews involving school principals and special labor market managers. The validity of the data is obtained through in-depth interviews and triangulation of sources and methods. The analysis uses descriptive analysis which is in the form of words or sentences separated according to their categories.

The results showed that: (1) the role of the special labor market in capturing work information was included in the very good category with an excellent percentage of 72%, good 24% and bad 4%; (2) the role of the special job market in providing work information to students and graduates is still in the good category, with a percentage of 46.67% very good, 40% good and 13.3% bad; (3) in its strategy of bridging inter-work, BKK gets a maximum score of 100% which means it is very good, BKK refers to the job description that was made at the beginning of the school year; (4) there are some obstacles in the performance of BKK, namely; graduates who are difficult to contact because of changing telephone numbers, BKK administrators hold concurrent positions as teachers so that they cannot optimize the time available for BKK, and inadequate funds to conduct inter-work; (5) efforts made by the job market specifically to overcome barriers to entry into the category of very good with the percentage of 80% very good, 5% good, and 15% bad.

Keywords: Special Job Market, Labor, Giripuro Sumpiuh Vocational School

Article Details

Section
Artikel
Author Biography

Nugroho Dwi Atmaji, Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UST Yogyakarta SMK Giripuro Sumpiuh

Mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UST Yogyakarta