Dinamika psikologi perempuan penyitas cyber sexual harassment

Authors

  • Fianisa Filmanda Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Indonesia
  • Siti Hafsah Budi Argiati Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia
  • Ryan Sugiarto Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiata Tamansiswa Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30738/spirits.v12i2.12877

Keywords:

cyber sexual harrasment, digital native, perempuan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika psikologis pada perempuan penyintas cyber sexual harassment dan juga faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya dinamika psikologis pada penyintas cyber sexual harassment. Subjek yang digunakan adalah 5 orang perempuan korban cyber sexual harassment di Yogyakarta, 2 significant others,dan 3 informan sebagai validasi. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Proses pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa dinamika psikologis pada korban menunjukan bahwa sebelum terjadinya cyber sexual harassment korban menunjukan perilaku  yang narsis, ceria, dan percaya diri di media sosial. Namun, setelah korban mengalami berbagai jenis cyber sexual harassment yaitu doxing, pelecehan verbal (non fisik), dan pelecehan visual, korban berubah menjadi merasa syok, takut, dan selektif dalam dunia digital. Adapun 3 faktor yang berpengaruh terhadap dinamika psikologis perempuan penyintas cyber sexsual harassment yaitu, nilai norma yang rendah, tingkat sosial yang lemah, dan pemahaman yang sedikit terkait media sosial.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arafa, A., Elbahrawe, R., Saber, N., Ahmed, S., & Abbas, A. (2017). Cyber sexual harassment: a cross-sectional survey over female university students in Upper Egypt. International Journal Of Community Medicine And Public Health, 5(1), 61-65. doi: http://dx.doi.org/ 10.18203/2394-6040.ijcmph20175763

Budiman, K., Zaatsiyah, N., Niswah, U., & Faizi, F. (2020). Analysis of Sexual Harassment Tweet Sentiment on Twitter in Indonesia using Naïve Bayes Method through National Institute of Standard and Technology Digital Forensic Acquisition Approach. Journal of Advances in Information Systems and Technology, 2(2), 21-30. Retrieved from https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jaist/article/view/44305

Berita tentang kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh inisial IM. (2020). Kasus Pelecehan Seksual Alumnus UII, Begini Investigasi University of Melbourne. diakses dari:www.kompas.com:https://www.kompas.com/global/read/2020/08/01/103853570/k asus-pelecehan-seksual-alumnus-uii-begini-investigasi-university- Of pada tanggal 2 November 2021.

Chandraningtyas, A. S. (2021). Pelecehan Seksual Terhadap Perempuan di Media Sosial. diakses dari: https://kumparan.com/ayu-sari-chandraningtyas/pelecehan-seksual- terhadap-perempuan-di-media-sosial-1uzmU0LZVhH pada tanggal 23 September 2021.

Faradila, N. (2021). Pelecehan Seksual Online Terhadap Perempuan di Ranah Digital diakses dari: https://kumparan.com/nurfadia-faradila/pelecehan-seksual-online-terhadap- perempuan-di-ranah-digital-1v0f1XCGvIH pada tanggal 23 September 2021.

Henry, N., & Powell, A. (2018). Technology-facilitated sexual violence: A literature review of empirical research. Journal of Trauma, Violence & Abuse, Vol.19, pg.195-208

Komnas Perempuan. (2021). Diakses dari: https://komnasperempuan.go.id/uploadedFiles/1466.1614933645.pdf pada tanggal 06

Oktober 2021.

Kurniawan, S. O. (2016). Proses komunikasi interpersonal perempuan korban pelecehan seksual dengan pendamping dalam pembentukan konsep diri di Yayasan Embun Surabaya. Jurnal e-Komunikasi, 4(2).

Madigan, S., et al. (2018). Prevalence of Multiple Forms of Sexting Behavior Among Youth

Millah (2021). Kekerasan seksual di Yogyakarta. Kekerasan Seksual di Yogyakarta Meningkat Selama Pandemi diakses dari: http://wargajogja.net/sosial/kekerasan-seksual- di- yogyakarta-meningkat-selama-pandemi.html pada tanggal 2 November 2021.

Pashang, S., Khanlou, N., Clarke, J. (2018). The mental health impact of cyber sexual violence on youth identity. Jurnal Internasional Mental Health and Addiction. 17, 1119-1131.

Puspita, A. (2018). 5 Jenis Pelecehan Seksual di Dunia Maya dan Cara Bijak Menanggapinya diakses dari: https://www.ruangguru.com/blog/5-jenis-pelecehan-seksual-di-dunia- maya-dan-cara-bijak menanggapinya pada tanggal 22 September 2021.

Prihatsanti, U., Suryanto, S., & Hendriani, W. (2018). Menggunakan studi kasus sebagai metode ilmiah dalam Psikologi. Buletin Psikologi, 26(2), 126-136.

Ramadhania, S. I. (2021). Pengalaman mahasiswi berhijab yang mengalami catcalling. Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan, 25(2), 167-181.

Reed, E., Wong, A., & Raj, A. (2020). Cyber sexual harassment: a summary of current measures and implications for future research. Violence Against Women, 26(12–13), 1727–1740. https://doi.org/10.1177/1077801219880959

Robani, M. (2019). Hubungan kontrol diri dan perilaku cybersex pada remaja di sma “x” kota Semarang. Doctoral dissertation, Universitas Negeri Semarang). 38.

Saadah, S. (2020). Kemampuan New Media Literacy Remaja dalam Mengenali Cyber Sexual Harassment di Surabaya. Palimpsest: Jurnal Ilmu Informasi dan Perpustakaan, 11(2), 69-80.

Wirman, W., Sari, G. G., Hardianti, F., & Roberto, T. P. (2021). Dimensi konsep diri korban cyber sexual harassment di Kota Pekanbaru. Jurnal Kajian Komunikasi, 9(1), 79-93.

Downloads

Published

2022-05-10

How to Cite

Filmanda, F. ., Argiati, S. H. B., & Sugiarto, R. . (2022). Dinamika psikologi perempuan penyitas cyber sexual harassment. Jurnal Spirits, 12(2), 86–95. https://doi.org/10.30738/spirits.v12i2.12877

Citation Check