Konflik psikologis wanita “nyerod” dalam perkawinan adat di Bali

Authors

  • Kadek Jossy Alandari Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Titik Muti’ah Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

DOI:

https://doi.org/10.30738/spirits.v10i1.6540

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik psikologis wanita Hindu Bali yang mengalami turun kasta “Nyerodâ€. Pernikahan yang identik dengan kebahagiaan tidak sepenuhnya dirasakan oleh wanita Hindu Bali yang mengalami turun kasta “Nyerod. Hal tersebut dikarenakan adanya berbagai peraturan adat yang harus dihadapi setelah turun kasta. Peristiwa turun kasta yang dialami setiap wanita berkasta bukanlah hal yang mudah, dimana akan ada banyak perubahan dan pertentangan dari keluarga besar maupun lingkungan serta perasaan dilematis terhadap orangtua yang akan berpengaruh pada konflik psikologis wanita tersebut. Subjek dalam penelitian ini berjumalah tiga wanita Hindu Bali yang mengalami turun kasta “Nyerodâ€. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara semi-terstruktur dan observasi non partisipan serta melihat keterkaitan antara konflik psikologis dengan narasi masing-masing informan melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi naratif. Hasil penelitian menunjukan setelah menikah dan turun kasta ketiga subjek secara umum mengalami keadaan dilematis yang bersifat temporer saat dihadapkan dengan adat istiadat dan stigma negatif dimasyarakat. Hal tersebut telah menjadi kosekuensi bagi seluruh subjek yang dianggap telah melanggar peraturan adat. Namun disatu sisi subjek merasa bahwa berbagai hal negatif yang dialami setelah turun kasta, seimbang dengan kompensasi yang subjek dapatkan yaitu berupa cinta, dukungan dan pekerjaan/karier yang dapat subjek tunjukkan sebagai jati diri.

Kata kunci: Konflik Psikologi, Kasta, Wanita Hindu Bali, Nyerod

References

Alwi, dkk. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia pustaka Utama.

Arisandi, V (2015). “Psychological Well-Being Pada Wanita Hindu Bali yang Mengalami Turun Kasta Akibat Perkawinanâ€. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Atmaja, Jiwa. (2008). Bias Gender: Perkawinan Terlarang Pada Masyarakat Bali. Denpasar: Udayana University Press.

Budawati, N. dkk. (2011). Buklet Seri Adat Payung Adat untuk Perempuan Bali. Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan untuk Keadilan (LBH APIK) Bali dan Komunitas untuk Indonesia yang Adil dan Setara (KIAS).

Christina, D. (2016). Penyesuaian Perkawinan, Subjective Well Being dan Konflik Perkawinan. Jurnal Psikologi Indonesia. 5, (01),1 - 14

Creswell, J.W. (2013). Research Design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed edisi ketiga. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Darmayanti, I. A. M. (2014). Seksualitas Perempuan Bali dalam Hegemoni Kasta: Kajian Kritik Sastra Feminis pada Dua Novel Karangan Oka Rusmini. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. 3, (2), 484-494.

Dyatmikawati, P. (2011). Perkawinan Pada Gelahang dalam Masyarakat Hukum Adat di Provinsi Bali Ditinjau dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Jurnal Ilmu Hukum. 7(14)107-123

Gerungan W, A. (2012). Psikologi Sosial. Cetakaan ke-IV. Bandung: Refika Aditama.

Ismail, Z., & Desmukh, S. (2013). Religiosity and psychological well-being. International Journal of Business and Social Science, 3(11), 20-28.

Jiwa Atmaja (2008). Bias Gender Perkawinan Terlarang Pada Masyarakat Bali. Udayana University Press, Denpasar.

Larasati, A. (2012). Kepuasan Perkawinan pada Istri Ditinjau dari Keterlibatan Suami dalam Menghadapi Tuntutan Ekonomi dan Pembagian Peran dalam Rumah Tangga. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan. 1, (03), 1- 6.

Dewi, I, A, M, L., dkk. (2013). Implikasi Perkawinan Beda Kasta dalam Perspektif Hukum, Sosial-Budaya dan Religius di Banjar Brahmana Bukit, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Jurnal Pendidikan, 1,1-14.

Moleong, L. J. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Park, J. J., & Millora, M. (2010). Psychological well-being for white, black, latino/a, and asian american students: Considering spirituality and religion. Journal of Student Affairs Research and Practice, 47(4), 1–18.

Puspitawati, H. (2012). Gender dan Keluarga: Konsep dan Realita di Indonesia. Bogor (ID): IPB Press.

Sarwono, S. W. (2012). Psikologi remaja (15ed). Jakarta: Rajawali Pers.

Selvarajan, T. T., Cloninger, P.A., Singh, B. (2013). Social support and work–family conflict: A test of an indirect effects model. Journal of Vocational Behavior, 83. 486–499. DOI: https://doi.org/10.1016/j.jvb.2013.07.004

Shofiyatun. (2009). Konflik Psikologis Tokoh Utama dalam Novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur Karya Muhidin M. Dahlan. Skripsi. Semarang: Fakultas Bahasa Dan Seni Universitas Negeri Semarang.

Widetya, Alit Bayu, Rachmi Sulistyarini, dan Ratih Dheviana Puru. (2015). Akibat Hukum Perceraian terhadap Kedudukan Perempuan dari Perkawinan Nyerod Beda Kasta Menurut Hukum Kekerabatan Adat Bali. Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum (Udayana Master Law Journal), 5(2), 301.

https://doi.org/10.24843/jmhu.2016.v05.i02.p07

Yanti, K. L. (2013). Perkawinan Beda Kasta Pada Masyarakat Balinuraga di Lampung Selatan. Jurnal Keguruan dan Ilmu pendidikan. 1-1

Published

2019-11-15