Persepsi Kebisingan dengan Motivasi Belajar pada Siswa SD

Authors

  • Maria Utdari Widiastuti Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Berliana Henu Cahyani Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

DOI:

https://doi.org/10.30738/spirits.v8i2.6718

Abstract

Abstrak. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kebisingan dengan motivasi belajar pada siswa SD Negeri Kaliajir. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara persepsi terhadap kebisingan dengan motivasi belajar, semakin tinggi persepsi terhadap kebisingan, maka semakin rendah motivasi belajar pada siswa. Sebaliknya, semakin rendah persepsi terhadap kebisingan maka semakin tinggi motivasi belajar pada siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa Sekolah SD Negeri Kaliajir sebanyak 53 orang. Alat ukur yang digunakan adalah skala motivasi belajar dan skala persepsi terhadap kebisingan. Analisis data menggunakan teknik korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan program statistik SPSS versi 16.0 for Windows. Berdasarkan hasil uji korelasi diperoleh nilai korelasi antara persepsi terhadap kebisingan dengan motivasi belajar siswa sebesar (r) = -0,739 dengan p = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan Ada hubungan yang antara persepsi terhadap kebisingan dengan motivasi belajar pada siswa, semakin tinggi persepsi terhadap kebisingan maka semakin rendah motivasi belajar siswa. Sebaliknya, semakin rendah persepsi terhadap kebisingan maka semakin tinggi motivasi belajar siswa dapat diterima.

 

Kata kunci: kebisingan, motivasi belajar, persepsi

References

DAFTAR PUSTAKA

Ariani, M. G., & Mirdad, F. (2016). The Effect of School Design on Student Performance. International Education Studies, 9(1), 175-181.

Akbar Putra, R., Ferianita Fachrul, M., & Wijayanti, A. (2016). Persepsi masyarakat terhadap kebisingan di sekitar terminal pinang ranti, kecamatan makasar, jakarta timur. Indonesian Journal Of Urban And Environmental Technology, 8(1), 125-130. doi:http://dx.doi.org/10.25105/urbanenvirotech.v8i1.721

Anggono W. D. T. (2013). Hubungan Antara Persepsi Siswa Tentang Atraksi Interpersonal Guru, Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah Prambanan Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Yogyakarta.

Azwar, S. (2016). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Buchari, & Matondang, N. (2017). The impact of noise level on students’ learning performance at state elementary school in Medan. In AIP Conference Proceedings (Vol. 1855, No. 1, p. 040002). AIP Publishing.

Departemen Kesehatan RI (1987). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 718/MENKES/Per/IX/1987 tentang Kebisingan Yang Berhubungan Dengan Kesehatan.

Gibson (1995). Organisasi: Perilaku, Struktur, Proses Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Gilavand A, Jamshidnezhad A. The Effect of Noise in Educational Institutions on Learning and Academic Achievement of Elementary Students in Ahvaz, South West of Iran. Int J Pediatr 2016; 4(3): 1453-63.

Harjanti, S. (2008). Analisis Faktor Risiko Kebisingan Kelas dengan Skor Konsentrasi Belajar Siswi Sekolah Dasar di Kota Semarang. Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Diponegoro.

Hidayat, S., Purwanto, P., & Hardiman, G. (2012). Kajian kebisingan dan persepsi ketergangguan masyarakat akibat penambangan batu andesit di desa Jeladri, kecamatan Winongan, kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan, 10(2), 95-99.

Irmawati, D. (2010). Hubungan Gangguan Pendengaran Dengan Prestasi Belajar Siswa. Thesis. Program Pendidikan Sarjana Kedokteran. Fakultas Kedokteran. Universitas Diponegoro.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: Kep-48/Menlh/11/1996 Tentang Baku Tingkat Kebisingan.

Mustaqim, H. (2008). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Lewinski, P. (2015). Effects of classrooms’ architecture on academic performance in view of telic versus paratelic motivation: a review. Frontiers in psychology, 6, 746.

Riady, E. (2016). Puluhan Pelajar Protes Suara Bising Tambang Kapur di Blitar. Di akses di detik News. 12 April 2016.

Sardiman A. M. (2016). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Steers R. M. & Porter L. W. (1991). Motivation and Work Behavior. Mc Graw-Hill Companies, Inc.

Sulfiyah, L. T. (2014). Hubungan Antara Persepsi Terhadap Kebisingan Dengan Kejenuhan Belajar Siswa Di Kawasan Industri (Doctoral dissertation, UIN Sunan Ampel Surabaya).

Sutopo, M.N., dkk. (2007). Hubungan antara intensitas kebisingan aktivitas penerbangan di Bandara Adi Sucipto dengan nilai ambang pendengaran pada anak. Jurnal Berita Kedokteran Masyarakat, 23(1), 12-20.

Syah, M. (1995). Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tampubolon, A. C., & Kusuma, H. E. (2017). Effects of Reading Motivation and Perceived Quality of the Reading Space On Students′ Affective Responses. Journal of Asian Architecture and Building Engineering, 16(3), 559-563.

Tanta. (2010). Pengaruh gaya belajar terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah biologi umum program studi pendidikan biologi Universitas Cenderawasih. Jurnal Kependidikan Dasar. 1(1), 721.

Taufiqurrahman. M. N., dkk. (2015). Pengaruh tingkat kebisingan akibat lalu lintas pesawat di bandara syamsudin noor terhadap komunikasi masyarakat di kelurahan syamsudin noor kelurahan guntung payung dan kelurahan landasan ulin timur. Jurnal Pendidikan Geografi. 2(4), 16-28.

Uno, Hamzah. B. 2008. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: Bumi Aksara.

Woolner, Pamela dan Elaine Hall. (2010). Noise in School: A Holistic Approach to the Issue. International Journal of Environmental Research and public Health. 7. 3255-3269. Newcastle: Newcastle University.

doi:10.3390/ijerph7083255

Published

2018-05-20

Issue

Section

Artikel