Self-Efficacy dengan Subjective Well-Being pada Remaja SMP Negeri 1 Salaman Magelang

Authors

  • Yulia Titis Satiti Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
  • Siti Hafsah Budi Argiati Fakultas Psikologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.30738/spirits.v8i2.6720

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Self-Efficacy dengan Subjective Well-Being pada remaja SMP Negeri 1 Salaman Magelang. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja SMP N 1 Salaman berjumlah 112 orang, berusia 11-13 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan skala Self-Efficacy dan Subjective Well-Being. Teknik pengambilan sample adalah Random Sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Korelasi Product Moment dengan bantuan program SPSS for Windows 16. Analisis data menghasilkan koefisien korelasi R= -0,419 dan p= 0,000 (p < 0,05) Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara Self-Efficacy dengan Subjective Well-Being. Dalam uji korelasi pada variable Self-Efficacy dan Subjective Well-Being, terdapat korelasi yang signifikan positif, hipotesis diterima.

Kata kunci:  Remaja., Self-Efficacy, Subjective Well-Being.

References

DAFTAR PUSTAKA

Arnett, J.J. (1999). Adolescent storm and stress, reconsidered. American Psychology. 54(5). 317-326.

Azwar, S. (2007). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

________. (2012). Reliabilitas dan Validitas.Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Bandura, A. (1997). Self-Efficacy: The Exercise of Control. New York: Freeman.

Baron. R.A. & Byrne. D. (2003). Psikologi Sosial Edisi Kesepuluh Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Caprara, G.V. & Steca, P. (2005). Affective and social Self- regulatory Efficacy beliefs as determinants of positive thinking and happiness. European Psychologist, 4, 275-286.

Compton, William C. (2005). An Introduction to Postive Psychologi. California: Thomson Wadsworth.

Depdiknas. (2003). Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Daradjat, Zakiah. (1990). Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: PT. Bulan Bintang.

Daradjat, Zakiah. et. al., (1995). Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Diener, E., Oishi, S., & Lucas, R. E. (2003). Personality, culture, and subjective Well-Being: Emotional and cognitive evaluations of life. Annual Review of Psychology. 54, 403- 425.

Ehrlich, BS, Isaacowitz, DM. (2002). Does Subjective Well-Being Increase with Age? Perspective in Psychology. Spring: 20–25.

Hadi, S. (2000). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

Hurlock, Elizabeth B. (2004). Developmental Psychology. Jakarta: Erlangga

Karademas, E.C. (2005). Self-Efficacy, Social Support And Well-Being. The Mediating Role of Optimism. Personality and Individual Differences. 40, 1281–1290

Lucas, R. E., Diener, E., & Suh. (1996). Discriminant validity of Well-Being measures. Journal of Personality and Social Psychology. 71(3), 616–628.

Myers, D. G., & Diener, E. (1995). Psychological Science, 6, 10-19. (reprinted in Annual Editions: Social Psychology 97/98; digested in Frontier Issues in Economic Thought: Vol. 3, Human Well-Being and Economic Goals, ed. Neva Goodwin.

Monks, F.J.(2002) Psikologi Perkembangan: Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya. Cet. 14. Yogyakarta: Gajah Mada University Press

Santrock, J. W. (2002). Life Span Development: Perkembangan Masa Hidup (5th ed.). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Singh, B., Udainiya, R. (2009). Self-Efficacy and Well-Being of Adolescents. Journal of the Indian Academy of Applied Psychology. 35(2), 227-232.

Suldo, S. M. (2009) Parent-child relationship. In R. Gilman, E. S. Huebner, & M. J. Furlong Hand book of Positife Psychology in School (PP. 245-256) Taylor & Francis Routledge, New York

Tobing, E. M. (2015). Subjective Well-Being pada Relawan Skizofrenia Yayasan Sosial Joint Adulam Ministry (JAM) di Samarinda. Journal Psikologi, 407-420.

Utami, Muhana Sofiati. (2012). Religiusitas, Koping Religius, dan Kesejahteraan Subjektif. JURNAL PSIKOLOGI. 39(1). 46-66. Yogyakarta. Universitas Gajah Mada.

Published

2018-05-20

Issue

Section

Artikel