Membangun masyarakat tertib damai melalui penyelenggaraan pendidikan vokasional yang berwawasan ke-Bhineka-an

Authors

  • Subagyo Subagyo Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Ardi Widyatmoko Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
  • Suparmin Suparmin (Scopus ID: 57215010418) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

DOI:

https://doi.org/10.30738/jtv.v8i2.9054

Keywords:

pendidikan yang religius, wawasan ke-Bhineka-an, jiwa toleransi.

Abstract

Latar belakang penulisan didasarkan fenomena dimasyarakat saat ini yang terpolarisasi menjadi kelompok-kelompok dan semakin sulit disatukan. Ada sebagian masyarakat yang berkeinginan merubah dasar negara Indonesia yang bertentangan dengan prinsip keragaman dan sifat toleran terhadap agama, suku, dan budaya yang ada selama ini. Tujuan penulisan ini adalah mencermati latar belakang masing-masing sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Populasi penelitian ini adalah SD & MI negeri maupun swasta yang ada di wilayah DIY.  Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif kuantitatif, data statistik diperoleh berdasarkan jumlah penduduk, jumlah penganut agama, serta penyelenggaraan sekolah yang ada di lima (5) kabupaten kota, yang terdiri dari kabupaten Sleman, kabupaten Bantul, kabupaten Gunungkidul, kabupaten Kulonprogo, dan kabupaten kota Yogyakarta. Data yang diperoleh disusun dalam bentuk tabulasi, dan dianalisis berdasarkan prosentase. Hasil penelitian ini adalah penyampaian data jumlah sekolah sesuai afiliasinya yang ada di propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Manfaat penelitian ini bisa sebagai masukan pembuatan kebijakan perundang-undangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) penyelenggaraan pendidikan khususnya sekolah formal bagi pembukaan sekolah baru. Keberadaan sekolah umum dan sekolah yang berafiliasi organisasi sosial keagamaan perlu ditata kembali. Proporsinya harus tepat agar tidak muncul arogansi akibat dominasi kuantitatif dari jumlah sekolah dan anggotanya.

 

Abstract: The background of writing is based on phenomena in today's society which are polarized into groups and are increasingly difficult to unite. There are some people who want to change the basis of the Indonesian state which is contrary to the principles of diversity and tolerance towards religions, ethnicities and cultures that have existed so far. The purpose of this paper is to examine the background of each elementary school level and Madrasah Ibtidaiyah (MI) in the Special Region of Yogyakarta (DIY). The population of this research is public and private SD & MI in DIY. This research is classified as a quantitative descriptive study, statistical data is obtained based on the population, number of religious followers, and school administration in five (5) city districts, which consist of Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, and city districts. Yogyakarta. The data obtained were arranged in tabulated form and analyzed based on the percentage. The result of this research is the submission of data on the number of schools according to their affiliations in the province of Yogyakarta Special Region. The benefit of this research is that it can be used as input for policy making in the legislation of the House of Representatives for the implementation of education, especially formal schools for the opening of new schools. The existence of public schools and schools affiliated with socio-religious organizations needs to be reorganized. The proportion must be correct so that arrogance does not appear due to the quantitative domination of the number of schools and their members.

Key words: religious education; insight into diversity; soul of tolerance.

Author Biography

Suparmin Suparmin, (Scopus ID: 57215010418) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

References

(1) Abu Hafsin. 2010. “Pemikiran Demokrasi di Indonesia antara Pembatasan dan Kebebasan Beragamaâ€. Jurnal Analisa. Vol. XVII, No. 01, Januari - Juni 2010 (diunduh 20 Juli 2020).

(2) Agus Ahmad Safei. 2016, “Toleransi Beragama di Era Bandung Juara.†Jurnal Kalam. Vol. 10, No. 2, Desember 2016, hal. 403 – 422 (diunduh 27 Juli 2020).

(3) Alwis. 2012. “Urgensi Pendidikan Moral dalam Menjadikan Peserta Didik yang Berkarakterâ€. Kerinci: PC. IMM.

(4) Depdiknas. 2003. “Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasionalâ€, Bandung: Penerbit Citra Umbara.

(5) Alwis. 2012. “Urgensi Pendidikan Moral dalam Menjadikan Peserta Didik yang Berkarakterâ€. Kerinci: PC. IMM.

(6) Tatang M. Amirin, 2012, “Implementasi Pendekatan Pendidikan Multikultural Kontektual Berbasis Kearifan Lokal di Indonesiaâ€. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, Volume 1, Nomor 1, Juni, 2012. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Pendidikan Unversitas Negeri Yogyakarta. h. 15

(7) Hasan Baharun & Robiatul Awwaliyah. 2017, “Pendidikan Multikultural dalam Menggulangi Narasi Islamisme di Indonesiaâ€. Artikel. Probolinggo: Universitas Nurul Jadid Paiton Probolinggo. h. 241 DOI: http://dx.doi.org/10.15642/jpai. 2017.5.2.224-243.

(8) Entoh Tohani. 2012, “Kapasitas Kultural Pemimpin Informal dalam Mewujudkan Masyarakat Harmonisâ€. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, Volume 1, Nomor 1, Juni, 2012. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Sejarah UNY. h. 28.

(9) Arif Unwanullah. 2012, “Transformasi Pendidikan untuk Mengatasi Konflik Masyarakat Dalam Perspektif Multikulturâ€. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Transformasi Pendidikan untuk Mengatasi Konflik. Tuban: Universitas PGRI Ronggolawe Tuban. h.56

(10) Mohammad Miftahusyai’an, Galih Puji Mulyoto. 2020, “RelasiAgama-Manusia dalam Spirit Pancasila (Membangun Egalitarianisme dalam Kemerdekaan Keyakinan)†JPK : Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 2 Tahun 2020. http://journal.umpo.ac.id /index. php/JPK/index ISSN 2527-7057, (Online) ISSN 2549-2683 (Print). h. 52.

(11) Ki Hadjar Dewantara,. 2004. “Bagian Pertama: Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Tamansiswaâ€, Yogyakarta: Bumi Aksara.

(12) Ki Sunarno Hadiwijoyo. 2006. “Perguruan Tamansiswa dalam Perspektif Perjuanganâ€. Jakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa

(13) Ki Tyasno Sudarto. 2008. Pendidikan Modern dan Relevansi Pemikiran Ki Hajar Dewantara. Yogyakarta: Galangpress.

(14) Tutuk Ningsih. 2015. Implementasi Pendidikan Karakter. Purwokerto : STAIN Press.

(15) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Perubahan ke IV

(16) http://www.madjongke.com/2012/10/7-penyebab-orang-jadi-sombong.html (diunduh 1Agustus 2017).

(17) http:// reformed.sabda.org/book/export/html/46 (diunduh 1Agustus 2017).

(18) http://ardilamadi.blogspot.co.id/2013/07/jumlah-penduduk-berdasarkan-agama di 1175. html (diunduh 1Agustus 2017).

(19) http://sp2010.bps.go.id/index.php/site/tabel?tid=321(diunduh 1Agustus 2017)

(20) www.dpr.go.id. “Undang-undang No. 1/PNPS/1965, Tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama†(diunduh 30 Nopember 2020)

Published

2020-12-31

Issue

Section

Artikel