Implementasi Trauma Healing dan Pendidikan Lingkungan Pada Anak-Anak Pasca Bencana Banjir di Kota Palangka Raya

Penulis

  • Liberti Natalia Hia Universitas PGRI Palangka Raya, Indonesia
  • Kukuh Wurdianto Universitas PGRI Palangka Raya, Indonesia
  • Evi Fitriana Universitas PGRI Palangka Raya, Indonesia https://orcid.org/0000-0003-1389-2004
  • Muhammad Dwi Toriyono UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Indonesia
  • Muhamad Khoiri Ridlwan UIN Sayyid Ali Rahmatullah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.30738/trihayu.v9i1.13235

Kata Kunci:

bencana banjir, trauma healing, pendidikan lingkungan

Abstrak

Kejadian bencana terus meningkat di Indonesia. Sebagian besar dari kejadian bencana tersebut merupakan bencana lingkungan hidup seperti angin puting beliung, banjir dan tanah longsor. Banjir besar-besaran terjadi di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah pada bulan November 2021. Berdasarkan data dari BPBD Kota Palangka Raya, tercatat 31.013 warga yang terdiri atas 8.876 keluarga menjadi korban banjir. Selain dampak fisik, dampak psikologis pasca bencana banjir perlu menjadi perhatian. Dampak psikologis yang terjadi yaitu berupa kecemasan, stres dan trauma pada para korban. Trauma pada korban bencana alam tidak dapat dibiarkan berlarut-larut agar korban bencana dapat terus melanjutkan kehidupannya secara normal, maka diperlukan terapi trauma/ pemulihan trauma (trauma healing). Khusus untuk anak-anak usia sekolah, maka sebaiknya dilakukan dengan pendekatan pedagogis. Pendekatan pedagogis yang digunakan mengacu pada pola perkembangan dan pendidikan yang telah ditempuh atau sedang dialami oleh korban pengungsian khususnya anak-anak, sehingga proses trauma healing dapat berjalan dan berpengaruh sebagaimana yang diharapkan. Selain pemulihan trauma pasca bencana juga perlu adanya pendidikan lingkungan yang memiliki peran strategis dalam mencegah dan mengurangi resiko bencana lingkungan hidup. Pendidikan lingkungan harus dapat memfasilitasi berbagai proses belajar pada ranah kognitif dan kesadaran, sikap dan perilaku, dan tindakan kolektif untuk melembagakan perilaku ramah lingkungan dan sensitif bencana.

Kata Kunci: bencana banjir; trauma healing; pendidikan lingkungan

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Baggerly, J., & Exum, H. A. (2007). Counseling Children After Natural Disasters: Guidance for Family Therapists. The American Journal of Family Therapy, 36(1), 79–93. https://doi.org/10.1080/01926180601057598

Darmiany, D., Rosyidah, A. N. K., Karma, I. N., Witono, H., Husniati, H., & Widiada, I. K. (2019). PGSD Untuk Negeri: Terapi Bermain Sebagai Bentuk Trauma Healing Bagi Anak-Anak Korban Gempa Lombok. Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat, 2(2).

Dripchak, V. L. (2007). Posttraumatic Play: Towards Acceptance and Resolution. Clinical Social Work Journal, 35(2), 125–134. https://doi.org/10.1007/s10615-006-0068-y

Erlia, D., Kumalawati, R., & Aristin, N. F. (2017). Analisis kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah menghadapi bencana banjir di Kecamatan Martapura Barat Kabupaten Banjar. JPG (Jurnal Pendidikan Geografi), 4(3).

Fitriyah, S., Rahmawati, A., & Syaputra, E. M. (2021). Trauma Healing Pasca Banjir Di Desa Cemara Kulon Kecamatan Losarang Indramayu. Abdi Wiralodra: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(2), 160–172.

Gerungan, W. M. (2020). Penanggulangan bencana pada tahap pascabencana menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana. Lex et Societatis, 7(9).

Gharaei, J. M., Bina, M., Yasami, M. T., Emami, A., & Naderi., F. (2006). Trauma/Grief Group play therapy effect on Bam earthquake related emotional and behavioral symptoms in preschool children: a before after trial. https://pesquisa.bvsalud.org/portal/resource/pt/emr-77080

Jordan, B., Perryman, K., & Anderson, L. (2013). A case for child-centered play therapy with natural disaster and catastrophic event survivors. International Journal of Play Therapy, 22(4), 219–230. https://doi.org/10.1037/a0034637

Kamil, P. A., Utaya, S., Sumarmi, & Utomo, D. H. (2020). Strengthen Disaster Preparedness for Effective Response on Young People through Geography Education: A Case Study at School in the Tsunami Affected Area of Banda Aceh City, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 412(1), 012016. https://doi.org/10.1088/1755-1315/412/1/012016

Karmanto, E. D. M. (2015). Kebijakan Pengintegrasian Pendidikan Lingkungan Hidup Pada Sekolah “Adiwiyata”(Studi Pada SMAN 1 Puncu Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri). Brawijaya University.

Kastolani, W., & Mainaki, R. (2018). Does Educational Disaster Mitigation Need To Be Introduced In School? SHS Web of Conferences, 42, 00063. https://doi.org/10.1051/shsconf/20184200063

Landreth, G. L. (2012). Play therapy: The art of the relationship (3rd Editio). Routledge.

Lidstone, J. (1995). Geography, environmental education and disaster mitigation: Great expectations. Australian Journal of Emergency Management, The, 10(4), 33–41.

Manik, H. E. Y. (2022). Hubungan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat dengan Kesiap Siagaan dalam Menghadapi Disaster Tanah Longsor di Kec Tanah Pinem Kabupaten Dairi. Journal of Nursing and Health, 7(1), 10–16.

Muhajir, Nurhayati, U., & Iman, F. (2022). Integrasi Wawasan Mitigasi Dalam Pengembangan Materi Pendidikan Agama Islam: Studi Kasus Longitudinal Pada Sekolah Menengah Kejuruan. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 7(1), 40–60. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2022.vol7(1).8332

Mulyasih, R., & Putri, L. D. (2019). Trauma healing dengan menggunakan metode play terapy pada anak-anak terkena dampak tsunami di Kecamatan Sumur Propinsi Banten. Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1).

Nugroho, D. U., PR, N. U., Rengganis, N. S., & Wigati, P. A. (2012). Sekolah Petra (Penanganan Trauma) Bagi Anak Korban Bencana Alam. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(2), 97–101.

Rahmawati, I., & Rahmawati, A. (2022). Mengenal Psikologi Bencana. Banyumedia Publishing.

Salamor, A. M., Salamor, Y. B., & Ubwarin, E. (2020). Trauma Healing Dan Edukasi Perlindungan Anak Pasca Gempa Bagi Anak-Anak Di Desa Waai. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(3), 317–321.

Saragih, I. J. A., Sirait, M., & Sari, D. A. (2021). Deskripsi Opini Publik tentang Bencana Alam untuk Rencana Studi Mitigasi di Indonesia (Studi kasus: Bencana Hidrometeorologi). Jurnal Meteorologi, Klimatologi Geofisika Dan Instrumentasi (MKGI), 1(1), 33–39.

Suarmika, P. E., & Utama, E. G. (2017). Pendidikan Mitigasi Bencana Di Sekolah Dasar (Sebuah Kajian Analisis Etnopedagogi). JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), 2(2), 18. https://doi.org/10.26737/jpdi.v2i2.327

Suharko, S. (2014). Pencegahan Bencana Lingkungan Hidup Melalui Pendidikan Lingkungan (Preventing Ecological Disaster Through Environmental Education). Jurnal Manusia Dan Lingkungan, 21(2), 254–260.

Triastari, I., Dwiningrum, S. I. A., & Rahmia, S. H. (2021). Developing Disaster Mitigation Education with Local Wisdom: Exemplified in Indonesia Schools. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 884(1), 012004. https://doi.org/10.1088/1755-1315/884/1/012004

Wati, D. E., Mustikasari, & Panjaitan, R. U. (2020). Post Traumatic Stress Disorder Description In Victims Of Natural Post Eruption Of Merapi One Decade. Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa, 3(2), 101–112. https://doi.org/10.32584/jikj.v3i2.522

Unduhan

Diterbitkan

15-09-2022

Cara Mengutip

Liberti Natalia Hia, Kukuh Wurdianto, Fitriana, E., Muhammad Dwi Toriyono, & Muhamad Khoiri Ridlwan. (2022). Implementasi Trauma Healing dan Pendidikan Lingkungan Pada Anak-Anak Pasca Bencana Banjir di Kota Palangka Raya. TRIHAYU: Jurnal Pendidikan Ke-SD-an, 9(1), 37–47. https://doi.org/10.30738/trihayu.v9i1.13235

Citation Check